Sandro yang telah mendapatkan informasi atas perintah Kim Anderson, siang itu datang ke kediaman atasannya.
“Tuan,” ucap Sandro sambil menunduk sedikit, suaranya hati-hati. “Ternyata saat Nona Flower dirawat di rumah sakit, Tuan Besar datang menjumpainya. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi... mungkin saja karena itu Nona memilih untuk pindah dari kediaman milik Anda.”
Mata Kim langsung membelalak. Ia bangkit dari duduknya dengan cepat, menendang sedikit meja kopi di depannya tanpa sengaja. Wajahnya memerah karena amarah.
“Untuk apa Papa menemuinya?” serunya, nadanya penuh kemarahan dan ketidakpercayaan. Tangannya mengepal menahan emosi. “Aku yakin, pasti bukan sesuatu yang baik! Papa sangat suka ikut campur urusanku, aku akan menemuinya sekarang juga!”
Ia berhenti dan menatap Sandro tajam, sorot matanya tajam seperti elang. “Tetap awasi Flower. Aku ingin tahu semua gerak-geriknya! Dia mengatakan akan ke Jerman, tapi aku tidak tahu apakah ini hanya bagian dari kebohongannya atau bukan!”
“Baik, Tuan!” jawab Sandro cepat, sedikit terkejut dengan intensitas emosi atasannya.
Tanpa menunggu lebih lama, Kim beranjak dari ruang tamu. Langkahnya berat dan penuh kekesalan. Napasnya memburu, mencoba menahan amarah yang meledak-ledak dalam dadanya. Dengan cepat ia mengambil kunci mobilnya dan melangkah ke garasi. Mesin mobil dinyalakan dengan kasar, dan ia langsung melajukannya keluar dari gerbang rumah.
Mansion tempat tinggal David Anderson
Mobil Kim Anderson berhenti di depan pintu utama, ia langsung turun dan melangkah cepat. Wajahnya penuh emosi, sorot matanya tajam, menandakan ia datang bukan untuk kunjungan biasa.
Tanpa mengetuk atau memberi salam, Kim menerobos masuk ke ruang tengah—ruangan besar yang dipenuhi lukisan klasik dan perabot antik. Di sana, duduk seorang pria paruh baya dengan tubuh tegap dan aura otoritas yang memancar kuat dari sorot matanya. Dialah David Anderson, ayah Kim, yang tengah duduk santai menyeduh teh di kursi berlengan kayu ukir.
“Kenapa…
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan
Bab 44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
Bu Kus
semoga Kim bisa melawan ayah nya yang egois
2025-06-11
1
Akai Kakazain
thor ...btw si gadis rusuh kok ilang ya, kmna hrs di cari thor....
2025-06-12
0
yuning
terharu 🥺🥺❤️❤️
2025-06-11
0