Eps. 19
Cailyn menunduk dan tersenyum. Menjawab pun sepertinya tidak akan ada hasilnya. Ia paling tidak suka untuk berdebat.
"Aku sangat senang kau membawa ku makan di tempat ini. Makanannya sangat enak."
"Lyn …?" ucap Luke dengan sedikit penekanan. Kini senyuman yang selalu muncul di wajah laki-laki tampan itu tidak terlihat lagi. Luke bahkan menatap Cailyn tajam dengan alis yang hampir bertaut.
"Benar kata Ayara. Orang-orang tidak akan percaya ucapanku. Dan aku tidak ingin mengadu pada mu. Semuanya akan sia-sia."
Cailyn bangkit dari duduknya dan bersiap akan pergi. "Terima kasih untuk makanannya. Dan ku harap, kau tidak perlu mencariku lagi.
Sebenarnya aku tidak tahu kenapa kau ingin berteman dengan ku, karena sedari awal seharusnya kita tidak pernah dekat.
Ah, aku juga penasaran kenapa kau tiba-tiba mendekati wanita yang bukan siapa-siapa seperti ku," ucap Cailyn tersenyum miris.
"Maaf jika aku berkata buruk tentang orang yang kau sayangi, terima kasih atas semuanya. Permisi." Cailyn sedikit membungkuk lalu pergi dari hadapan Luke.
Luke masih bergeming, membiarkan Cailyn pergi begitu saja.
Sedangkan Cailyn sudah berlalu dengan berjalan cepat meninggalkan restoran itu. Hatinya sakit, ia kecewa, namun ia tetap tidak ada keinginan untuk menangis, karena sejak awal Luke bukanlah siapa-siapa.
Hanya seseorang yang begitu luar biasa yang mau menolong Cailyn.
Itu saja. Jadi Cailyn tidak perlu berharap Luke akan menyukainya.
"Semua sudah berakhir. Aku harus kembali pada kenyataan yang seharusnya ku hadapi."
Cailyn menoleh untuk mencari pemberhentian bus terdekat. Ia tidak punya cukup uang untuk menaiki taksi. Meskipun uang itu ada, ia lebih memilih menyimpannya agar tidak meminta pada pamannya terlalu banyak.
Gadis yang sedang patah hati ini berlari dan berjalan cepat ke arah halte. Entah mungkin butuh waktu sepuluh atau lima belas menit berjalan. Ia ingin segera pulang.
Hanya berselang beberapa menit setelah Cailyn pergi, Luke keluar dengan sedikit berlari mencari kebera…
Luca
Perang dingin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments