Tekanan batin Miria membuat Shaka khawatir semkin lemahnya kandungan Ria. Saat ini Shaka benar benar tak mau ada masalah lainnya.
Tiba-tiba ada keributan di luar.
Indri datang dan melihat Miria dengan shaka yang sangat perhatian.
"Lo rebut perhatian shaka."
"Lo yang apa dateng-dateng nyolot lo!" kata shaka memebela.
"Gue hamil anak lo!"
Shaka dan Miria terkejut berasaan ekspresi mereka tak terlihat baik-baik saja. Indri menatap marah.
"Maksudl o apa Ha!" Tekan Shaka tak percaya.
" gue gak sentuh lo sama sekali, Lo halu lo" Ucap shaka membentak setengah keras.
"Kenapa gue halu, kalo kenyataannya lo nyentuh gue lo lupa." Miria meremas selimut dan tertunduk ingin menangis rasanya.
Indri tersenyum
"Gimana lo dah dapet dari apa yang mau gue kasih hadiah...."Shaka berdiri menghalangi wajah Indri menatap wajah Miria yang terlihat sedih.
"Kenapa lo gak suka!" Kata Indri. ketika Miria tiba-tba mengangkat wajahnya menatap wajah Indri kesal. Miria melihat Punggung shaka sedikit menghalanginya.
Shaka di lewatinya dan hendak menampar Miria tapi gerakan Shaka melindungi lebih cepat.
Plakkk..
Indri mundur.
Wajah shaka di tampar Indri dengan keras.
ada goresan luka dan berdarah.
"Shaka... Miria menatapnya khawatir
"gak papa." Miria melihat sobekan di pipi Shaka sedikit kecil.
Tapi, darah begitu banyak
"Lo ikut gue sekarang!" Putusnya menatik tangan Indri. Tak tega dan merasa suasana kamar tak baik untuk Miria Shaka menatap Miria dengan isyarat semua akan ia urus dan akan baik-baik saja, tenangs ebentar.
Dua pengawla wanita masuk salah satu berjaga dan satunya menahaan Miria untuk tetap tenang.
Tanpa shaka bicara mereka cepat bertindak.
Indri pergi dan Miria melihat dengan tatapan kesal.
Didepan rumah sakit sekarang area parkiran.
"gue gak suka lo, indri"
"dan Lo bilang kalo Lo dah buat semuanya hilang, gue akuin dulu gue suka lo karena lo yang menurut gue baik gak tahunya Lo penuh tipuan dan lo licik In.. lo liciik!" Tekan Shaka lagi.
"Gue gak licik gue cuman mau apa yang kemarin…
Anxietas
Indri hamil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments