Dengan penuh emosi, Wilson meraih lengan Cici dan menariknya dengan kasar. Tubuh gadis itu tersentak ke depan, menyeret kakinya yang masih lemah. Ia menjerit kesakitan, tubuhnya terseret menyusuri lantai, tapi Wilson tak menunjukkan sedikit pun belas kasihan.
“Tidak! Kakak! Tolong! Jangan lakukan ini!” jerit Cici, mencoba memberontak, tapi tenaganya tak sebanding dengan Wilson yang terbakar oleh rasa kecewa dan marah.
Wilson terus menariknya menuju pintu utama. Sesampainya di sana, ia mendorong Cici sekuat tenaga hingga tubuh gadis itu terhempas ke tanah di depan rumah. Satu suara nyaring terdengar saat tubuhnya menghantam lantai marmer beranda.
“Mulai hari ini, hidup dan matimu… tidak ada hubungannya lagi dengan kami!” suara Wilson dingin, seperti vonis akhir yang menghancurkan semua harapan Cici.
Zoanna terduduk lemas di sofa, tubuhnya lunglai seperti kehilangan tenaga. Tangisnya pecah tanpa henti, membasahi pipinya yang pucat. Penyesalan menggerogoti dadanya, membuat setiap helaan napas terasa menyakitkan. Di seberangnya, Yohanes menghela napas kasar sambil mengusap wajahnya.
Di tengah ketegangan itu, suara dingin Wilson memecah keheningan.
"Paman Andy, tolong buang semua barang yang digunakan Cici, jangan sampai ada yang tertinggal!" perintahnya tegas tanpa menoleh sedikit pun.
"Baik, Tuan muda," sahut pria paruh baya itu, yang merupakan asisten rumah tangga keluarga mereka. Ia sedikit membungkuk sebelum berlalu untuk menjalankan perintah.
Alan, yang sejak tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara. Nada suaranya pelan namun penuh makna. "Wilson, semua barang itu bisa diberikan saja kepada Flower. Untuk apa dibuang?"
Wilson berhenti melangkah, lalu menoleh dengan sorot mata penuh amarah dan jijik. "Kakak, apakah kau tega memberi barang bekas kepada adik bungsu kita? Barang bekas Cici sudah kotor dan menjijikkan, sama seperti orangnya. Lebih baik dibuang dan dibakar."
Ia tak menunggu jawaban. Langkahnya kembali terdengar mendekati anak tangga.
"Kita harus segera kl…
Ketika Aku Memilih Pergi, Dia Memilih Menyelamatkan
Bab 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
lahh kimmm mo tunangan??? kirain seriuss dengan flower 😭😭😭😭
2025-04-21
1
Naufal Affiq
kenapa jadi begini,kenapa kim mempunyai calon tunangan
2025-04-14
0
yuning
kenapa Kim harus punya tunangan 😭
2025-04-13
0