Ada sebuah cerita. Cerita yang bertahan sudah sangat lama sekali. Ini adalah kisah pertempuran antara pahlawan dengan seekor naga.
Bunyi sangkakala terdengar begitu keras di luar kota. Warga-warga kota dibuat kebingungan dan juga terganggu karenanya, sehingga mereka berbicara kepada para pahlawan.
Beginilah kata mereka : Apakah bunyi sangkakala itu sehingga memekakkan telinga kita ? Baiklah kalian semua memeriksa nya, kalau-kalau ada ancaman di luar sana.
Maka, dilakukannya lah seperti apa yang diminta para warga tersebut. Kelima pahlawan itu pergi ke luar gerbang kota, dan terlihatlah para penyerang sudah berkumpul di luar sana bagaikan pasir di tepi pantai.
Maka kata salah satu pahlawan itu : Mereka datang untuk menyerahkan diri mereka ! Jadi ada baiknya lah kalau kita membalas niat mereka itu !!
Maka, dilakukannya lah seperti apa yang dikatakan oleh pahlawan itu. Dikumpulkannya lah pasukan-pasukan terbaik mereka, dan dari seluruhnya ada sekitar 500 orang, dan mereka semua adalah yang terbaik di antara yang lainnya.
Di sisi lain, para penyerang masih berbaris, meniupkan sangkakala mereka. Bergeming ketakutannya lah mereka, sebab yang ada di depan mereka adalah yang mengalahkan mereka waktu itu. Maka berteriak lah seorang di antara mereka, yang paling depan sebagai pemimpin.
Katanya : Bertarung lah seperti seorang pria !! Maka akan terjadi kiranya seperti yang dijanjikan naga itu kepada kita !!
Semakin keras lah sangkakala itu ditiupnya oleh mereka, sebab naga itu pernah berkata : Beginilah kiranya engkau memanggil bala bantuan ku. Tiuplah sangkakala sekeras mungkin, supaya ketakutannya lah mereka itu. Sebab, hanya dalam ketakutan manusialah aku dapat hadir di antara kalian-kalian.
Makin sebal lah kiranya para pahlawan itu, sebab telinga mereka menjadi semakin dipekakkan oleh bunyi sangkakala itu.
Maka, berteriak lah orang yang ada di paling depan. Beginilah yang dia katakan : Hentikan lah kiranya sangkakala kalian itu !! Sebab kami tidak akan bergeming ketakutan s…
Warwick
Her Last Words
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments