" Maaf, tadi ada seledri yang menempel di ujung bibirmu.", ucap Rudi yang menyadari gadis di hadapannya itu terdiam.
Ia tidak bermaksud lancang, tapi entah kenapa tangannya reflek dengan sendirinya meraih tissue dan menyingkirkan seiris kecil seledri dari ujung bibir Wardah.
Rudi menelan ludahnya saat melihat Wardah masih terdiam. Mungkin ia harus minta maaf lagi. Pemuda itu sadar, hari ini ia harus berulang kali mengucap maaf pada Wardah.
" Maaf..."
" Tidak apa-apa Mas, terimakasih, aku cuma kaget saja.", potong Wardah cepat. Pasalnya hanya bapak dan ibunya yang pernah melakukan hal yang serupa dengan Rudi. Itupun saat dirinya masih anak-anak.
Kemudian keduanya kembali terdiam, sama-sama canggung dan bingung membuka pembicaraan. Wardah merasa sangat malu, karena sudah berusia tujuh belas tahun tetapi masih belepotan saat makan.
Sedangkan Rudi merasa bersalah karena tangannya telah lancang membersihkan ujung bibir seorang gadis dengan selembar tissue.
" Mm...War, bagaimana menurutmu rasa soto nya? Enak tidak? Enak mana dengan buatan Bude Kemi?", akhirnya Rudi memberanikan diri untuk membuka percakapan.
Pemuda itu sengaja menyinggung tentang makanan. Karena ia tahu Wardah suka segala sesuatu tentang makanan dan suka memasak.
Terbit binar di mata bening Wardah, Rudi tersenyum, ia tidak salah memilih topik pembicaraan.
" Sotonya enak, Mas. Lebih enak ini dari buatan Bude Kemi. Atau karena ini soto daging sapi, sedangkan Bude Kemi biasanya membuat soto ayam, ya?", ucap Wardah kembali bersemangat.
" Bisa jadi seperti itu, karena bahan makanan yang di olah berbeda.", timpal Rudi.
" Tapi sepertinya bumbunya ada yang berbeda, Mas.", ucap Wardah.
" Oh ya? Memang terasa lebih kuat bumbunya."
" Nah kan, mas Rudi juga bisa merasakan perbedaannya! Aku boleh minta resepnya tidak ya, Mas?"
" Waduh, aku tidak tahu, nanti coba di tanyakan saja."
" Besok-besok kalau pulang, aku ingin membuat soto daging madura untuk keluargaku...", ucap Wardah pelan sambil menunduk.
Rudi menghela naf…
Wardah
Rasa yang tak terucap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments
Fitri Nur Hidayati
jujur ajalah Rud. jangan dipendam ntar keduluan orang. semoga wardah bisa jaga diri g dijebak orang sesuai amanat kamu.
2024-02-06
1