"Aku hanya tidak ingin adikku berhubungan dengan seorang pria yang belum tahu perasaannya sendiri. Flower masih muda, aku tidak ingin dia terjebak dalam urusan percintaan. Andaikan dia memang menganggapmu sebagai kakak dan penyelamat, aku bisa menerimanya. Tapi kalau dia mencintaimu, aku akan membawanya pergi," ujar Wilson dengan tegas, matanya menatap tajam ke arah Kim, seolah memberi peringatan terakhir.
Kim terdiam mendengar ucapan itu. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi apa pun, namun sorot matanya menggelap. Tanpa berkata sepatah kata pun, ia membalikkan badan dan melangkah pergi dengan langkah tenang, tapi penuh tekanan batin.
Wilson menghela napas berat, pandangannya tak lepas dari punggung Kim yang semakin menjauh. "Kim Anderson... pria yang sulit ditebak. Apa alasannya begitu perhatian pada gadis yang tidak ada hubungan dengannya?" gumam Wilson pelan, seperti bertanya pada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, di rumah sakit yang berbeda
Flower yang masih belum sadar terbaring lemah di atas ranjang. Selang infus menempel di tangannya, dan detak jantungnya terpantau lewat monitor. Kim berdiri di samping ranjang dengan jas dokternya, wajahnya penuh konsentrasi. Ia baru saja memeriksa kondisi Flower secara menyeluruh, setelah berhasil memindahkannya ke rumah sakit tempat ia bekerja—atas permintaan khusus yang ia ajukan sendiri ke pihak atasannya.
Siang itu, Flower menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada cedera serius. Kim fokus meneliti hasil rontgen yang telah dicetak, alisnya sedikit berkerut saat membaca lembar demi lembar.
"Untung saja tidak mengalami luka dalam," gumam Kim, suara lirihnya terdengar lega namun tetap profesional. Meski ia berusaha bersikap seperti dokter pada umumnya, sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih—sebuah kepedulian yang tak bisa dijelaskan hanya karena tanggung jawab profesi semata.
Di saat Kim sedang fokus meneliti hasil rontgen Flower, ponselnya yang diletakkan di meja bergetar pelan. Getarannya nyaris t…
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan
Bab 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
Isnanun
terlalu banyak rahasia kamu Kim tapi jangn sakiti Flower ya
2025-05-19
0
Bu Kus
lanjut lg dong thro makasih
2025-05-19
0
yuning
Kim terlalu misterius
2025-05-19
0