"Gue beli ini apa ini aja ya? Tapi... kuning ini lucu banget. Tapi... tapi putih juga gemes banget!" seru Lili mulai kebingungan memilih pena dengan berbagai macam warna.
"Pulpen kan tujuannya buat nulis, ngapain sih mempermasalahkan lucu, imut atau segala macamnya?" cerca Mutiara dengan kesal karena bolak balik mengitari rak-rak alat tulis.
"Ihh... apaan sih! Lagian kalo kita mau beli sesuatu ya wajar milih-milih. Lo juga kalau beli barang pasti milih dulu, memastikan benefit setiap barang! Yakali lo lihat langsung beli, impossible!" jawab Lili dengan santai.
"Iya... iya... gue iyain deh! Silahkan beli apapun yang lo mau sepuasnya. Gue ikut-ikut aja deh!" ujar Mutiara sembari mengikuti langkah Lili.
"Nah gitu dong! Baru teman gue, ayo buruan pegang nih keranjang. Gue mau lihat-lihat kertas binder dulu!' suruh Lili seraya menyerahkan keranjang belanjaanya.
"Ihhh... dasar ya manusia nih satu! Nyusahin aja, lo pikir gue ini babu atau pembantu lo!" omel Mutiara namun tetap menerima keranjang belanjaan tersebut.
Empat puluh lima menit telah berlalu, akhirnya Lili selesai dengan segala drama perbelanjaanya. Dia memborong banyak pena warna-warni, berbagai macam kertas dan alat tulis lainnya. Untungnya lagi diskon besar-besaran, jadi dia hanya membayar setengah harga.
"Lo beli itu semua buat apa sih, Li?" tanya Mutiara sembari menikmati es krim sandwichnya.
"Ya banyak... buat nulis, buat jurnal, pajangan... ah pokoknya banyak deh!" jelasnya pada Mutiara.
"Oh..." balas Mutiara dengan singkat.
"Idih.... mulut lo kayaknya malas banget ngomong sama gue ya. Apa jangan-jangan lo gerah ya, karena posisi gue udah di ambil sama anak baru itu?" cerca Lili dengan serius.
"Dio maksud lo? Dia nggak ada hubungannya sama sekali, Lili. Emang gue seberubah apa sih? Gue merasa biasa-biasa aja, lo aja kali yang sensian atau lagi PMS, jadi moodnya naik turun gitu!" jelas Mutiara kembali menikmati es krimnya.
"Jelas... kita nggak akan pernah merasakan perubahan itu, karena orang lain yang me…
My Sweetheart
Tiba-Tiba
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 24 Episodes
Comments