Rahasia Kakak Ipar

Rahasia Kakak Ipar

Bab 1. Kehilangan Kehormatan

Bismillah

***

“AKKH ...!” jerit Lidya begitu kencang, saking terkejutnya. Wajah gadis itu membeku saat menyibakkan bed cover yang menutupi tubuhnya. Matanya yang semula terbelalak, kini mulai tergenang air mata. Apalagi ada pria yang sangat ia kenal, kini satu ranjang dengannya.

“El, kenapa pakai teriak segala sih, Sayang,” gumam pria itu dengan matanya yang masih terpejam.

“Ya Allah ... apa yang telah aku lakukan di sini?” Suara Lidya bergetar hebat, tubuhnya mulai gemetaran saat menatap pria yang berbaring di sampingnya.

Dan, yang membuat tubuhnya kembali terguncang, tangan pria itu menarik tubuhnya dan membawa ke dalam dekapannya. “El, semalam kamu begitu nikmati sekali, Sayang. Mas sangat menyukainya. Punyamu buat aku melayang hebat kali ini,” bisiknya begitu menggetarkan jiwa yang selama ini mengaguminya. Ya, hanya mengaguminya saja, tidak bisa ia miliki.

Lidya memejamkan matanya, menahan rasa pusing yang masih mendera di kepalanya. Namun ia harus menyadari pria yang mulai bergerak mencium pipinya.

“K—Kak Arjun, aku ... bukan Kak Eliza,” ujarnya begitu pelan.

Arjuna yang belum sepenuhnya membuka matanya, langsung melebarkan matanya.

“Ka ... mu! Lidya! Kenapa bisa ada di sini?! Kamu menjebakku ya! Wajah Arjuna menegang, bahkan sempat mendorong tubuh Lidya seolah-olah tak sudi menyentuhnya.

“Buat apa aku menjebakmu, Kak! Aku tidak terima ... Kak Arjuna menuduh aku seperti itu. Aku masih punya akal dan hati nurani!” Hati Lidya terasa sesak.

Lidya tersenyum getir. Dengan masih menahan bed cover di tubuhnya yang polos, ia berusaha duduk, begitu juga dengan Arjuna yang baru menyadari jika ia pun tidak menggunakan sehelai kain pun.

“Aku pun juga ingin bertanya, kenapa kita bisa begini, Kak?” jawabnya masih dengan suara bergetar. “Tapi, Kakak malah menuduhku.”

Arjuna meraup wajahnya dengan kasar, sembari mencoba mengingat apa yang terjadi setelah mereka selesai meeting dengan relasi bisnis sebelum kembali ke kamarnya.

“Yang aku ingat, waktu selesai makan ... kepalaku sedikit pusing saat mau mengantarkan berkas meeting ke kamar Kakak. Setelah itu, aku coba rebahan di sofa sebelum kembali ke kamar,” jelas Lidya pelan.

“Arrgh!!” Arjuna geram, ia pun baru teringat bahwasanya sebelum ke kamar, sekretaris relasi bisnisnya menyajikan wine untuknya.

“Pasti ini kerjaan Pak Tommy! Kita kena jebak, Lidya! Agar aku mau deal kesepakatan kerja dengan perusahaannya," tebaknya, tampak yakin.

Lidya mendesah pelan, ia mencari kaca matanya dan langsung mengenakannya. Hatinya mencelos karena akhirnya masuk dalam permainan busuk bisnis kakak iparnya. Ia yang selama dua tahun ini menjadi sekretaris suami kakaknya, sudah bertahan menjaga marwahnya. Hari ini, akhirnya hancur seketika, ia merasa telah menjadi pengkhianat kakaknya yang paling jahat.

Arjuna menatap adik iparnya dengan segala pemikiran yang amat kacau. Apalagi saat melihat noda darah di kain sprei, itu pertanda dirinya memang sudah merenggut mahkota adik iparnya. Bahkan, ia masih teringat surga dunia yang begitu nikmat.

“Lidya, aku minta maaf kalau ... aku telah—“ Kata Arjuna menggantung bak hembusan udara.

Gadis itu tampak sibuk mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai tanpa mengucapkan sepatah kata pun, namun hatinya sedang menangis.

“Bersihkan 'lah badanmu, setelah itu ... baru kita selesaikan masalah ini,” pinta Arjuna pelan, tidak meninggikan suaranya seperti hari-hari biasanya sebagai atasan Lidya.

Tak ada anggukan dari gadis itu, lagi-lagi hanya diam sebagai jawaban kalau hati dan raganya telah hancur. Bahkan ia berjalan pun terseok-seok, menahan rasa perih dan sakit di bagian intinya.

***

Begitu masuk ke dalam kamar mandi, barulah Lidya menangis sejadi-jadinya di bawah aliran shower. “Mengapa ... mengapa harus terjadi! Aku memang suka dengan Kak Arjuna, tapi tidak pernah bermimpi ingin seperti ini. Tolong, jangan bikin aku jadi orang jahat,” gumamnya lirih.

“Aku harus bagaimana? Apakah aku harus ikhlas keperawananku hilang oleh kakak iparku sendiri?” tanyanya lebih kepada diri sendiri.

Selama lima tahun, sejak jumpa pertama kali dengan Arjuna Adiwongso beserta kedua orang tuanya di saat berkunjung ke rumah orang tuanya. Lidya Calista, yang baru saja lulus sekolah sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi, gayung tak bersambut. Pria tampan itu rupanya naksir dengan Eliza Fadhila, kakaknya, yang memang memiliki paras yang cantik. Ketimbang ia yang terlihat sederhana dengan kacamata bulat dan tebalnya, tubuhnya pun agak gemuk. Jadi, wajar saja Arjuna memilih Eliza.

Alhasil, setelah dua bulan Arjuna dan Eliza melakukan pendekatan, akhirnya mereka resmi menjadi suami istri. Sementara Lidya, hanya bisa memendam rasa sukanya dalam hatinya. Tapi, tak disangka sebelum ia lulus kuliah, mamanya Arjuna menawarkan ia untuk bekerja sebagai sekretaris Arjuna, apalagi ia adalah mahasiswa berprestasi di kampusnya.

Ia pun menerima tawaran tersebut, dari pada mencari pekerjaan yang sekarang sangat sulit didapatkan.

Namun, bukan berarti ia semakin dekat dengan Arjuna. Pria itu sangat menjaga jarak dengannya, dan Lidya pun bisa merasakannya, ia pun turut bersikap profesional sebagai sekretaris CEO.

Kini, apakah kejadian ini akan mengubah sikap mereka berdua? Atau justru membuat jurang pemisah yang semakin dalam?

***

Setengah jam kemudian, Lidya keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerja semalamnya, matanya tampak sembab. Arjuna sekilas meliriknya, sedangkan Lidya memalingkan wajahnya.

“Aku sudah pesankan sarapan. Makanlah selagi aku mandi. Dan, jangan kembali ke kamar dulu,” perintahnya begitu dingin.

“Mmm,” gumam Lidya sambil lalu menuju ruang tamu.

Beberapa menu sarapan sudah tersaji di meja makan, andaikan hari ini di antara mereka berdua tidak terjadi sesuatu hal. Mungkin Lidya sedang menikmati sarapan enak di restoran hotel. Kegiatan yang paling Lidya sukai selama mendampingi Arjuna ke berbagai kota, maka dari itu tubuhnya tambah semok ketimbang Eliza yang sangat langsing.

“Bicara butuh tenaga juga, kan? Jadi sebaiknya kalian semua harus aku makan,” gumamnya dengan menahan rasa ngilu di hatinya. Satu persatu hidangan ia makan, sampai tidak menyadari kakak iparnya sudah duduk di hadapannya.

Arjuna sengaja membiarkan gadis itu makan, sedangkan ia menikmati kopi yang masih hangat. Setelah beberapa menit kemudian, barulah ia buka pembicaraan.

“Lidya, aku akan bertanggung jawab atas kejadian kita semalam. Tapi, bukan menikahimu.”

Lidya mengangkat wajahnya, alisnya terangkat sebelah. “Tanggung jawab?” ulangnya.

“Ya, aku akan bertanggung jawab padamu, tapi bentuknya bukan menikahimu. Kejadian kita semalam adalah kecelakaan semata, bukan hal yang disengaja. Aku tidak ingin mengkhianati istriku, dan kamu pun pasti tidak ingin menyakitkan hati kakakmu sendiri, kan? Jadi aku akan mengambil jalan tengah. Dengan perjanjian, kita harus merahasiakan kejadian ini seumur hidup kita.“

Bersambung .... ✍️

Assalammualaikum, halo Kakak semuanya, ketemu lagi dengan Mommy Ghina dengan cerita barunya. Mohon dukungannya dengan cara: mengikuti cerita setiap babnya, tanpa di-skip, jangan lupa like, dan komentar setiap babnya. Dukungannya ini agar retensi babnya tercapai.

Buat yang suka nabung bab, alangkah baiknya menunggu sampai tamat aja ceritanya, karena akan merusak retensi alhasil naskah tidak dapat reward. Jadi mohon kerja sama dari kakak semuanya, berkaca dari karya sebelumnya yang sangat nyesek rasanya 😭. Makasih banyak sebelumnya 🙏.

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

ada Mommy Ghina lagi nih seru Mommy Gress siap mampir Mommy. seruuu ya Mommy 😂👍👍

2025-11-06

1

❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐦ͬ𝐨ᷲ𝐨ᷯ𝐧ᷲ two

❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐦ͬ𝐨ᷲ𝐨ᷯ𝐧ᷲ two

hadir kak lina@Mommy Ghina baru lihat notifnya🤭

2025-11-07

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

terkadang di kantor sudah bisa bersikap profesional mungkin sebagai atasan dan bawahan, tapi hal" tak terduga bisa datang kapan saja yah

2025-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kehilangan Kehormatan
2 Bab 2. Tanggung Jawab?
3 Bab 3. Kamu Di Mana, Lidya?
4 Bab 4. Terluka
5 Bab 5. Jangan Main Hati
6 Bab 6. Lidya Marah
7 Bab 7. Mencoba Menarik Perhatian Lidya
8 Bab 8. Harusnya Aku Tak Peduli
9 Bab 9. Penolakan Lidya
10 Bab 10. Tiba-tiba Datang
11 Bab 11. Tugas Kakak Ipar
12 Bab 12. Poligami!?
13 Bab 13. Membujuk Istri
14 Bab 14. Masih Kepikiran Kerjaan
15 Bab 15. Telepon Dari Mama Riri
16 Bab 16. Ditunggu Transferannya, Mas
17 Bab 17. Cukup Kak Arjun!
18 Bab 18. Kedatangan Eliza
19 Bab 19. Merenung
20 Bab 20. Pertengkaran
21 Bab 21. Transferan
22 Bab 22. Pikir-pikir Dulu, Lidya
23 Bab 23. Menjaga Jarak
24 Bab 24. Sudah Punya Pacar?
25 Bab 25. Arjuna Penasaran
26 Bab 26. Temu Kangen
27 Bab 27. Ada Yang Gelisah
28 Bab 28. Kirain Pacar?
29 Bab 29. Pagi-pagi Ada Yang Datang
30 Bab 30. Disangka Mau Membujuk
31 Bab 31. Kelak Jangan Menyesal, Eliza
32 Bab 32. Melupakan Bukan Berarti Tidak Peduli
33 Bab 33. Dua Minggu Berlalu
34 Bab 34. Lidya Pingsan
35 Bab 35. Mual?
36 Bab 36. Pamit Pulang
37 Bab 37. Alat Test Pack
38 Bab 38. Hasil Test Pack
39 Bab 39. Rencana Lidya
40 Bab 40. Hari Terakhir Bekerja
41 Bab 41. Kesedihan Seorang Ibu
42 Bab 42. Terasa Berat
43 Bab 43. Maafkan Aku, Ma
44 Bab 44. Selamat Tinggal Jakarta
45 Bab 45. Hasil Pemeriksaan
46 Bab 46. Kegelisahan Eliza
47 Bab 47. Malam Pertama Lidya di Balikpapan
48 Bab 48. Cek Kandungan
49 Bab 49. Arjuna Mencari Lidya
50 Bab 50. Mual yang Tak Bisa Dijelaskan
51 Bab 51. Yang Di Jakarta Sedih, Yang Di Balikpapan Happy
52 Bab 52. Arjuna Jatuh Sakit
53 Bab 53. Tamparan Dari Mama Mertua
54 Bab 54. Seperti Nyata
55 Bab 55. Tempat Kerja Baru
56 Bab 56. Datang Berkunjung
57 Bab 57. Konfrontasi Dengan Eliza
58 Bab 58. Kehamilan Simpatik
59 Bab 59. Menjenguk Arjuna
60 Bab 60. Rumah Tangga Yang Retak
61 Bab 61. Memulangkan Eliza
62 Bab 62. CEO Baru
63 Bab 63. Bukan Suami Saya, Bu
64 Bab 64. Kabar Dari Mama Riri
65 Bab 65. Ke Luar Kota
66 Bab 66. Tiba di Balikpapan
67 Bab 67. Kamu, Hamil Anak Siapa?
68 Bab 68. Tolong Rahasiakan
69 Bab 69. Azzam dan Azzuri
70 Bab 70. Haruskah Menyerah?
71 Bab 71. Melihatnya
72 Bab 72. Anak Siapa?
73 Bab 73. Anakku
74 Bab 74. Bertemu Kembali
75 Bab 75. Biarkan Takdir Yang Bekerja
76 Bab 76. Izin Bertanggungjawab
77 Bab 77. Menunggumu
78 Bab 78. Jangan Pikirkan Eliza
79 Bab 79. Daddy Alan-Alan Yuk
80 Bab 80. Kita Keluarga
81 Bab 81. Will You Marry Me?
82 Bab 82. Membagikan Kabar Baik
83 Bab 83. Akad Nikah
84 Bab 84. Aku Bahagia, Kak
85 Bab 85. Malam Pertama
86 Bab 86. Kabar Dari Jakarta
87 Bab 87. Maafkan Aku
88 Bab 88. Telah Tiada
89 Bab 89. Belajar Ikhlas Menerima Kenyataan
90 Bab 90. Happy Ending
91 Promo Karya Terbaru Mommy Ghina
92 Promosi: Kebaya Putih Yang Ternoda
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1. Kehilangan Kehormatan
2
Bab 2. Tanggung Jawab?
3
Bab 3. Kamu Di Mana, Lidya?
4
Bab 4. Terluka
5
Bab 5. Jangan Main Hati
6
Bab 6. Lidya Marah
7
Bab 7. Mencoba Menarik Perhatian Lidya
8
Bab 8. Harusnya Aku Tak Peduli
9
Bab 9. Penolakan Lidya
10
Bab 10. Tiba-tiba Datang
11
Bab 11. Tugas Kakak Ipar
12
Bab 12. Poligami!?
13
Bab 13. Membujuk Istri
14
Bab 14. Masih Kepikiran Kerjaan
15
Bab 15. Telepon Dari Mama Riri
16
Bab 16. Ditunggu Transferannya, Mas
17
Bab 17. Cukup Kak Arjun!
18
Bab 18. Kedatangan Eliza
19
Bab 19. Merenung
20
Bab 20. Pertengkaran
21
Bab 21. Transferan
22
Bab 22. Pikir-pikir Dulu, Lidya
23
Bab 23. Menjaga Jarak
24
Bab 24. Sudah Punya Pacar?
25
Bab 25. Arjuna Penasaran
26
Bab 26. Temu Kangen
27
Bab 27. Ada Yang Gelisah
28
Bab 28. Kirain Pacar?
29
Bab 29. Pagi-pagi Ada Yang Datang
30
Bab 30. Disangka Mau Membujuk
31
Bab 31. Kelak Jangan Menyesal, Eliza
32
Bab 32. Melupakan Bukan Berarti Tidak Peduli
33
Bab 33. Dua Minggu Berlalu
34
Bab 34. Lidya Pingsan
35
Bab 35. Mual?
36
Bab 36. Pamit Pulang
37
Bab 37. Alat Test Pack
38
Bab 38. Hasil Test Pack
39
Bab 39. Rencana Lidya
40
Bab 40. Hari Terakhir Bekerja
41
Bab 41. Kesedihan Seorang Ibu
42
Bab 42. Terasa Berat
43
Bab 43. Maafkan Aku, Ma
44
Bab 44. Selamat Tinggal Jakarta
45
Bab 45. Hasil Pemeriksaan
46
Bab 46. Kegelisahan Eliza
47
Bab 47. Malam Pertama Lidya di Balikpapan
48
Bab 48. Cek Kandungan
49
Bab 49. Arjuna Mencari Lidya
50
Bab 50. Mual yang Tak Bisa Dijelaskan
51
Bab 51. Yang Di Jakarta Sedih, Yang Di Balikpapan Happy
52
Bab 52. Arjuna Jatuh Sakit
53
Bab 53. Tamparan Dari Mama Mertua
54
Bab 54. Seperti Nyata
55
Bab 55. Tempat Kerja Baru
56
Bab 56. Datang Berkunjung
57
Bab 57. Konfrontasi Dengan Eliza
58
Bab 58. Kehamilan Simpatik
59
Bab 59. Menjenguk Arjuna
60
Bab 60. Rumah Tangga Yang Retak
61
Bab 61. Memulangkan Eliza
62
Bab 62. CEO Baru
63
Bab 63. Bukan Suami Saya, Bu
64
Bab 64. Kabar Dari Mama Riri
65
Bab 65. Ke Luar Kota
66
Bab 66. Tiba di Balikpapan
67
Bab 67. Kamu, Hamil Anak Siapa?
68
Bab 68. Tolong Rahasiakan
69
Bab 69. Azzam dan Azzuri
70
Bab 70. Haruskah Menyerah?
71
Bab 71. Melihatnya
72
Bab 72. Anak Siapa?
73
Bab 73. Anakku
74
Bab 74. Bertemu Kembali
75
Bab 75. Biarkan Takdir Yang Bekerja
76
Bab 76. Izin Bertanggungjawab
77
Bab 77. Menunggumu
78
Bab 78. Jangan Pikirkan Eliza
79
Bab 79. Daddy Alan-Alan Yuk
80
Bab 80. Kita Keluarga
81
Bab 81. Will You Marry Me?
82
Bab 82. Membagikan Kabar Baik
83
Bab 83. Akad Nikah
84
Bab 84. Aku Bahagia, Kak
85
Bab 85. Malam Pertama
86
Bab 86. Kabar Dari Jakarta
87
Bab 87. Maafkan Aku
88
Bab 88. Telah Tiada
89
Bab 89. Belajar Ikhlas Menerima Kenyataan
90
Bab 90. Happy Ending
91
Promo Karya Terbaru Mommy Ghina
92
Promosi: Kebaya Putih Yang Ternoda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!