Tokk... tokk... tok
Suara ketukan pada pintu berwarna cokelat tua.
“Permisi... Dio... permisi,” ucap Mutiara sembari melirik arloji di lengan kirinya.
Sudah lima menit Mutiara berdiri di depan rumah berwarna abu-abu dengan sentuhan gaya minimalis itu. Namun, nampaknya tidak ada satupun manusia di dalam rumah tersebut. Lagi-lagi dia mengetuk pintu tersebut namun tidak ada jawaban sekali.
“Apa gue salah rumah ya? Ah, tapi nggak mungkin. Ciri-ciri rumah ini sama persis dengan yang diucapkan Bulik,” ujar Mutiara sembari melirik dari balik jendela kaca berwarna hitam.
“Hmm... Kamu ngapain di sini?” ucap seseorang dari belakang hingga membuat Mutiara terkejut bukan kepalang.
“Argh... lo ngagetin gue aja! Untung jantung gue sehat, kalau copot tiba-tiba gimana coba?” seru Mutiara dengan kesal.
“Maaf,”
“Lagian kamu ngapain di sini? Ngintip-ngintip segala ke dalam rumah?” balas Dio dengan raut wajah datar.
“Ya... ya, gue ke sini cuma mau jenguk lo doang,” jawab Mutiara dengan pelan.
“Aku nggak apa-apa! Nggak perlu di jenguk, lebih baik kamu pulang aja,” saran Dio tanpa mempersilahkan Mutiara untuk duduk, atau sekedar basa-basi yang lain.
"Hah... demi apa? Gue diusir? Gue nggak salah dengar kan? Gila nih cowok, yakali gue udah susah payah nyari rumahnya dan nunggu sampai lama, masa langsung di usir gitu aja? Wah gila... benar-benar gila nih cowok!” geram Mutiara dalam hati.
“Lo... nggak ada niat bilang makasih trus nawarin gue masuk ke rumah lo... atau sekedar basa-basi apa gitu?” tanya Mutiara seraya mengernyitkan dahi.
“Di rumah nggak ada orang, takut nanti jadi fitnah,” elak Dio bersikeras.
“Alasan klasik!” sindir Mutiara sengaja mengencangkan suaranya.
“Kamu sangat keras kepala. Yaudah... silahkan duduk di kursi teras ini. Sebentar, aku ke dalam dulu,” pamit Dio seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Baiklah! Terima kasih,” jawab Mutiara cengengesan.
Sementara menunggu, Mutiara mengedarkan pandangan pada sekitar. Taman kecil yang dipenuhi berbagai bunga berwarna w…
My Sweetheart
Larangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 24 Episodes
Comments