Seminggu Sandra menantikan peluang emas. Panggilan hatinya kerap muncul keraguan. Terutama ketika melihat kondisi ibunya banyak mengalami guncangan batin. Seolah batinnya mau menjerit sekeras keras.. Gadis itu berharap seisi dunia sudi menaruh simpatik. Bulan di atas sana masih pula menggelantung indah memamerkan kecerahan. Lukisan keindahan itu masih menggelantung.
Andai saja Sandra mampu atasi rintangan dalam keluarganya. Wajar kalau dirinya berkeluh kesah. Demi hendak buyarkan lamunan kosong, siap begitu tega celakai anggota keluarganya. Tentu sekuat tenaga Sandra ingin cari tahu siapa pelakunya.
Duduk tenang sebatang kara, demikian ada bisikan dari meja di sudut sana. Semata mata Sandra juga ikutan merasa iri dan risih. Jauh lebih tepatnya gadis menaruh kagum. Betapa dekat dia sama seorang ibu masih kenakan sal merah muda. Coba berkali-kali mengusap sudut mata coklatnya. Dari semua iru ada lebih menonjol dari penilaian.
"Bu... Ayo masuk saja!" ajak putranya.
Angin senja itu masih menyapu pipi perempuan yang patut di panggil ibu sama cowok macho. Santun pula cara dia berikan sambutan hangat. Gerak tangannya separuh tenaga.
"Kamu ini gimana sih..." bujuk ibunya.
Cowok macho masih menatap wajah ibunya. Tentu seribu alasan ibunya tetap ingin duduk di cafetaria, cari angin. Pada dasarnya anak lelaki coba berikan alasan kuat. Hal utama kesehatan ibunya jauh lebih bernilai.
"Lho... Ibu harus menuruti anjuran dokter harus istirahat cukup. Dengan begitu kesehatan ibu menjadi lebih bermanfaat."
"Terima kasih atas anjuran kamu...."
"Saya tidak mau bertanggung jawab kalo dokter Hans akan memarahi saya..."
Hmmm, tawa lirih waktu lihat tampang putranya. Setelah tiga tahun lama pria itu kubur dalam'-dalam impian terindahnya. Bahkan janji pernah di utarakan kala itu ayahnya mendampingi ibunya. Terus apa mungkin memanjakan diri sendiri. Tak mau memikirkan ibunya yang sejak tadi terus mengawasi segala gerak geriknya.
"Rasanya sumpek di kamar terus. Mana ada ibu kan mendapatkan pe…
KEKASIH BEKAS MANTAN
Sepatu putih
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments