Seperti yang di janjikan oleh Bude Kemi, hari Senin pagi setelah sarapan. Di antar oleh pak Basman, Wardah dan Bude Kemi pergi ke pasar. Kali ini mbak Tutik yang biasanya ikut, tinggal di rumah, karena pekerjaannya belum selesai.
" Kamu mau ikut belanja dulu atau langsung ke Bank?", tanya Bude Kemi saat turun dari mobil. " Langsung ke Bank saja Bude, takut bawa uang banyak masuk ke pasar, takut ada copet.", jawab Wardah.
" Ya sudah, kalau sudah selesai urusan di bank, kamu kembali ke mobil saja.", saran Bude Kemi. " Iya Bude.", jawab Wardah. Keduanya kemudian berpisah menuju tujuan masing-masing.
Wardah menuju kantor unit Bank milik pemerintah yang unitnya juga banyak terdapat di daerahnya. Seorang petugas satpam membukakan pintu untuknya.
" Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu ?", tanya satpam itu ramah. Wardah merasa gugup diperlakukan seperti tamu istimewa. Padahal semua nasabah yang datang diperlakukan sama. Gadis itu saja yang belum pernah mengalaminya, jadi timbul rasa grogi.
" Eh,...itu...s-saya mau membuka rekening tabungan.", jawabnya terbata. " Oh, buka rekening baru, ya? Silahkan ambil nomor antrian ini dan menunggu di sana. Nanti akan di panggil sesuai nomor antrian.", jelas satpam itu sambil memberi secarik kertas bertuliskan nomor 07 dan mempersilahkan Wardah untuk duduk di kursi yang tersedia.
Wardah menurut saja, ia pun duduk di kursi berada beberapa orang yang juga menunggu giliran. Setelah menunggu selama dua puluh menit, barulah nomor antriannya di panggil. Ia dipersilahkan menuju meja customer service.
Petugas customer service yang bernama Maya memproses pembuatan rekeningnya dengan ramah. Wardah memperhatikan penampilan Maya yang cantik dan rapi. Maya juga menggunakan parfum yang wanginya tercium sampai ke hidung Wardah. Gadis itu terpesona, akankah ia bisa bekerja di bank seperti Maya? pasti sekolahnya sampai jenjang sarjana, pikirnya.
" Sudah mbak Wardah, silahkan menunggu untuk di panggil petugas teller kami. ", suara Maya yang merdu mempe…
Wardah
Latihan bersama Luna
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments