Rutinitas belanja ke pasar Godean. Lumaýan saja letaknya jikalau di ukur dari rumah tinggalnya.
kerinduan ketika keduanya sering berboncengan ke pasar, belanja makanan ringan di antaranya; lanting, gethuk, tiwul. Jajanan pasar sepertinya menjadi daya pikat tersendiri. Belum lagi di pagi hari perempuan berkebaya. Jalan terus beriringan bawa kayu bakar, daun pisang, sukun. Tentu sangatlah sulit mencarikan tandingannya. Nyonya Herty tetap kagum akan pendirian menantunya. Dia jujur akui bahwa ayahnya juga menaruhkan rasa hormat.
"Apa berangkatnya cepat?" tanya mami.
Suara itu bikin Yenni kaget. Mendadak wajahnya terlhat jadi menciut. Dan kembali tersenyum begitu tahu suara ibu mertuanya. Kamaren waktu Martha ingin mencelakainya. Memotong kaki kerosi, lagi-lagi beruntung kang Dalijo buru-buru berikan pertolongan.
"Kamu ini kalau bepergian janganlah terburu. Mama tidak mau kehilangan kesekian kalinya."
"Apa untung melakulan pembelaan atas menantu bersalah. Sebaliknya saya sebqgqi anqk butuhkan kasih sqyang. Apa saya keliru jika punya selera sama."
"Ketahuilah, kamu jangan berburuk sangka sebelum menilai orang lain. Apalagi kakak iparmu sendiri. Yenni belum tentu ingin menguasai langkah mas Gio."
Martha hembuskan nafas dalam-dalam. Entahlah, apa yang sedang dia pikirkan mengenai langkah-langkah Yenni demi menguasai aset keluarga. Semenjak keduanya menjalin tali kasih. Tentu ada kalanya Yenni menimbang untuk tinggal dalam satu rumah. Artinya dia harus lebih mudah menerima anggota keluarga lainnya. Sebagai istri tentu berhak atas hak suaminya, terjerat oleh aturan yang di rancang Martha terhadap kedua saudaranya. Salah satunya kakak iparnya musti menuruti segala permintaannya. Belanja makanan di pasar, gethuk, tiwul, buah sawo manilo. Setelah belanja setumpuk itu, pastinya dapat pujian. Seribu kali sayang, Martha selalu mencari-cari alasan buat menjatuhkan martabat kakak ipar. Martha senyum puas sudah perdayakan, setidaknya beban atas nama balas dendam terlaksana.
"Mami sud…
KEKASIH BEKAS MANTAN
Sepeda onthel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments