Rudi setengah berlari sambil menggendong Wardah di punggungnya dan tas ransel ukuran besar di dadanya. Ia memburu waktu untuk mengejar bus yang menuju stasiun Tokyo.
Lelaki itu tidak menghiraukan tatapan heran dari orang-orang yang dilaluinya. Yang penting baginya adalah dapat segera mencapai halte bus. Ini juga akibat ulahnya sendiri yang terlalu bersemangat melakukan trial and error semalaman.
Wardah yang berada di punggung Rudi hanya bisa pasrah sambil memeluk erat leher sang suami. Ia masih mengantuk dan kakinya terasa lemas. Semalam keduanya memang sama-sama saling merindu, sehingga melupakan rencana perjalanan yang padat esok hari.
Mereka tiba di halte saat bus yang menuju ke stasiun Tokyo datang. Rudi menurunkan Wardah dari punggung nya dengan hati-hati kemudian membantu istrinya itu untuk naik ke atas bus yang sudah berisi tiga perempat nya.
Lelaki itu mengeluarkan topi rajut dengan penutup telinga kemudian memasangkan ke kepala Wardah. " Tidurlah lagi, kalau sudah sampai aku bangunkan.", ucapnya sambil menyandarkan kepala Wardah ke bahunya dengan lembut.
Wardah hanya bisa menganggukkan kepalanya. Sepertinya ia harus mengikuti perkataan sang suami, matanya memang terasa berat. Wanita itu melirik suaminya sejenak, ia heran, kenapa lelaki itu seperti tidak mengenal kata lelah?
Nyatanya, sepuluh menit kemudian keduanya tertidur dengan kepala Wardah yang menempel pada lengan sang suami dan kepala Rudi yang bersandar pada sandaran kursi. Beruntung keduanya bukan termasuk orang yang mendengkur dan ileran ketika tidur.
Rudi terbangun saat seorang penumpang yang akan turun tidak sengaja menyentuh bahunya. " Astaghfirullah... sudah sampai. War...bangun, kita sudah sampai.", ucapnya sambil mengusap lembut lengan sang istri.
Mata Wardah mengerjap, Rudi membantu sang istri untuk menegakkan tubuhnya. " Sudah sampai ya, Mas?", tanya Wardah yang berusaha mengumpulkan kesadaran nya.
" Iya, ayo kita turun dulu. Kita berganti naik shinkansen, kamu bisa tidur lagi nanti.", jaw…
Wardah
Goes to Japan 2
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments
Yuni Uni
/Facepalm/
2024-05-30
0