Eric Alaric Wiguna mengemudikan mobilnya menaiki bukit curam di wilayah pedalaman Calabria. Di puncaknya, berdiri Castello Vescovo (Kastil Uskup), Markas Besar Klan Conti. Kastil batu kuno yang kokoh itu tampak megah, dikelilingi pagar besi tebal dan dijaga oleh pria-pria berjas gelap. Udara di sini terasa dingin dan dipenuhi bau tanah basah bercampur aroma lavender liar.
Mini Chacha Pramesti menatap kastil itu dengan mata terbelalak. “Eric, ini… ini seperti kastil Drakula. Aku harap tidak ada kelelawar di sini.”
“Ini markas klan, Mini. Bukan tempat wisata,” desis Eric. Ia memarkir mobil di halaman utama.
Saat pintu mobil terbuka, sambutan pertama Mini bukanlah Nenek Alessandra, melainkan seekor anjing penjaga besar jenis Cane Corso bernama Lupo (Serigala), yang langsung menyalak ganas dan menerjang ke arah Mini.
Mini menjerit. Ia mundur, tetapi justru tersandung batu dekoratif. Saat Lupo hampir mencapai kakinya, Eric melangkah di depan Mini.
“Lupo! Diam!” perintah Eric dingin, tetapi Lupo tidak patuh.
Mini, dalam keadaan panik yang aneh, secara refleks mengangkat tangan kanannya yang mengenakan cincin besi Seguro dan tanpa sadar menepuk udara di depan Lupo.
Lupo, yang seharusnya menerkam, mendadak berhenti mendadak, hanya berjarak beberapa inci dari Mini. Ia menundukkan kepala, mengendus sepatu Mini, lalu mundur pelan dan duduk, menyalak lembut seolah meminta belas kasihan.
Mini terkejut. Eric lebih terkejut lagi.
“Dia… dia takut padamu?” Eric berbisik. Lupo adalah anjing penjaga paling ganas di klan Conti, tidak pernah tunduk pada siapa pun selain Eric dan Nenek Alessandra.
Mini mengangkat bahu. "Mungkin dia suka baunya. Aku habis makan roti isi tuna bekal Bibi Titi."
Dari balik bayangan, muncul Nenek Alessandra Conti, ditemani oleh Luca Wiguna dan Elara. Nenek Alessandra, mengenakan gaun beludru hitam yang membuatnya tampak seperti ratu kuno, menatap adegan Lupo itu dengan mata menyipit.
"Selamat datang di rumah, Nyonya Valerius," sambut Nenek Alessandra, nadanya…
Istriku! Oon?
Episode 8: Ujian Garpu Perak dan Mata Sang Matriark
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments