Perbincangan

Dalam ruangan serba putihnya, Haura mulai membuka matanya perlahan. Tidak ada satu orang pun yang menyadarinya, kalau dirinya telah sadar dari masa kritisnya. Haura menatap langit-langit yang menjadi ruangannya. Ia juga mengangkat tangannya, saat adar kalau ada jarun infus yang terpasang dan alat medis lainnya yang terpasang di tangannya yang lain.

Ruangan ini adalah ruangan yang paling Haura benci, ia sama sekali tidak ingin berada disana. Jika Haura bisa kabur, ia akan kabur saat itu juga. Mengapa dia sangat tidak menyukainya? Karena pada saat Haura berada disana, saat itu juga keluarganya mengkhawatirkannya.

Haura menitikkan air matanya saat terbayang wajah sang oma, bagaimana jika sang oma mengkhawatirkannya. Dari luar, Hani melihat pergerakan dari Haura, kemudian ia pun langsung masuk dan tidak menghiraukan Alvan.

"Sayang,,, kamu udah sadar nak?"

Haura melirik sang tante yang baru saja datang, menggenggam tangannya, mengusap pucuk kepalanya dan mencium keningnya beberapakali. Ingatan Haura kembali pada orang tuanya. Ia berandai-andai, dimana saat dia membuka mata, orang pertama yang menghampirinya, yang mencium keningnya, yang menggenggam tangannya dan yang mengusap pucuk kepalanya adalah orang tuanya sendiri.

Haura kalut dalam pikirannya saat ini, ia tidak menghiraukan tantenya, dokter dan perawat perawat yang mulai memeriksa kondisinya. Tetes demi tetes air mata, terus keluar dari mata Haura. Haura sangat ingin bertemu dengan orang tuanya, sebelum Haura benar-benar pergi, sampai tidak bisa lagi mereka temui.

Ia berandai-andai dimana saat dia membuka matanya dan yang pertama kali menghampirinya, menggenggam tangannya, mengecup keningnya, dan mengelus pucuk kepalanya adalah orang tuanya sendiri. Hani yang melihat itu pun sedikit berbisik di dekat telinganya, dan sesekali menghapus air matanya yang terjun menuju telinganya.

"Ada apa sayang,,,"

"Mama,,,"

Panggilan Haura terdengar lirih, sehingga membuat Hani mempererat genggamannya, dan kembali mengecup kening…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!