Tepat jam sepuluh malam, Alda agustin baru kembali bawa makanan ke ruang tunggu. Sedianya ingin bangunkan suaminya terbaring di sofa. Wajah lelaki itu lumayan lelah, keletihan masih pulà membayang di raut wajahnya. Alda agustin memanjatkan doa bahwa suaminya agar terlindungi dari marabahaya.
"Mama boleh bernafas lega, sayang kalau saja nasib kita tidaklah seperti sekarang. Tentu situasi ini kurang menguntungkan kita."
"Tidak mungkin?" suara Rere ingin melakukan pembelaan. "Mana ada perempuan harus banyak mengorbankan separuh waktunya untuk kesenangan suami? Mama mulai terpedaya."
Alda menatap Rere serupa ingin menarik lengannya. Ia takutkan suaminya bisa terjaga dari tidurnya.
"Hentikan langkahmu!"
"Kukira tidak ada waktu, mengalihkan perhatian. Saya...."
Alda agustin sebenarnya tidak ingin merusak rencana putrinya. Dia perlakukan ini demi kebaikan keluarga. Zaman sekarang menuntut orang tua memahami jalan pikiran putrinya. Selama masih dalam koridor yang benar tidak ada salahnya mama ikutan nimbrung urusan anak muda. Sekelumit senyuman tipis dilontarkan ke Rere masih termangu tak paham akan kejadian di rumah ini.
"Kamu masih terheran-heran. Sudah sana ambilkan tiga piring. Hey tunggu apalagi, lekas bawa piring dan gelas."
"Apa....?" Rere angkat dua bahunya.
Seolah dia takkan percaya sama sikap mamanya, setiap kali diperlakukan kasar sama papanya cukup bersabar. Tetap menerima dalam situasi apa pun. Sejujurnya Rere ingin menentang keputusan untuk menerima papanya kembali di rumah ini.
"Mama bisa memahami jalan pikiranmu. Lalu kau tidak mau menerima papa...."
"Tidak...."
Setelah kejadian itu, Rere lebih suka menyendiri di kamar. Hari-harinya semakin terasa sempit. Ruang geraknya seakan terbatasai oleh pengawasan mamanya. Dia harus bisa menerima si ayah. Hal itu merupakan pilihan berat baginya. Apalagi ayahnya sering pulang dalam kondisi tak sadarkan diri akibat pergaulan diluar.
Sebagai anak perempuan Rere bisa rasakan kegetiran. Sepanjang hidupnya mungin baru kali p…
KEKASIH BEKAS MANTAN
JANJI PUTIH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments