Keduanya kembali berdebat, mereka saling menyalahkan dan maunya menang sendiri.
Bahkan mereka tidak pedulikan anak-anak yang menangis melihat pertengkaran ke duanya. Bahkan anak sulung berteriak untuk menghentikan mereka.
"Diam diam diam ... Kalian bisa diam gak?" teriak Satria pada anak-anaknya.
"Jangan pernah membentak anakku." larang Nisa berteriak.
"Mereka juga anak-anakku." balas Satria.
"Iya, hanya bermodal benih, tanpa memperdulikan kebutuhan mereka. Bahkan mungkin, tidak ada sepersen pun uang darimu yang masuk ke perut mereka." sindir Nisa tajam.
"Kamu?" Satria mengangkat tangannya.
"Mau tampar? Tampar lah ... karena memudahkan aku untuk menggugat ceraimu." ancam Nisa.
"Aku udah lelah, lelah bersamamu. Mulai sekarang keluar dari rumahku." usir Nisa.
"Kamu?"
"Apa? Mau minta maaf? Maaf, aku tidak sebodoh itu lagi. Aku muak, aku muak dengan masalah-masalah yang selalu menimpa saat bersamamu. Kamu tidak pernah menghargai aku sedikitpun. Aku banting tulang, kamu di rumah, bahkan tak jarang kamu menghabiskan uangku hanya untuk kepentingan mu. Saat aku memintamu bekerja apa yang kamu lakukan? Kamu mencuri, kamu jadi pencuri. Dan sekali harta ataupun uang yang masuk ke perut kami adalah HARAM!" jelas Nisa menggebu.
"Dan kamu juga menikmatinya kan? Bahkan semua ini juga haram." kekeh Satria tanpa merasa bersalah ataupun menyesal sedikitpun.
"Iya, aku memang menikmatinya, dan itu adalah salah satu penyesalan yang terbesar di hidupku. Dan sekarang, aku akan mengembalikan semua yang menjadi milik anaknya Hardi. Aku gak peduli, aku gak peduli bahkan jika nanti aku gak punya apa-apa." ucap Nisa.
"Kembali lah, kembali lah ... Biar kamu hidup miskin selamanya." ancam Satria.
"Itu lebih baik, dan keluar lah dari rumahku ..." usir Nisa.
Dengan langkah lebar, Satria keluar tanpa membawa apapun. Dan membanting keras pintu, yang membuat kedua anaknya terkejut.
Nisa langsung berteriak histeris. Akhirnya dia sadar kenapa Ibunya tidak merestuinya tempo dulu. Dia sadar, kenapa Ibu d…
Pengorbanan Anak Pertama
Mengembalikan Warisan Fardi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments
Teteh Lia
syukurlah, akhirnya Nisa paham.
saking bucinnya, Nisa sampe nda bisa bedain yang benar dan yang salah
2024-09-18
0
Arieee
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2024-09-12
0
kaylla salsabella
lanjut thor semangat berkarya thor 🥰🥰🥰
2024-09-12
0