Nika langsung memilih istirahat. Dan dia meminta Amar untuk tidur bersama Kanaya.
Semula Amar menolak, dia berdalih ingin bersama keponakannya. Namun, Nika mengatakan jika bayi kebanyakan begadang saat malam, dan Nika takut, jika Amar akan terganggu dengan hal itu.
Benar saja, Nika harus begadang sampai subuh hari, di karenakan anaknya Safa yang begadang semalaman.
Alhasil, Kanaya yang menyiapkan sarapan tanpa membangun Nika yang terlelap.
"Kita berangkat aja ya, kasihan Kak Nika, semalam dedek bayi menangis terus." ujar Kanaya memberikan tas kepada Amar.
"Tapi jajan aku?" tanya Amar.
"Tenang, ada sama kakak, nanti kakak kasih lebih banyak." bisik Kanaya membuat Amar kegirangan.
Nika terbangun saat sudah jam sembilan. Dia terkejut, karena bangun setelat itu. Beruntung, dia memiliki adik-adik yang mandiri, sehingga sarapan untuknya pun udah tersedia.
Dengan mengandalkan pengalaman saat Amar bayi dulu, Nika memandikan bayi Safa dengan air hangat. Beruntung, Safa sudah menyiapkannya segala keperluan untuk bayinya. Jadi, Nika tidak repot-repot untuk mencarinya lagi.
Abrar memutuskan untuk berjalan berkeliling tempat itu. Menurut informasi yang di dapatkan sama Ayahnya. Samsul berada tidak jauh dari tempatnya sekarang. Mungkin, hanya membutuhkan waktu sekitaran setengah jam-an untuk sampai ke desanya Samsul.
Dengan memakai masker, Abrar memutuskan untuk jalan-jalan kearah sana. Dan berharap bisa melihat Samsul, untung-untung bertemu Nika.
Akhirnya Abrar sampai di kampung Samsul. Dan dia tetap melajukan sepeda motornya, tanpa berniat untuk mencari kediaman Samsul. Karena dia takut, jika nanti Samsul akan menyembunyikan Nika-nya.
Benar saja, setelah melewati beberapa rumah. Terlihat Samsul, sedang melayani pembeli di warung kecilnya. Tanpa pikir panjang, Abrar melajukan sepeda motornya, ke arah warung tersebut.
"Bang, air mineral satu." pinta Abrar pada Samsul.
Karena memakai masker, dan rambut Abrar yang gondrong, Samsul pun, tidak mengenalinya lagi. Apalagi, dia hanya be…
Pengorbanan Anak Pertama
Ancaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments
Teteh Lia
🐠🐠🐠🌹 meluncur
2024-08-29
1
Teteh Lia
semoga mereka dapat bertemu dan bersatu
2024-08-29
1
Sulfia Nuriawati
dih g mikir nguasai harta warisan tu g berkah bikin penyakit, lm² lbh kere hdup lu
2024-08-29
1