Bab 42

Di ruang kerjanya yang rapi, Audy menata ulang tumpukan dokumen rapat. Cahaya sore menembus tirai jendela, menorehkan garis keemasan di meja kayu miliknya, dari luar terdengar suara pintu diketuk pelan.

“Dy,” Yunita muncul dengan senyum hangat sambil membawa segelas kopi yang masih mengepul. “Tadi aku dikasih tahu sama satpam lobi, katanya papa kamu datang ke sini sama… simpenannya. Kayaknya mau nemuin kamu, tapi dia ribut sama tamu di lobi, terus balik gitu aja.”

Tangan Audy terhenti di atas map. Dia mengangkat wajah, alisnya bertaut. “Ribut sama tamu di lobi? Sama siapa, Yun?”

Yunita menggeleng cepat. “Nggak tahu, Dy. Apa kita cek CCTV aja?”

Audy menarik napas dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Ekspresinya tenang, tapi mata itu memantulkan sisa luka masa lalu. “Nggak usah. Aku juga udah nggak peduli lagi sama mereka. Tolong info aja ke satpam—kalau mereka datang ke kantor lagi, suruh langsung usir. Biar nggak ganggu.”

“Oke deh, Dy,” jawab Yunita, menaruh kopi di samping tumpukan dokumen. Aroma robusta menghangatkan ruangan, namun Audy tetap menatap kertas di depannya dengan tatapan dingin, dia tidak ingin membiarkan orang yang sudah menyakitinya mengambil keuntungan dari dirinya lebih banyak lagi.

***

Sementara itu, di tempat lain, Mirna duduk di kursi ruang tamu rumahnya. Tangan gemetar memegang gelas air yang sejak tadi tak tersentuh. Bayangan pertemuan singkatnya dengan Budiman terus berputar di kepalanya.

Air mata yang sedari tadi tertahan akhirnya jatuh. Tiga puluh tahun—selama itu dia tidak pernah mendengar kabar kakak perempuannya, Kirana. Dia pernah percaya, meski tidak direstui orang tua, sang kakak hidup bahagia bersama pria pilihannya. Ternyata semua itu hanya omong kosong. Mereka sudah bercerai, dan Mirna sedikit banyak bisa tahu apa yang menyebabkan perceraian mereka.

Pertanyaannya sekarang adalah, sejak kapan? Sejak kapan Kirana dan Budiman bercerai? Kenapa Kirana tidak kembali ke keluarganya setelah dia bercerai dengan Budiman? Dimana dia sekaran…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

itu belum seberapa, kurang kejam karmanya buat lebih hancur lagi hidup jenny

2025-09-13

0

Dilla Fadilla

Dilla Fadilla

lanjutttt thorrr seru harus hancur keluarga Dajjal berserta candrutt

2025-09-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!