Di hari yang sama itu, Virginis mengutuki semua yang dilihatnya. Baik itu batu, pasir, atau bahkan matahari dan bulan sekalipun. Di saat malam menjelang, di mana matahari telah digantikan oleh bulan, Virginis masih berjalan tanpa rasa lelah sedikitpun. Tanpa arah dan tujuan, ia hanya berjalan, terus berjalan di antara lautan pasir yang begitu luas dan tak terjangkau ujungnya. Namun, bagaikan diberi pencerahan oleh sang maha kuasa dari atas sana, Virginis tiba-tiba teringat akan sesuatu. Sesuatu yang berasal dari masa lalunya yang indah, namun juga kelam.
Mama, kalau mama lagi berdoa itu....... Mama sebenarnya mendoakan siapa ?
Tentu saja kamu, dan adikmu itu.
“(Sigh) Menyebalkan !!” serunya di tengah gurun malam yang sepi, tidak ada seorangpun kecuali dirinya sendiri.
Hanya ada hembusan angin kencang yang bertiup dari berbagai arah menerpa dirinya. Beberapa saat kemudian, Virginis menemukan sebuah batu pasir yang agak besar, cukup untuk ia buat sebagai tempat untuk beristirahat sejenak di sana. Setelah menghela nafasnya, Virginis pun mendekati batu tersebut, kemudian duduk di atas pasir sambil bersandar kepada batu yang kokoh itu.
“Maafin aku, mama. Kayaknya aku bukan kakak yang baik buat dia.” gumam Virginis.
Seketika, semua rasa lelah yang dia tahan-tahan selama itu akhirnya muncul kembali. Matanya mulai menjadi sayu, dan penglihatannya mulai menjadi kabur. Tubuhnya menjadi lemas di saat itu juga, sebuah pertanda dari otaknya bahwa ia benar-benar butuh istirahat sekarang juga.
“Cih, tidur bentar kayaknya gapapa juga deh.”
Tidak butuh waktu lama, untuk Virginis akhirnya tidur terlelap di tengah-tengah padang pasir yang mana hembusan anginnya saja dapat membunuh seseorang karena kedinginan.
...****************...
Proelium, saat Virginis masih berumur 5 tahun.
Virginis dan ibunya sedang meratapi salah satu kematian Daemones bawah yang lainnya. Orang-orang di kota Impius tidak ada yang peduli sama sekali, bahkan ada seseorang yang sempat mencoba untuk membunuh mereka…
Warwick
A Prayer's Remorse
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments