Suasana bar eksklusif di kawasan Gangnam malam itu terasa remang dan tenang. Denting gelas kristal serta alunan musik jazz ber-gita pelan mengiringi aroma wiski mahal yang memenuhi sudut area VIP.
Di salah satu sofa kulit melingkar, Danny duduk menyandarkan punggungnya seraya memangku satu kaki. Di sekeliling meja tebal bernuansa gelap itu, tiga sahabat dekatnya berkumpul—para pria ber pengaruh di lingkaran atas Seoul yang selalu menjadi tempatnya berbagi rahasia.
Namun, perhatian Danny sama sekali tidak tertuju pada percakapan ringan yang dilontarkan dua kawan di sampingnya. Pandangan matanya yang tajam dan pekat terkunci lurus pada Maxy, yang duduk di seberang meja.
Maxy sama sekali tak menyentuh ponselnya—sebuah pemandangan amat langka. Pria yang biasanya paling bising dan lihai tebar pesona itu kini malah melamun. Jemari panjangnya memegang tangkai gelas berisi es batu, mengocoknya pelan melingkar-lingkar hingga denting es dan pusaran air di dalam gelas menjadi satu-satunya fokus perhatian pria itu. Tatapan matanya menerawang jauh, seolah kepalanya masih tertinggal di pintu vila pegunungan Gangwon malam kemarin.
Danny menyunggingkan senyum miring yang amat tipis. Ia menyesap wiskinya perlahan, menikmati raut linglung sahabatnya sebelum akhirnya memecah keheningan di antara mereka.
"Bagaimana, Maxy?" bisik Danny dengan suara bass-nya yang tenang namun sarat akan intonasi menyindir. "Apa 'barang pesanan' kemarin malam sampai dengan selamat?"
Mendengar pertanyaan Danny, Maxy menghentikan gerakan tangannya. Ia meletakkan gelas yang sedari tadi dimainkannya ke atas meja kaca, lalu mendongak menatap Danny.
Tatapan matanya yang tadi menerawang kosong kini berganti dengan sebuah sorot mata tajam yang berbinar penuh perhitungan. Senyuman tipis dan sarat akan makna—sebuah lengkungan bibir yang persis ia tunjukkan saat berada di depan pintu vila Ria—kembali terukir di wajah bad boy-nya.
"Selamat, dan seratus persen sesuai pesanan, Danny," jawab Maxy santai, menyandarkan pu…
Docter In Seoul
47. Maxy
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments