Haura telentang di pertengahan taman, ia hanya merasakan ketenangan di tengah hujan tersebut. "Bisingnya hujan dapat membantu tenang, berbeda dengan bisingnya mulut manusia"
"HAHAHAA!!! HAAAAAA!!! Hiks! Hhe, KENAPA?! KENAPA TUHAN KENAPA?!" Haura tertawa dengan sangat keras, tetapi suaranya beradu dengan suara hujan yang mengguyur kota. Jadi terdengar samar-samar.
Haura merasakan sakit yang sangat sakit di dadanya, sampai untuk bernafas pun, Haura kesulitan. Tetapi sakit itu bukan berasal dari sakit hatinya, melainkan dari fisiknya. Haura meremas rerumputan yang ada di dekatnya, karena rasa sakit yang tidak tertahankan.
Disitu, pandangannya mulai kabur, entah karena kabut yang turun atau karena pengaruh dari rasa sakit yang menyerang. Sebelum hilang kesadarannya, Haura berkata.
"Hidup ini terlalu banyak pertanyaan, sehingga aku harus terus hidup untuk mendapatkan jawaban" Setelah itu Haura pingsan, darah yang sedari tadi mengotori dahinya, kini telah bersih karena guyuran dari hujan.
Lalu samar-samar, ada suara seseorang berlari ia memanggil manggil nama Haura, ya siapa lagi kalau bukan Erika. Erika langsung saja menghampiri Haura saat melihat seseorang yang tergeletak.
"Haura,,, Haura bangun" Erika menangis namun air hujan mampu menyamarkan air matanya.
"Maaf aku terlambat, hiks. Maaf Haura,,, aku belum bisa menjadi sahabat yang bisa melindungi kamu, hiks hiks" Erika mendekap tubuh Haura, ia juga mengecup pucuk kepalanya yang terbuka tanpa hijab di kepalanya.
"Jangan terlalu larut dalam guyuran hujan, karena itu bisa membuatmu sakit" Ucap Erika sambil menatap wajah Haura yang sudah begitu pucat.
HARBY KELABU
Haura mengerjapkan matanya, saat membuka mata, Haura berada di ruangan yang sama sekali tidak ia kenal. "Dimana ini?" Haura memegangi kepalanya yang masih terasa sangat pusing.
"Rumah sakit?" Lalu Haura melihat tangannya yang terpasang jarum infusan. Haura langsung mencabutnya dari tangan dengan sekaligus, dan hal itu membuat darahnya muncrat kemana-mana.
H…
HarBy Kelabu
Rumah? Sakit?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments