Panas yang membara di padang gurun itu tidak menghentikan kedua wanita tersebut untuk tetap berjalan. Tanah yang kering, dan juga tanaman-tanaman yang mati, tidak ada apa-apa yang dapat mereka berdua temukan di sana. Ferre yang sejak tadi berjongkok mencoba untuk mencari-cari apapun itu akhirnya harus menghela nafasnya karena kelelahan, dia memutuskan untuk menyerah melakukan hal yang sia-sia di padang gurun itu.
“Yah, memang aneh kalau di sini gak ada apa-apa, tapi mau gimana lagi ??” ucap Ferre dengan suara pelan, sebelum akhirnya berdiri kembali.
“Jadi kita keluar berjam-jam di sini cuma buat bakar kulit sendiri ??”
Ferre sempat tertawa kecil mendengar pertanyaan Keres tadi, namun itu hanya sebentar saja. “Paling tidak kita sudah berusaha, bukan ?”
“Dan hasilnya gak layak sama sekali.” Keres mengeluh sekali lagi.
Pada akhirnya, mereka berjalan kembali menuju Grandbeltz melewati padang gurun yang gersang itu. Terik matahari benar-benar menyengat kulit Keres seolah itu adalah jarum yang menembus hingga bagian paling dalam dari kulitnya. Keres berusaha untuk menutupi setiap bagian dari kulitnya dengan kain hitam penutup kepala yang dipinjamkan oleh Ferre beberapa jam yang lalu, namun itu benar-benar kecil ukurannya. Ferre yang melihat Keres sibuk sendiri dari belakang sampai dibuat harus menahan tawanya yang entah kapan akan pecah menjadi tawa terbahak-bahak. Keres memang terlihat seperti seorang yang pendiam dan berdarah dingin dari luar, tapi kenyataannya ternyata tidak seperti itu sama sekali. Dia masihlah seseorang yang konyol di dalam, masih sama seperti dia yang dulu waktu kecil.
Tiba-tiba saja Keres menoleh ke belakang dengan tatapan agak kesalnya, “Oi, kamu ngetawain aku !!?”
“Apa salahnya ? Tingkahmu memang lucu, kok....”
“Cih.....”
Keres kemudian memalingkan wajahnya kembali dari Ferre, menahan rasa malunya dalam diam. Perjalanan yang panjang pun masih berlanjut setelah itu. Beberapa suara burung dapat terdengar dari atas udara. Keres yang menutupi kepalan…
Warwick
The Shattering
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments