Aku sedang bersama dengan Vino di kamar saat dad menelpon dan memintaku gegas pergi ke cafe Amor untuk menemui orang tua Eliza. Ck,merepotkan saja.
" Vin,anterin ke cafe dong. Mau ketemu dad disana " pintaku pada Vino.
"Kenapa,kamu belum cerita lho soal di cafe tadi. What your problem bab. Ceritalah sama aku,mana tau aku bisa bantu nyari solusinya " ujar Vino padaku.
Mau tak mau aku pun cerita dengan Vino,jadilah aku bercerita panjang kali lebar dengannya. Setelah aku selesai cerita,Vino pun menyeletuk
" Kayaknya kamu jangan gegabah deh bab,mending kamu selesaikan masalah ini dengan anaknya tampa melibatkan orang tuanya. Apalagi bisnisnya,kasihan orang tuanya nggak salah apa apa kok kena imbasnya,dasar anaknya aja yang ke setan perangainya " ujar Vino padaku.
Setelah dipikir pikir,benar juga apa yang dikatakan Vino. Fine,kali ini aku kasih kesempatan kedua kalo dia minta maaf.
Aku pun bersiap siap,begitu juga dengan Vino. Saat akan berangkat,dad mengirim notice dan aku gegas membukanya.
" Dad : Sayang kamu dimana,dad sudah dari tadi nih menunggu kamu "
" Me : Sprry dad,aku lagi mau jalan ke sana. Nungguin Vino dulu,aku minta anterin dia soalnya "
" Dad : Ok,hati hati yach "
Kenapa aku harus terlibat dengan urusan ini,padahal dad bisa saja membatalkannya.
Karena aku pemegang saham juga di perusahaan dad. Yah,grandma dan grandfa memberikan saham atas namaku sebagai hadiah karena aku cucu satu satunya.
Selama perjalanan aku memutuskan diam,agar tak mengganggu konsentrasi Vino yang sedang menyetir.
Sesampainya di cafe,aku pun menanyakan tempat reservasi atas nama dad dan ternyata ruang privasi. Aku dan Vino pun diantar ke sana oleh pelayan cafe.
Sesampainya di sana,aku menatap sinis pada satu orang. Siapa lagi kalo bukan Eliza,masih bernyali dia rupanya karena dia masih terlihat angkuh padahal sebentar lagi miskin. Dasar nyebelin banget sih nih orang, pengen bet menjambak rambutnya sampai botak.
Aku pun menyapa dad dan lainnya,setelah basa basi busuk. Aku pun duduk di s…
CINTA REMAJA
CINTA REMAJA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments