Rumah Sakit – Koridor Lantai Tiga
Wilson berdiri dengan wajah tegang di koridor rumah sakit, kedua tangannya dimasukan ke dalam saku, Ia menatap tajam ke arah Alan yang baru keluar dari ruang dokter dengan wajah serius.
“Kakak, kenapa sampai saat ini masih belum bisa menemukan rekamannya? Apakah ada kendala lain?” tanya Wilson, suaranya mengandung campuran kekhawatiran dan kemarahan.
Alan mengangguk pelan, lalu menarik napas sebelum menjawab. “Aku baru dapat informasi… sudah ada orang yang mengambil rekamannya. Ada yang melihat kalau adik didorong oleh seseorang dari pinggir jalan. Hanya saja wajah orang itu tidak terlihat. Karena posisi saksi cukup jauh,” jelasnya dengan nada datar namun tegas.
Mata Wilson menyipit, rahangnya mengeras. “Ada yang mendorongnya? Siapa dia, pria atau wanita?”
“Wanita,” jawab Alan cepat, menatap mata adiknya yang mulai berkilat marah.
Wilson langsung menggertakkan giginya, emosi meledak begitu mendengar jawaban itu. “Musuh terbesar adik hanyalah Cici! Kalau sampai aku menemukan gadis sialan itu, aku tidak akan sungkan melemparnya ke sungai,” geramnya, matanya memerah menahan amarah.
Alan langsung mengangkat tangannya, mencoba menenangkan. “Jangan gegabah. Kalau kau melakukan kesalahan, namamu akan dicap buruk di dunia entertainment. Serahkan saja padaku. Aku yang akan mencarinya.”
Namun Wilson menggeleng keras. Wajahnya mencerminkan kekecewaan dan dendam. “Kakak, aku tidak peduli kalau Cici pernah menjadi adik kita. Menyakiti adik kandung kita adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Jangan merasa kasihan padanya. Tangkap dan balas semua perbuatannya.”
Alan terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. “Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, siapa yang mendapatkan rekaman itu? Apakah Kim Anderson sedang mencari Adik?”
Wilson menatap lantai sesaat sebelum akhirnya menoleh ke arah kakaknya. “Tidak buruk kalau dia yang menemukan rekaman itu. Dia pasti tahu apa yang harus dia lakukan,” katanya lirih…
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan
Bab 33
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
zhelfa_alfira
egois kali papa nya sok²an sekarang jadi pahlawan kemaren² kemana ana..syukur lah kim dah datang..
2025-05-13
0
Bu Kus
nah bagus Kim untung cepat datang
2025-05-15
0
yuning
Papa kamu egois banget
2025-05-13
0