Selamat Membaca
Mini Chacha Pramesti kini berada di Jakarta, siap menghadapi Oyabun Yakuza, Kaito Shima, di jantung Wiguna Corp. Di sisi lain, Eric Alaric Wiguna harus menghadapi konsekuensi dari serangan siber Yakuza di Sisilia dan mulai mencurigai adanya mata-mata di Castello Vescovo.
Mini mengadakan konferensi pers mendadak di lobby Wiguna Corp., mengumumkan ekspansi agresif Conti-Valerius ke Asia. Ia tampil memukau sebagai Signora Capo yang berani. Tujuannya: menarik Kaito Shima.
Di ruang pribadi, Notaris Chandra (putri angkat Silvio) dan Pranoto memasang Patung Naga Perunggu (Kunci Kuno Asia) di atas meja kaca. Ini adalah umpan.
Mini melihat ke luar jendela. Beberapa mobil hitam mewah yang mencurigakan telah mengepung gedung itu.
"Dia ada di sini," bisik Mini kepada Chandra.
Kaito Shima tidak mengirim anak buahnya. Dia datang sendiri, ditemani dua pengawal pribadi. Kaito adalah pria dengan aura tenang yang mematikan, mengenakan setelan formal yang mewah, dengan yakuza tattoo yang tersamarkan.
"Nyonya Wiguna," sapa Kaito, membungkuk formalitas ala Yakuza. "Kami tidak tertarik pada konferensi pers. Kami tertarik pada Patung Naga itu."
Mini tersenyum tenang. "Patung Naga ini adalah simbol kedaulatan klan saya di Asia, Tuan Shima. Anda tidak bisa membelinya."
Kaito melangkah mendekat, matanya tertuju pada Patung Naga. "Saya tidak ingin membeli, saya ingin mengambilnya. Artefak kuno tidak boleh dimiliki oleh klan setengah hati yang berbicara tentang hukum dan etika."
Saat ketegangan memuncak, Kaito Shima mengeluarkan belati pendek tersembunyi. Tujuannya bukan Mini, melainkan Patung Naga.
Tiba-tiba, Notaris Chandra bergerak lebih cepat. Chandra tidak menyerang Kaito; dia menghancurkan alas kaca di bawah Patung Naga.
Patung Naga itu jatuh ke lantai marmer dan pecah berkeping-keping.
Mini dan Kaito terkejut.
"Chandra! Apa yang kau lakukan?" teriak Mini.
Chandra menatap Mini dengan air mata. "Patung itu... bukan Kunci Kuno, Nyonya Wiguna. Itu adalah alat pelacak yang di…
Istriku! Oon?
Episode 37: Duel Yakuza di Jakarta dan Pengkhianatan di Markas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments