"Sudah datang," sapa Kim yang keluar menemui Flower. Pria itu berdiri di ambang pintu, mengenakan kemeja santai berwarna biru muda yang tampak kontras dengan rambut hitamnya yang tertata rapi. Tatapan matanya lembut, namun ada kilatan samar di balik senyum ramahnya.
"Dokter Kim," sahut Flower dengan senyum cerah di wajahnya. Gadis itu tampak bersemangat, matanya berbinar saat menghirup udara segar di sekitar rumah. Rambut panjangnya yang dibiarkan terurai berayun pelan tertiup angin sore.
"Apa kamu menyukai tempat ini?" tanya Kim, melangkah ke sisi teras. Matanya memerhatikan ekspresi Flower dengan seksama, seolah ingin memastikan sesuatu.
"Iya, pemandangan di sini indah, udara segar, dan nyaman. Selain itu, tempat ini juga tenang, jauh dari keramaian," jawab Flower, mengedarkan pandangan ke sekitar. Pepohonan hijau membentang sejauh mata memandang, menyisakan rasa damai di hatinya.
Kim mengangguk pelan, menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Baguslah kalau kamu menyukainya," ucapnya, suaranya terdengar hangat meski matanya menyimpan sesuatu yang sulit diterka.
Flower menoleh, memandang Kim dengan rasa penasaran. "Apakah ini adalah rumah Anda?" tanyanya polos.
Kim tersenyum tipis sebelum menjawab, "Bukan. Ini adalah rumah temanku. Dia berada di luar negeri dan tidak akan kembali dalam waktu dekat. Aku membantu menjaga rumahnya, jadi kamu bisa belajar dan berlatih di sini." Suaranya terdengar tenang, tetapi ada nada samar di akhir kalimatnya yang sulit diartikan.
Flower tersenyum lebar, hatinya dipenuhi rasa nyaman. "Aku suka tempat ini, Dokter Kim. Aku berjanji akan berusaha dan tidak akan malas-malasan," ucapnya penuh tekad.
"Jangan panggil aku Dokter Kim lagi," kata Kim tiba-tiba.
Flower tertegun sejenak sebelum akhirnya tersenyum kecil. "Usiamu dengan Kakak Alan sepertinya sama, jadi aku akan memanggilmu Kakak Kim saja. Bersamamu, perasaanku seperti bersama kakakku," ujar Flower dengan suara lembut. Ia tidak menyadari bahwa kata-katanya justru memicu…
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan
Bab 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
mata akan bener bener buta kayaknya... gak punya otak bgt sihh..yalin dah pasti nyesel setelah tau siapa cic sebenarnya....
2025-04-05
0
Semangaaaat flower 😘😘😘 buktikan kolo kmu bisa sukses dan buat keluarga mu menyesal telah membuang muu
2025-04-04
0
Bu Kus
cari tahu yang benar Alan jangan sampe nyesel jangan di pandang karena sampulnya aja buat apa punya uang banyak tapi gak di gunakan dengan benar
2025-03-14
0