Semua mayat sampai di rumah Reni. Ya, di rumah Reni. Karena setelah mendengar kabar duka, banyak warga tempat mereka datang ke rumah sakit. Dan beberapa tetua sana menyarankan untuk mengadakan acara tahlilan bersama.
Sekarang mayat sudah selesai kebumikan, dan kuburan mereka berdekatan.
Nisa mulai menangis dengan meraung. Dia masih mengatakan jika Safa dan anaknya pembawa sial. Bahkan terang-terangan menolak adanya anak Safa dan Hardi.
Beberapa orang mulai kasihan, dan mulai berekspektasi sesuai dugaan Nisa. Namun, beberapa orang lagi, malah menasehati Nisa, dan mengatakan jika semua adalah suratan. Bahkan, tidak ada anak yang lahir dengan kata pembawa sial.
Bahkan ada beberapa orang yang mulai membisikkan dugaan-dugaan mereka. Mereka mengatakan, jika selama ini Nisa pasti cemburu, karena kedekatan Safa dan bu Reni, makanya baru sekarang Nisa mengatakan hal-hal keji itu.
"Yang sabar ya Bu Nika, bayi ini bukan pembawa sial, seperti dugaan Nisa. Dia bayi suci, yang mungkin membawa keberkahan untuk keluarga." bisik seorang perempuan yang biasa di panggil ustazah oleh orang-orang di sana.
"Iya, aku akan merawatnya. Karena ini adalah permintaan Safa. Selain itu, dia juga merupakan anakku, anak yang dilahirkan oleh adikku. Mungkin, dia adalah penggantinya." sahut Nika dengan menatap bayi yang mulai terlelap di pangkuannya.
Nika kembali mendapatkan kata-kata semangat dari ustazah, beliau juga mengatakan jika merawat anak yatim piatu akan mendapatkan pahala yang begitu besar.
Malam harinya, tinggal lah, beberapa orang di rumah Reni, termasuk kerabat dan juga saudara dekat dari almarhum.
"Maaf, sebelumnya saya selaku abang kandung dari Reni, ingin mengatakan tentang warisan. Memang, ini masih dalam keadaan berduka, namun hal ini harus di luruskan segera, mengingat saat inilah, semua orang berkumpul." ujar Abang tertua Reni.
Reni memiliki dua Abang, dan satunya lagi udah almarhum. Jadi, sekarang tinggal lah satu. Yaitu, yang jadi juru bicara.
"Begini, menurut pengetahuan kami…
Pengorbanan Anak Pertama
Di Kota Yang Sama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments
Teteh Lia
Warisman oh Warisman. entah di dunia nyata atau di dunia Maya pun, selalu jadi rebutan.
🌹🌹 dulu buat Nika.
2024-08-28
1
kaylla salsabella
ku doakan gak berkah Nisa warisan mu
2024-08-28
1