" Jadi menurutmu Mamih mengeksploitasi Wardah begitu?!"
" Ya kalau Wardah kecapekan bagaimana Mamih? Dia itu masih kecil lho!"
" Mamih sudah bilang kalau tidak setiap hari. Hanya untuk meng input transaksi dan kas opname."
" Kalau begitu hanya akhir bulan saja, maksimal tujuh hari. Dan untuk sementara saja sampai Mamih mendapatkan pekerja yang cukup umur."
" Haaish... Susah mendapatkan orang yang bisa dipercaya, Mou."
" Belum dicoba Mamih, apa Mamih masih trauma dengan si Prita?"
" Ish, jangan sebut nama itu Mou, Mamih jadi mual."
" Ya sudah, tapi Mamih harus mempertimbangkan usia, fisik dan psikologis Wardah. Anak itu memang cerdas dan pekerja keras. Tapi anak itu masih dalam masa pertumbuhan. Masih membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan juga waktu untuk bermain.
Kasihan kalau otaknya terus menerus bekerja tanpa jeda. Kamu juga Lidy, kamu main setuju saja tidak diskusi denganku dulu."
Mami Lidya yang dari tadi menunduk tidak bersuara. Mengangkat kepalanya, " I'm sorry Darling ganteng...", ucapnya dengan senyum memelas. Papi Utomo hanya bisa menghela nafas melihatnya.
" Jadi bagaimana ini, Mou?", desak Oma Nancy.
" Iya seperti yang Mou bilang Mamih, ini untuk laporan bulanan kan? Mamih tutup buku panti setiap tanggal 25 kan? Ya mulai tanggal 25 sampai tanggal satu atau dua saja di setiap bulan."
" Ish! maunya Mamih, kalau Mamih ke panti biar di temani Wardah kan enak, Mou."
" Ya ampun Mamih, bilang saja kalau Mamih mau ditemani oleh Wardah, tidak usah mempekerjakan Wardah di panti."
" Ya itu juga sekalian begitu lho, Mou."
Papi Utomo menghembuskan nafas dari mulutnya. " Aduuuh Mamih, harus pilih salah satu, Wardah bekerja di panti untuk sementara atau Wardah tidak usah bekerja di panti tapi bisa menemani setiap Mamih pergi ke sana?"
Oma Nancy menggembungkan mulutnya karena kesal dengan anak pertamanya itu.
Tiba-tiba Mami Lidya mengangkat tangannya, " Begini saja Mamih, Darling... Bagaimana kalau begini, Wardah bekerja di Panti untuk sementara sampai menemukan pe…
Wardah
Semua Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments