Jeana menatap pantulan dirinya yang penuh lebam dan bekas kemerahan di sekitar leher hingga bahunya. Kemudian, pandangannya menatap marah pada Garong yang menyeringai menatapnya.
"Tenang saja, aku akan membalaskan dendammu, Sweetie," katanya lalu berjalan keluar dari apartemennya sambil tertawa keras. Tawa yang membuat Jeana muak dan jijik. Muak pada nasibnya dan jijik pada dirinya sendiri.
"Kenapa? Kenapa aku yang harus menerima keadaan seperti ini?!" teriaknya marah melemparkan segala hal yang berada di depannya.
"Tidak! Tidak bisa! Jika aku hancur, kau juga harus hancur! KAU HARUS HANCUR BERSAMAKU NADIRA!" teriaknya murka. Ia marah dengan apa yang ia lakukan sendiri.
Kemudian, otak liciknya mulai menyusun rencana-rencana untuk membalaskan dendamnya kepada Nadira. Sudah ia putuskan untuk mencari tahu segala hal tentang Nadira. Sekalipun ia akan hancur, setidaknya ia akan hancur dalam keadaan telah membalas dendam!
***
Pagi hari, Nadira sudah duduk di meja makan, menantikan sarapan saat Arsen baru saja selesai dari olahraga paginya. "Pagi, Mas. Sini sarapan dulu," kata Nadira menyapa hangat suaminya itu.
Tetapi, begitu mendekati meja makan, mendadak perutnya terasa mual. Melihat Arsen yang tampak payah karena terus merasa mual saat menghirup aroma masakan, Nadira mendadak merasa kasihan.
"Aduh, Mas, kok kayaknya kamu makin parah, sih mualnya?" tanyanya seraya mengusap-usap tengkuk Arsen lembut.
"Aku juga gak tahu, huweeek!" Arsen kembali memuntahkan susu protein yang sempat diminumnya sebelum olahraga.
"Aku buatin bubur, ya?" tawarnya yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Arsen.
"Gak boleh! Kamu gak boleh masak saat sedang hamil seperti ini!" katanya setelah menyeka sekitar mulutnya dengan tisu. "Aku, aku makan roti saja, itu yang paling aman!" katanya lagi lalu mengajak Nadira kembali ke meja makan.
Para pelayan itu dengan sigap melayani kedua majikannya. Nadira tampak lahap memakan sarapannya sedangkan Arsen harus menelan ludah sebab hanya bisa makan roti de…
Pewaris Itu Suamiku
PIS 18 — Keinginan Kecil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments
Mukmini Salasiyanti
Pleeeeeeeease, Jeana...
Kembalilah ke ASALmu!!!!
Apa Hidup akan 'Hidup' dgn Dendam??
Ducatiiiii??
Hmmm keinginan unique...
Bolehlah....
tak kasi Flower deh..... 😃🌻
2024-01-08
3
Mukmini Salasiyanti
Hi, ArSeNa....
what day is today???
vote 4 U...
😘🥰😍
2024-01-08
1
Munji Atun
Ok thanks upnya thor 💖
ditunggu terus nextnya jgn lama ya
yuuk tambah semangat nulisnya 💪😘🌹
2024-01-06
1