Episode 5: Terbang ke Milan, Keahlian Mini yang Terselubung

Selamat Membaca 👇

Pukul 02.00 dini hari. Bandara Internasional Jakarta. Eric Alaric Wiguna berjalan cepat menuju jet pribadinya. Ia mengenakan mantel panjang yang menyembunyikan pistol bahu yang ia bawa untuk perjalanan ini. Di belakangnya, Mini Chacha Pramesti kesulitan mengikuti, menyeret koper yang kebesaran—yang ternyata isinya sebagian besar adalah makanan instan dan bantal leher bebek.

"Percepat langkah Anda, Mini. Kita terbang ke Milan. Sekarang juga," perintah Eric tanpa menoleh.

"Iya, Pak Eric! Tapi koper ini berat sekali. Sepertinya Bibi Titi menyelipkan daster sepuluh tahunannya," keluh Mini, tersandung sedikit di karpet lounge VIP.

Tiba-tiba, seorang pria berjas hitam yang berdiri di sudut lounge terlihat gugup. Dia adalah salah satu mata-mata Klan Conti yang bertugas mengawasi keberangkatan Eric, memastikan tidak ada penyusup. Namun, saat Mini tersandung, koper beratnya terlepas dari genggaman dan meluncur kencang.

​Mini secara refleks mencoba menangkap koper itu, tetapi ia hanya berhasil menahan gagangnya dengan gerakan aneh. Koper itu berputar kencang, dan lengan Mini yang kebetulan sedang memegang termos besar berisi bekal air jahe, terangkat liar!

​BRUKK!

DUAK!

Termos itu menghantam tumpukan botol wine impor di rak display lounge VIP. Beberapa botol jatuh berderak, dan seorang pelayan berteriak kaget.

Pria berjas hitam yang mengawasi itu terkejut dan refleks menjatuhkan tablet komunikasi terenkripsi yang ia pegang. Ia buru-buru membungkuk untuk mengambilnya, secara tak sengaja menyenggol troli berisi koper dan tas jinjing milik penumpang lain yang baru datang. Troli itu bergeser, menghalangi pandangan pria itu.

"Mini, fokus!" Eric mendesis.

Mini, merasa bersalah, buru-buru membantu pelayan itu membereskan botol wine yang pecah. Pria berjas hitam tadi, yang kini sibuk mengamankan tabletnya yang jatuh, tidak bisa lagi fokus mengawasi Eric.

Eric memperhatikan keanehan itu. Mini tidak sengaja menciptakan kekacauan berskala kecil yang tersembunyi, dan seorang pria asing tampak panik karenanya. Valerius tidak akan menempatkan mata-mata yang begitu mudah panik hanya karena botol pecah, pikir Eric. Mata-mata itu jelas milik Conti, dan dia panik karena Eric sudah tahu bahwa dia sedang diawasi.

Di dalam jet pribadi, Eric duduk di kursi kulit mewah, sibuk menghubungi kontak rahasianya di Milan. Ia sedang mencari informasi tentang cincin bernama Seguro yang mungkin terkait dengan mitologi Klan Valerius.

Mini duduk di seberangnya, mengeluarkan sandwich bekal dari Bibi Titi. Mini melihat Eric yang tampak tegang.

"Pak Eric, Bapak tampak tegang sekali. Apakah Mafia musuh Bapak tahu kita ke Milan?" tanya Mini polos, menggigit sandwich besar-besarnya.

Eric menatap Mini dengan ekspresi yang sulit diartikan. "Tentu saja mereka tahu. Mereka yang mengancam kita. Milan adalah wilayah netral, tapi setiap sudut bandara, kota, bahkan toko perhiasan, pasti ada mata mereka."

"Oh," Mini mengunyah perlahan. "Berarti kita harus lebih hati-hati. Jangan sampai mereka tahu kita ini siapa."

Eric mendengus. "Nona, aku Eric Alaric Wiguna, CEO Wiguna Group. Mustahil aku bisa bersembunyi."

Tiba-tiba, Mini mengeluarkan selembar kertas lusuh dari sakunya. Itu adalah doodle kasar yang ia gambar.

"Saya punya ide!" seru Mini bersemangat.

"Bapak kan CEO Mafia yang kejam dan keren. Bapak pura-pura saja jadi turis middle-age yang kaya raya, kaku, dan sedang bosan mengajak istrinya liburan. Saya akan berpura-pura jadi istri Bapak yang shopeholic dan cerewet."

Eric menatap Mini seolah Mini baru saja mengusulkan untuk menari balet di atas meja. "Itu ide paling konyol yang pernah kudengar. Itu tidak akan menipu mata-mata yang terlatih."

"Justru itu!" Mini menyeringai kecil, menyentuh satu-satunya keahlian yang ia miliki: sandiwara konyol.

"Mereka mencari Eric Alaric Wiguna, si Capo muda yang dingin. Mereka tidak mencari Pak Tua Eric yang dipaksa belanja sama istrinya. Kita ubah saja penampilan Bapak!"

Ketika mereka tiba di Milan menjelang sore hari, rencana konyol Mini mulai dilaksanakan.

Mini memakaikan Eric topi fedora tua dan kacamata hitam besar (yang dibawanya untuk drama musikal Bibi Titi). Ia juga memaksa Eric mengenakan sweater rajut maroon yang sama sekali tidak cocok dengan jas mahalnya.

"Jalan, Pak Eric! Jalan seperti Bapak kesal karena dompet Bapak mau habis!" bisik Mini, lalu dengan sengaja menggandeng Eric sangat erat.

Eric, merasa sangat terhina, berjalan dengan langkah kaku. Mini, di sisi lain, mulai beraksi.

"Oh, Sayang! Lihat tas itu! Sayang, belikan! Katanya mau menyenangkan istri!" Mini berbicara dengan nada yang dibuat-buat, persis seperti turis kaya dan manja.

Eric mendesis pelan. "Mini, aku akan mencekikmu kalau kau tidak diam."

"Hussh! Panggil aku Darling! Ingat, sandiwara!" balas Mini, lalu mencubit pinggang Eric, memaksanya menyunggingkan senyum palsu.

Di sudut jalan, seorang pria Italia tampan yang selama dua jam terakhir mengikuti Eric melalui CCTV, bingung. Pria itu adalah Capo dari tim kecil Valerius yang ditugaskan untuk mengkonfirmasi keberadaan Eric di Milan.

"Lapor, aku kehilangan Eric Alaric Wiguna," lapornya pada earpiece rahasia.

"Apa maksudmu hilang? Dia ada di Milan!" desak suara dari seberang.

"Aku melihat seorang pria yang terlihat seperti Wiguna, tapi dia mengenakan sweater maroon jelek, topi tua, dan dicubit oleh istrinya yang histeris setiap dua menit. Mustahil itu Capo Conti yang dingin. Mungkin dia turis kaya yang mirip saja," lapor mata-mata itu, lalu menggelengkan kepala.

Eric, yang mendengar samar-samar percakapan itu melalui earpiece Marco (yang Mini panggil headset telepon), tersenyum tipis—senyum yang sangat jarang terlihat. Mini si oon, secara tidak sengaja, telah menghilangkan Eric Alaric Wiguna dari radar musuh.

Mereka tiba di sebuah toko perhiasan eksklusif di jantung Milan. Eric menatap Mini.

"Selamat, Nona Mini. Sandiwara konyolmu berhasil. Sekarang, saatnya mencari cincin yang lebih berbahaya daripada bom C4. Kau masuk duluan," kata Eric, ekspresinya kembali dingin.

Mini mengangguk, lalu masuk ke dalam toko. Ia hanya melihat-lihat cincin, tampak bingung. Saat ia membalikkan badan, ia terkejut melihat Eric sudah berdiri di belakangnya.

Eric memegang sebuah kotak beludru hitam. Ia membuka kotak itu, menampilkan sebuah cincin perak tebal, tampak antik, diukir dengan simbol kuno yang samar-samar menyerupai pedang bersayap.

"Cincin ini..." bisik Eric, menatap Mini dengan intens. "Ini bukan emas. Ini cincin yang dibuat dari besi murni. Cincin yang kau pegang ini, Mini, adalah cincin yang diyakini Klan Valerius sebagai Seguro—bukti bahwa klan Conti bersedia melakukan 'penebusan' atas pertumpahan darah masa lalu."

Mini menelan ludah. "Penebusan apa?"

Eric tidak menjawab. Ia hanya meraih tangan Mini, mengambil gelang manik-manik kusam di pergelangan tangan Mini, dan menggeser cincin besi itu ke jari manis Mini.

Tepat saat cincin itu menyentuh kulit Mini, suara keras seperti kaca pecah terdengar dari balik pintu toko. Semua orang menoleh. Di pintu, berdiri tiga pria bertubuh besar dengan tatapan dingin.

Eric bergerak cepat, mendorong Mini ke belakang toko. "Marco, siagakan semua tim!"

Mini, yang ketakutan, refleks memegang dadanya. Tiba-tiba, ia merasakan sensasi aneh dari cincin besi itu—seperti denyutan panas yang merambat naik dari jarinya. Dan tiba-tiba, Mini tahu. Ia tahu persis bagaimana cara melarikan diri dari toko itu, tanpa pernah menyadari bagaimana informasi itu bisa muncul di kepalanya.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

☕︎⃝❥Mengare (Comeback)

☕︎⃝❥Mengare (Comeback)

🤣🤣🤣 gantian sekarang, siapa yang harus nurut hayoo😅

2025-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Kopi Tumpah, Kemeja Pun Pasrah
2 Episode 2: Janji Darah di Ruang Negosiasi
3 Episode 3: Penjagaan Rahasia dan Surat Ancaman Kedua
4 Episode 4: Ksatria Valerius dan Cincin Penebusan
5 Episode 5: Terbang ke Milan, Keahlian Mini yang Terselubung
6 Episode 6: Resonansi Besi dan Kecelakaan Taktis Mini
7 Episode 7: Perjalanan Darat ke Neraka dan Kode Ksatria
8 Episode 8: Ujian Garpu Perak dan Mata Sang Matriark
9 Episode 9: Lorong Rahasia dan Sumpah Il Doppio
10 Episode 10: Sang Penjaga Dinding dan Kesepakatan di Kegelapan
11 Episode 11: Il Cattivo Presagio dan Rahasia Kontrak Darah
12 Episode 12: Ultimatum Matriark dan Sedikit Kebenaran
13 Episode 13: Senyap di Bawah Tanah dan Harga Sebuah Nama
14 Episode 14: Pelarian CEO dan Panggilan Konferensi dalam Kegelapan
15 Episode 15: Kontrol Pelabuhan
16 Episode 16: Bisikan Laut dan Mini
17 Episode 17: Sandi Pengkhianatan dan Pertemuan di Valletta
18 Episode 18: Penyamaran Sempurna dan Ujian Balkan
19 ​ Episode 19: Negosiasi Sofia Moretti dan Bayangan Mata-Mata ​
20 Episode 20: Sumpah di Puncak
21 Episode 21: Badai Montenegro dan Reaksi Matriark
22 Episode 22: Kode Valerius dan Umpan di Jaringan
23 Episode 23: Gerbang Podgorica dan Aroma Pengkhianatan
24 Episode 24: Persiapan Biara dan Sumpah Tanpa Senjata
25 Episode 25: Konfrontasi Pangeran dan Simbol Empat Bintang
26 Episode 26: Melarikan Diri dengan Kebenaran dan Grand Design
27 Episode 27: Kubu Swiss dan Serangan
28 Episode 28: Jakarta, Pengkhianatan Luca dan Basis Valerius
29 Episode 29: Duel Diplomasi di Tanah Jakarta dan Kunci Kuno
30 Episode 30: Calabria, Akhir Tahta Matriark
31 Episode 31: Konsolidasi Kekuasaan dan Jejak Tesoro Mio
32 Episode 32: Pertemuan Keluarga Beracun di Jakarta
33 Episode 33: Tesoro Mio dan Akhir Klan Valerius
34 Episode 34: Bayangan Yakuza dan Strategi Bushido
35 Episode 35: Pertemuan Ratu Merah dan Ujian Shadow Wall
36 Episode 36: Gema Cincin dan Kehancuran Logistik
37 Episode 37: Duel Yakuza di Jakarta dan Pengkhianatan di Markas
38 Episode 38: Tribunal Keluarga dan Harga Pengkhianatan
39 Episode 39: Pernikahan di Tengah Ancaman dan Hadiah Yakuza
40 Episode 40: Upacara Proklamasi dan Ledakan Tradisi
41 Episode 41: Bulan Madu Taktis dan Hadiah Terakhir Yakuza
42 Episode 42: Perlombaan ke Castellamare dan Harta Emosional
43 Episode 43: Serangan dan Ujian Ketenangan
44 Episode 44: Silent Sabotage dan Telepati
45 Episode 45: Protocol Atlantis dan Pengkhianatan Terakhir
46 Episode 46: Castellamare, Perlombaan di Lorong Waktu
47 Episode 47: Membuka Arsip Terakhir dan Misi Penyelamatan Pranoto
48 Episode 48: Manual Kuno dan Penebusan Terakhir
49 Episode 49: Pertarungan Siber di Udara - The Final Strike
50 Episode 50: Kemenangan Legal dan Kehancuran Yakuza
51 Episode 51: Era Pramesti-Wiguna dan Penebusan Keluarga
52 Episode 52: Baby Capo
53 Episode 53: Ketenangan Melawan Tradisi dan Sumpah Eric
54 Episode 54: Misi Pembersihan Warisan Luca
55 Episode 55: Menanti Warisan dan Kedamaian Sejati
56 ep 56 deklarasi kehamilan
57 Episode 57: Kelahiran dan Warisan Ketenangan
58 Episode 58: Pewaris Ketenangan dan Pengukuhan Kekuatan
59 Episode 59: Perpisahan Castello dan Janji Tuscany
60 Episode 60: Kebahagiaan Sejati di Tuscany (Tamat)
61 bonchap.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Episode 1: Kopi Tumpah, Kemeja Pun Pasrah
2
Episode 2: Janji Darah di Ruang Negosiasi
3
Episode 3: Penjagaan Rahasia dan Surat Ancaman Kedua
4
Episode 4: Ksatria Valerius dan Cincin Penebusan
5
Episode 5: Terbang ke Milan, Keahlian Mini yang Terselubung
6
Episode 6: Resonansi Besi dan Kecelakaan Taktis Mini
7
Episode 7: Perjalanan Darat ke Neraka dan Kode Ksatria
8
Episode 8: Ujian Garpu Perak dan Mata Sang Matriark
9
Episode 9: Lorong Rahasia dan Sumpah Il Doppio
10
Episode 10: Sang Penjaga Dinding dan Kesepakatan di Kegelapan
11
Episode 11: Il Cattivo Presagio dan Rahasia Kontrak Darah
12
Episode 12: Ultimatum Matriark dan Sedikit Kebenaran
13
Episode 13: Senyap di Bawah Tanah dan Harga Sebuah Nama
14
Episode 14: Pelarian CEO dan Panggilan Konferensi dalam Kegelapan
15
Episode 15: Kontrol Pelabuhan
16
Episode 16: Bisikan Laut dan Mini
17
Episode 17: Sandi Pengkhianatan dan Pertemuan di Valletta
18
Episode 18: Penyamaran Sempurna dan Ujian Balkan
19
​ Episode 19: Negosiasi Sofia Moretti dan Bayangan Mata-Mata ​
20
Episode 20: Sumpah di Puncak
21
Episode 21: Badai Montenegro dan Reaksi Matriark
22
Episode 22: Kode Valerius dan Umpan di Jaringan
23
Episode 23: Gerbang Podgorica dan Aroma Pengkhianatan
24
Episode 24: Persiapan Biara dan Sumpah Tanpa Senjata
25
Episode 25: Konfrontasi Pangeran dan Simbol Empat Bintang
26
Episode 26: Melarikan Diri dengan Kebenaran dan Grand Design
27
Episode 27: Kubu Swiss dan Serangan
28
Episode 28: Jakarta, Pengkhianatan Luca dan Basis Valerius
29
Episode 29: Duel Diplomasi di Tanah Jakarta dan Kunci Kuno
30
Episode 30: Calabria, Akhir Tahta Matriark
31
Episode 31: Konsolidasi Kekuasaan dan Jejak Tesoro Mio
32
Episode 32: Pertemuan Keluarga Beracun di Jakarta
33
Episode 33: Tesoro Mio dan Akhir Klan Valerius
34
Episode 34: Bayangan Yakuza dan Strategi Bushido
35
Episode 35: Pertemuan Ratu Merah dan Ujian Shadow Wall
36
Episode 36: Gema Cincin dan Kehancuran Logistik
37
Episode 37: Duel Yakuza di Jakarta dan Pengkhianatan di Markas
38
Episode 38: Tribunal Keluarga dan Harga Pengkhianatan
39
Episode 39: Pernikahan di Tengah Ancaman dan Hadiah Yakuza
40
Episode 40: Upacara Proklamasi dan Ledakan Tradisi
41
Episode 41: Bulan Madu Taktis dan Hadiah Terakhir Yakuza
42
Episode 42: Perlombaan ke Castellamare dan Harta Emosional
43
Episode 43: Serangan dan Ujian Ketenangan
44
Episode 44: Silent Sabotage dan Telepati
45
Episode 45: Protocol Atlantis dan Pengkhianatan Terakhir
46
Episode 46: Castellamare, Perlombaan di Lorong Waktu
47
Episode 47: Membuka Arsip Terakhir dan Misi Penyelamatan Pranoto
48
Episode 48: Manual Kuno dan Penebusan Terakhir
49
Episode 49: Pertarungan Siber di Udara - The Final Strike
50
Episode 50: Kemenangan Legal dan Kehancuran Yakuza
51
Episode 51: Era Pramesti-Wiguna dan Penebusan Keluarga
52
Episode 52: Baby Capo
53
Episode 53: Ketenangan Melawan Tradisi dan Sumpah Eric
54
Episode 54: Misi Pembersihan Warisan Luca
55
Episode 55: Menanti Warisan dan Kedamaian Sejati
56
ep 56 deklarasi kehamilan
57
Episode 57: Kelahiran dan Warisan Ketenangan
58
Episode 58: Pewaris Ketenangan dan Pengukuhan Kekuatan
59
Episode 59: Perpisahan Castello dan Janji Tuscany
60
Episode 60: Kebahagiaan Sejati di Tuscany (Tamat)
61
bonchap.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!