Pukul sembilan tamu sudah tidak ada lagi yang datang. Rudi dan Wardah memutuskan turun dari pelaminan untuk beristirahat.
Wardah tengah menghapus riasan di wajah nya, saat Rudi masuk membawa irisan buah semangka dan melon serta satu teko air putih bersama satu gelas kosong.
" War, setelah selesai, makanlah ini. Kamu terakhir makan sebelum Maghrib.", ucap Rudi sambil meletakkan piring berisi potongan buah itu di meja rias.
" Terimakasih, mas."
" Sama-sama."
" Mas, apa Fatma sudah di temukan? Ini sudah jam setengah sepuluh lho.", tanya Wardah dengan wajah cemas.
" Kamu tidak perlu mencemaskan gadis gila itu. Dia sudah berulang kali kabur dari rumah dan kembali dengan keadaan baik - baik saja.", jawab Rudi datar.
" Sebenarnya ada masalah apa di antara kalian, Mas? Coba dibicarakan pelan - pelan, toh dia masih saudara sepupumu sendiri."
Rudi memutar bola matanya jengah, " Kamu tidak tahu apa saja yang sudah dia lakukan, jadi mudah berkata demikian."
" Memang apa yang sudah dia lakukan ?", tanya Wardah penasaran sambil membersihkan make up di daerah mata.
" Dia masuk ke dalam kamar ini dan mencoba mencium ku saat aku sedang tidur...."
Wardah hampir saja mencolok matanya yang membulat dengan kapas yang berada di tangannya mendengar perkataan Rudi. " Astaghfirullah...", dengan cepat ia menoleh ke arah suaminya.
" Astaghfirullah...", ganti Rudi yang kaget melihat wajah Wardah yang separuh bersih dan separuh lagi masih menggunakan make up. Apalagi di bagian mata yang terlihat hitam melingkar karena Wardah memang sedang membersihkan bagian itu.
" Kapan itu terjadi?", tanya Wardah yang acuh dengan tampilan wajahnya saat ini. Dia lebih tertarik dengan cerita Rudi.
Rudi menelan ludahnya, " Saat aku kembali dari Jepang. Tapi aku berhasil memelintir lengannya dan memiting lehernya karena kukira dia maling. Setelah ku banting ke lantai ternyata anak itu.
Karena waktu itu mataku terpejam tapi aku tidak tidur.
Dia mau aku menikahinya karena katanya itu adalah cita-citanya sejak kec…
Wardah
Pelaku Sabotase
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments