Libur akhir tahun telah tiba tapi tidak dengan Arsen. Pria itu masih berkutat dengan pekerjaannya, padahal semua karyawan Harrington Group telah diliburkan sejak dua hari yang lalu.
Seolah sudah menjadi hukum tetap bagi Arsen untuk tetap bekerja, apalagi, beberapa hari lalu salah satu gudang perusahaan tekstilnya terbakar dan menimbulkan kerugian hingga ratusan juta.
Arsen memijit pelipisnya, pening menyambangi kepalanya sejak dua hari terakhir. Menghantam sebagian kepalanya, belum lagi rasa mual ketika mencium aroma-aroma makanan tertentu membuatnya kian digandrungi rasa sakit kepala ringan.
Suara ketukan pintu mengalihkan fokusnya sesaat, tanpa perlu menduga-duga, ia sudah tahu siapa yang mengetuk pintu. Galen menyembulkan kepalanya sesaat sebelum memasuki ruangan bosnya itu seraya membawa berkas seperti biasanya.
"Tuan, saya mau melaporkan sesuatu," katanya menatap pimpinannya yang tampak sedikit berbeda.
Arsen menengadah, "Ya, katakan. Kau sudah menemukan siapa pelakunya? Apakah mereka sudah ditangkap?" cecarnya dengan raut wajah yang serius.
Galen tampak berusaha setenang mungkin. Jujur saja, melihat ekspresi Presdir, mendadak ia jadi takut padahal telah ia kumpulkan keberanian sebelum mendatangi ruang kerja Arsen. "Belum, Tuan," jawabnya singkat dan jelas sambil menunduk dan memejamkan kedua mata. Dalam hati ia merapal doa agar tak terkena sembur kemarahan seorang Arsenio.
Arsen langsung berdiri dan menatap Galen dengan tajam. "Belum? Dua hari ini apa yang kau kerjakan kalau begitu?" tanyanya ketus. Sedangkan Galen hanya terdiam membisu. Tak tahu harus memberi penjelasan apa pada boss-nya itu.
Arsen mendesah panjang lalu kembali terduduk di kursi kebesarannya. Keningnya sedikit berkerut ke dalam, tanda ia sedang berpikir serius. "Berikan aku berkas laporannya," katanya kemudian. Galen mengangguk lalu segera mengambil laporan yang diminta Arsen di ruangannya.
"Ini, Tuan, laporannya. Yang berwarna biru adalah laporan kerugian sedangkan yang map merah adalah lapo…
Pewaris Itu Suamiku
PIS 17 — Sesal yang Terlambat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments
『ꌚꉣꋫ꒓ꋫ꓅ꂑꌚ』ꇓꂑꋫꆂ ꁒꂑꁹꁍ 🅰️
kenapa dipercelas CUKUP LAMA/Sob/
2024-01-06
2
『ꌚꉣꋫ꒓ꋫ꓅ꂑꌚ』ꇓꂑꋫꆂ ꁒꂑꁹꁍ 🅰️
ya ampun si bunda/Sob//Facepalm//Smile//Drool//Determined/
2024-01-06
1
Mukmini Salasiyanti
atututuutuuu tuuu
Poor, Jeana...
tu lah sok sok an..
wkwkwk
2024-01-03
1