"yang memaksa gue untuk berpura-pura jadi Senja siapa?" tanya Arsya, menaikkan sedikit nada bicaranya.
"gue juga ngak pengen kali, berpura-pura!" lanjut Arsya.
"apa yang kalian lakukan hah?".
flashback
"ngapain disini?" tanya Arsya saat mendapati Rian sedang berbaring di ranjang nya.
"emang gak boleh, gue masuk kamar kakak gue sendiri?" balas tanya Rian.
"Dan sebenarnya Lo itu siapa sih?
Arsya, Kay atau Senja?" lanjut tanya Rian dengan nada mengejek.
"maksud lo apa?" tanya Arsya dengan bingung, padahal ia tau maksud Rian.
Rian mulai mendekati Arsya perlahan"ngak usah berlagak bego! Yang tadi itu Lo, kan?"
"apa loe ngak inget sama diri loe sendiri?"lanjut Rian dengan memperlihatkan senyum sinis nya, juga menatap Arsya tajam.
"loe itu ngak cocok gantiin kak Senja. Dan, kenapa juga loe harus berpura-pura menjadi kak Senja, hah?"
Arsya mulai kesal, ia rasa kejadian tadi cuman sepele. Kenapa juga Rian harus membesarkan nya seperti ini? Dan kalau tentang, kenapa dia berpura-pura?
Mereka lebih tau jawabannya!
flashback off
"Apa yang kalian lakukan?"
Arsya masih menatap Rian lekat, tanpa peduli dengan kedatangan orang tuanya.
"Arsya!!"bentak Andra. Karena melihat tidak ada yang menghiraukan nya.
Sedangkan Anna langsung menghampiri Rian, meski pusat perhatian Rian juga masih Arsya"apa yang dilakukan nya padamu?" tanya Anna pada Rian dengan khawatir.
"Arsya!!" Arsya menyeringai. apa dia baru saja di panggil dengan sebutan Arsya?
"Ma..pa..aku Senja. Bukan Arsya!"
"siapa Arsya?" tanya nya.
Andra yang merasa Arsya sedang mengejek nya tanpa sadar mendarat kan telapak tangan di pipi Arsya, dengan suara yang terdengar begitu nyaring.
Sedangkan Rian yang melihat perlakuan Andra pada Arsya hanya bisa menunduk dan merasa sedikit bersalah.
Arsya masih terdiam, meresapi rasa sakit yang menimpa pipinya. Tidak sesakit saat dia tau kalau dia masih punya orang tua, sedangkan dia dititipkan di panti!
Tidak sesakit saat kehidupan nya, menjadi kehidupan orang lain!
Tidak sesakit saat dia mempertanyakan, kenapa dia ada di dunia ini!
"ah.. kenapa kalian sangat egois?" tanya Arsya. Ia menatap mereka bergantian, dengan tatapan yang tidak bisa mereka artikan.
"saat aku bersikap seperti Senja. kalian memuja ku! seakan aku adalah putri kalian yang tidak boleh terluka sedikitpun."
"tapi sekarang..saat aku melakukan kesalahan! Kalian menganggap ku Arsya."
"aku itu siapa sih?"tanya Arsya.
"Arsya atau Senja!"Arsya terlihat berjalan dengan gontai ke arah kasur dan terduduk begitu saja, dengan raut wajah yang memperlihatkan kalau Arsya merasa bingung sama dirinya sendiri.
"kau sudah gila?"tanya Anna menghampiri Senja.
"kenapa kau berulah. hah? kenapa kau tidak selamanya seperti Senja?" sambung Andra.
setelah itu ia meninggalkan kamar Arsya, karena tidak ingin kembali lepas kendali.
"sialan!!" umpat Arsya. Ia sudah sangat lelah menjadi orang yang mudah ditindas! disalahkan! Juga tidak di inginkan!
Arsya berdiri dari duduknya"persetan dengan semuanya!" umpat Arsya kembali.
"tuan Andra! Nyonya Anna! Dan, kau!" tunjuk Arsya pada Rian.
"kalian yang membuat aku gila! Kalian!!" teriak Arsya, agar Andra yng sudah keluar bisa mendengarnya.
"kalian terlalu terluka dengan kematian putri kesayangan kalian. Hingga tanpa kalian sadari!! kalian memaksaku untuk menanggung semua derita kalian! Asal kalian tau? Selama ini aku tersiksa saat melihat kalian bahagia!"
"aku tersiksa saat kalian terus menyamakan aku dengan putri kesayangan kalian!"
"padahal aku juga putri kalian!"
"aku juga puti kalian, kalau kalian lupa! Selama ini, aku ngak minta apapun. Ngak pernah! Bahkan aku ngak pernah bertanya sama kalian, kenapa aku kalian bedakan? Dan apa salah aku?"
"karena aku tau kalian juga ngak punya jawaban nya!"
Arsya kembali gontai dan terduduk, kali ini ia menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut. Ia mengeluarkan semua tangisannya yang selama ini ia pendam,dia tidak ingin lagi berpura-pura terlihat kuat di depan mereka, sudah cukup is menahan nya sendiri selama lebih dari dua tahun ini,dan Arsya ingin mereka tau kalau dia sudah tidak kuat lagi.
Anna yang melihat tangisan Arsya merasakan sesuatu perasaan yang selama ini tidak pernah dirasakan nya, hingga ia juga memutuskan untuk keluar dari kamar Arsya.
Setelah merasa sedikit lega dan tenang,Arsya mengangkat wajahnya,menghapus paksa sisa-sisa air mata yang dikeluarkan nya tadi.
Tidak ada yang peduli dengan dirinya,semua pergi. tidak ada yang mencoba untuk menenangkan Arsya, sampai ia mendapati Rian masih menatap ke arah nya, dengan raut wajah yang tidak bisa Arsya artikan.
"kau bahagia Rian?"
"seharusnya kau biarkan saja aku bahagia sebagai Kay. karena aku tidak akan bahagia sebagai Arsya. apalagi saat aku berpura-pura menjadi senja!"
Tidak mudah bagi Arsya saat berpura-pura menjadi Senja, apalagi saat pertama kali. Mereka malah menghina Arsya, dan Arsya di buat serba salah. Saat tidak seperti Senja mereka menyamakan Arsya, dan saat Arsya berusaha seperti Senja mereka mengatakan kalau Arsya tidak pantas menjadi Senja.
Arsya ingin pergi, tapi dia tidak bisa. keadaan memaksa Arsya untuk terus bertahan. Arsya sempat berpikir untuk pergi, tapi Arsya memikirkan kembali,dia bukan Senja yang akan di ingat meski dia tiada. Karena dia masih berharap dianggap anak oleh mereka.
"gue capek Senja! Gue lelah sama semua ini. Perasaan gue ngak punya utang budi sama lo, tapi kenapa gue harus ngerasain rasa sakit di bandingin sama lo?"
"dan kenapa gue harus ngejalanin hidup loe? seharusnya gue ngak ikut mereka waktu itu. dan seharusnya gue ngak kasihan sama penyakit lo, yang pada akhirnya membuat gue kecewa sama diri gue sendiri!"
.
.
☘️selamat membaca! jangan lupa saran nya kalau ada kata-kata yang ngak cocok.
Dan like nya juga,fighting!!
🙂
🙂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments