Luka tetaplah menyakitkan hati gadis itu.
Martha seakan makin mendapatkan beban hidup. Kalau saja dia bisa cerita sama rekannya.
Masih adakah kerinduan di hatinya? Ada sekeping harapan bagi Sandra untuk mengulang masa romantis. Sayang semua impiannya layaknya ditelan bumi. Apa pun alasannya sulit untuk menentukan jati dirinya. Satu persen saja dirasakan sukar dicapai, jikalau dibandingkan rekan-rekan di kantor. Mereka telah memiliki pasangan, sewaktu acara kondangan misalnya. Sandra cukup menikmati kesendiriannya, tanpa seorang lelaki mampu menaklukkan hatinya. Bukan satu alasan ibu Safira ingin menjodohkan atau kenalkan sama putra sahabatnya. Peluang itu masih diangan-angan saja. Belum lagi suaminya, pak Andrian lebih teliti dalam menentukan calon untuk putrinya.
"Kelihatannya pagi ini mau ada acara lagi? Apa tidak bosan hampir setiap hari," protes pak Andrian. "Cobalàh lebih tenang duduk di rumah. Saya usahamu banyak mengalami kemunduran."
Penuh sapa halus ibu Safira menatap suaminya. Seakan tatapannya banyak menyimpan prasangka buruk. Sebaik'-baiknya perempuan ialah tinggal di rumah. Sehingga tidak menimbulkan fitnah dilingkungan tetangga. Kecenderungan orang lain terus tudingan miring. Sebenarnya ibu Safira ingin bantah atas ucapan suaminya. Terlalu memojokkan dirinya sudah melakukan kesalahan. Enggan berikan nasehat kepada Sandra atas urusan asmaranya selalu kandas di tengah jalan.
"Sampai kapan pun kamu salahkan saya, dengan alasan macam-macam. Saya juga ingin memajukan perekonomian keluarga. Setidaknya tenaga saya masih bisa diandalkan. Satu misal, jika satu saat perusahan mengalami guncangan ekonomi. Permata dan berlian bisa menopang bisnis sejak lama kamu rintis." kata ibu Safira serius.
Andrian hanya terduduk lemas, usaha untuk memajukan perusahan banyak mengalami kemunduran. Tuntutan koleganya masih numpuk di meja kerja. Wajar jikalau istrinya coba menghibur diri dengan ikutan arisan. Setiap kali Safira ajukan permohonan juga ditolak mentah-mentah.
"Apa…
KEKASIH BEKAS MANTAN
Suara Hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments