Rudi yang memahami kegalauan di hati bapak mertuanya memutuskan untuk memajukan kepulangan ke Raketan menjadi pukul setengah satu siang. Meski mendapatkan protes dari Luna dan Husna karena masih belum puas melepas rindu, namun mobil rombongan kecil itu melaju juga.
" Mas, tumben agak ngebut bawa mobilnya?", tanya Wardah yang menyadari Rudi mengemudi lebih kencang daripada biasanya.
" Biar cepat sampai, War.", jawab Rudi tanpa mengalihkan pandanganya dari jalan.
" Kita kan tidak ada acara apa-apa setelah ini, santai saja Mas."
Rudi melirik sebentar ke kabin penumpang, semuanya tertidur di kursi baris kedua. " Kambingnya bapak ada yang mati satu, sepertinya bapak kepikiran terus dari tadi. Makanya aku majukan pulangnya jadi setengah satu.", ucap Rudi pelan.
" Ooo, kok bapak tidak cerita kepadaku ya, Mas?"
" Mungkin bapak tidak ingin merusak suasana hatimu saat menikmati liburan."
Wardah melirik ke arah Tholibin yang tertidur dengan kepala menyandar di sandaran kursi. Ia menghela nafasnya, semenjak Ia menikah, Tholibin tidak mau lagi menerima uang darinya.
Ayahnya itu juga jarang bercerita tentang kondisi rumah kepadanya. Sekarang, seperti ada jarak di antara mereka. Wardah tidak mengerti mengapa Tholibin jadi berubah seperti itu.
Pukul lima sore mereka tiba di Raketan, bersamaan dengan Fadil yang membuka pintu pagar sepulang dari piket kantornya.
Saat semua orang sedang sibuk menurunkan barang bawaan dari mobil, tidak seperti biasanya, Tholibin malah langsung menyeret Fadil yang terlihat gagah dengan seragam nya ke arah kandang.
" Bapak lihat sendiri kambing-kambing yang lain sehat-sehat kan? Kata Pakde Darsim yang mati itu kena sawan dari santet nya. Bangkainya dikubur di pekarangan belakang, ucap Fadil dengan suara berbisik.
" Hmm, begitu ya? Lalu pocongnya kamu simpan di mana?"
" Aman Pak, Fadil simpan di jok motor bapak."
" Astaghfirullah... Jadi pocongnya kamu bawa juga ke kantor polisi, Dil?", ucap Tholibin sambil melirik motornya yang memang biasa digunakan Fad…
Wardah
Pelaku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments
Sarita
ternyata yang jahat dapat karmanya .itu namanya senjata makan tuan .makanya JD orang jangan suka dendam .dendam hanya membuat prnderitaan
2024-08-16
1