Pagi itu, suasana kantor tetap sibuk seperti biasanya. Beberapa karyawan termasuk Audy sibuk menyiapkan presentasi untuk proyek besar yang beberapa hari lagi akan diluncurkan. Di tengah hiruk pikuk itu, Audy tampak sangat fokus, matanya menyapu layar laptop dengan sorot tajam dan memastikan tidak ada kesalahan. Blouse warna kuning gading dipadu dengan blazer hitam—elegan, membuatnya tampak profesional, sekaligus menonjolkan wibawanya.
Beberapa staf saling berbisik kagum. Sejak pulang dari Singapura, aura Audy seolah berubah. Lebih tegas, lebih berkelas, dan yang paling mencolok—lebih percaya diri.
“Bu Audy, ini draft revisinya sudah saya siapkan,” ujar salah satu staf sambil menyodorkan berkas.
“Bagus. Nanti kita review bareng sebelum masuk ke meeting,” jawab Audy lembut, senyumnya membuat si staf bersemangat. "Siap bu"
Dion, direktur utama, memperhatikan dari kejauhan. Sejak awal dia tahu kalau Audy mempunyai potensi yang cukup besar untuk berkembang, tapi perubahannya belakangan ini membuat Audy semakin memukau dan bersinar.
Saat rapat dimulai, Audy tampil meyakinkan, menjawab setiap pertanyaan dengan cerdas. Dion yang duduk di ujung meja tak bisa menyembunyikan senyum samar.
“Excellent, Bu Audy,” ucap Dion usai presentasi selesai. “Anda bukan hanya memimpin tim ini dengan baik, tapi juga mampu menjaga detailnya. That’s rare.”
Audy tersipu, menunduk sedikit. “Terima kasih, Pak. Semua ini juga karena kerja keras tim.”
“Dan karena ada leader yang tepat,” balas Dion, tatapannya singkat namun dalam.
Ada jeda sesaat, cukup membuat Audy menyadari sesuatu bergetar lembut. Buru-buru Audy segera mengalihkan pandangan, pura-pura sibuk membereskan berkas. Namun sebuah senyum kecil dibibirnya menunjukkan dia senang dengan pujian itu, karena itu artinya kerja kerasnya diakui.
Di luar ruang rapat, Yunita yang melihat interaksi itu hanya bisa menahan tawa. “Dy, Kayaknya pak Dion naksir kamu deh” bisiknya saat mereka keluar bersama.
Audy mendecak, pipinya sedikit merona. “Ngawur…
Kau Dan Aku Selamanya
Bab 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments
Endang Supriati
masa org penting tdk dpt mobil bodoh banget audy,hrsnya waktu dipanggil lagi nego mau byr berapa gajinya. nah buka deh hrg. kebanyakan profesional ya begitu perusahaan butuh banget. td nya di gaji 15 juta minta 50 juta,bonus tshunanan 3 x gaji,mobil dst. ini goblog amat. naik taxi kwkwkwkwkkk
2025-09-01
0