"Astaga... kalian ini!" geram Bu Lilis sembari berkacak pinggang.
"Dia... dia menampar saya, Bu! Padahal saya nggak salah apa-apa, Bu. Memang dasar anaknya aja yang keras kepala dan nggak bisa di atur!" seru Santa semakin melebih-lebihkan seraya bangkit berdiri.
"Dasar mulut ember! Eh... kalau lo nggak ngomong sembarangan, nggak mungkin gue bakalan begini. Ibu tahu nggak... dia itu ngatain saya cewek murahan... wajar dong saya emosi dan marah-marah sama manusia kayak gini! Kalau perlu itu mulutnya di jahit aja sampai meleber kemana-mana atau nggak di jahit aja. Biar nggak bisa ngomong sekalian!" jawab Mutiara dengan kesal.
"Itu kan, Ibu lihat betapa kasarnya dia!" lirih Santa semakin memperkeruh keadaan.
"DIAM!" gertak Bu Lilis.
"Saya nggak mau menguras tenaga untuk mengurusi siswa nakal seperti kalian. Sekarang kalian pergi menghadap guru BK... sekarang juga!" suruh Bu Lilis dengan emosi menggebu-gebu.
"Ini semua gara-gara lo! Awas aja lo nanti," bisik Mutiara dekat telinga Santa lalu pergi meninggalkan koridor kelas.
Bu Lilis hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kedua anak muridnya. Anak usia remaja memang cenderung labil dan belum mampu untuk mengontrol dirinya.
Kring!
Kring!
Kring!
Bel sekolah pun berbunyi, waktunya untuk istirahat. Semua siswa bergegas berhamburan keluar dari ruangan kelas.
"Li... permisi! Aku mau nanya, ruangan BK itu yang mana?" tanya Dio dengan pelan saat Lili hendak beranjak dari atas kursinya.
Lili langsung mengernyitkan dahi, sembari melemparkan tatapan sinis ke arah Dio.
"Kenapa lo nanya-nanya ruang BK? Jangan bilang lo mau nyamperin Mutiara?" tebak Lili berusaha memastikan.
"Iya," jawab Dio dengan pelan.
"Yauda... sini bareng gue aja! Gue juga mau ke ruang BK," ajak Lili dengan ekspresi wajah datar.
Entah mengapa, Lili tidak menyukai Dio. Memang Dio tidak pernah melakukan kesalahan atau masalah apapun pada Lili. Namun kehadiran Dio membuat Mutiara tiba-tiba berubah 360 derajat.
"Terima kasih!" lirih Dio sembari mengikuti…
My Sweetheart
Rasa Yang Berbeda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 24 Episodes
Comments