"Sejak kau dilahirkan, seharusnya kau sudah sadar bahwa kau sama sekali tidak berhak membuat pilihan," ucap David dengan nada dingin namun tegas. Pria paruh baya itu berdiri tegap di depan putranya itu, "Dilahirkan di keluarga dari kalangan atas berarti harus ikut peraturan. Kakekmu, hingga aku, semuanya menikah demi bisnis keluarga. Karena itulah kita bisa bertahan hingga saat ini."
Kim, yang berdiri di seberang meja kerja mewah itu, mengepalkan kedua tangannya. Matanya menatap ayahnya dengan campuran amarah dan luka yang lama terpendam. "Tanpa menikah pun, bukankah perusahaan kita sudah memiliki banyak investor?" ujarnya dengan nada yang berusaha tenang. "Lantas, untuk apa harus mengorbankan kebahagiaan sendiri?"
David berbalik, sorot matanya tajam menembus jiwa Kim. "Kim, jangan melawan. Atau kalau tidak, kau akan mengecewakan kakekmu!" katanya tajam.
Kim menggeleng pelan. Tubuhnya bergetar menahan gejolak dalam hatinya. "Peraturan yang tidak masuk akal ini... aku tidak akan turuti, Pa." Suaranya tegas, penuh keyakinan. "Aku akan tetap menjadi dokter, karena ini adalah impianku. Aku tidak bisa mengorbankan hidupku hanya untuk melakukan sesuatu yang bahkan bukan keinginanku!"
Wajah David mengeras. Dengan geram, ia menghentakkan tangannya ke meja hingga terdengar suara keras. Brak! "Apakah kau ingin melawanku, Kim?" bentaknya.
Kim tak gentar. Ia berdiri tegak, matanya tetap menatap ayahnya dengan keberanian yang mulai tumbuh dari luka lama. "Bukan melawan," jawabnya mantap. "Tapi aku hanya ingin mengikuti kata hatiku. Menikah dengan wanita yang bukan pilihanku, dan menjalani hidup yang bukan impianku… aku tidak bisa, Pa."
"Kalau kau masih ingin mendekati gadis itu," ujar David dengan suara yang lebih dingin dari sebelumnya, "jangan salahkan aku kalau aku memutuskan hubungan denganmu sebagai anak."
Sesaat Kim terdiam. Napasnya terengah karena emosi yang ia tekan dalam dada. Tapi kemudian ia menatap David, kini tanpa keraguan. "Kalau itu yang Papa inginkan, silakan l…
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan
Bab 45
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
Isnanun
sudah ketemu kan Kim Flowernya nyatain perasaan mu biar Flower tidak pergi jauh dan tidak menghindarimu
2025-06-13
0
Bu Kus
untung Kim gak terlambat masih bisa ketemu flo
2025-06-15
0
yuning
jangan biarkan Kim jauh darimu
2025-06-13
0