FAKTA BARU

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Jayden dengan suara rendah yang mengancam.

"Calista yang kukenal tidak bisa membedakan mana pedang dan mana sendok sayur," lanjut Jayden, penuh intimidasi.

Yura melipat tangan di dada, menatap tepat ke manik mata Jayden yang kelam.

"Anggap saja aku Calista yang baru saja terbangun dari mimpi buruk panjang, dan menyadari bahwa di dunia ini, hanya taring yang bisa melindungi ku, dan keponakanmu," jawab Yura, santai tanpa rasa takut dengan tatapan dingin sang Grand Duke.

Owen yang melihat itu, cukup terkejut, dirinya saja yang sudah kenal lama dengan Jayden, tidak berani menatap Jayden seperti itu.

Jayden menatap tajam pada Yura, tangan nya terkepal kuat, terbiasa tumbuh di lingkungan yang penuh kepura-puraan dan pengkhianatan, membuat Jayden tidak pernah percaya pada siapapun, bahkan ibu kandungnya sendiri, sering memukul nya waktu kecil, saat dia tidak mau menuruti ibunya untuk mencelakai kakak nya.

Jayden adalah anak dari Selir Raja, dan selama garis keturunan Ratu masih ada, tahta Florist tidak akan pernah jatuh pada tangan orang lain, sekalipun orang itu memiliki darah Raja, seperti Jayden.

"Kenapa kau begitu keras kepala melindungi bayi ini, Jayden?" tanya Yura sambil menatap sang Grand Duke.

"Kau punya pasukan, kau punya pedang, dan kau bisa saja duduk di kursi raja itu sekarang jika kau mau," lanjut Yura.

Jayden menyipitkan mata, kemarahan berkilat di wajahnya.

"Tutup mulut mu! Kau tidak tahu apa-apa! Aku adalah Panglima, bukan pengkhianat seperti wanita yang membunuh ayahku. Takhta itu milik darah daging kakakku! Jika anak ini mati, kerajaan ini akan terpecah menjadi seribu keping oleh perang saudara," jawab Jayden, menatap Yura, marah.

Yura mendengus, di mengerti sekarang. Jayden adalah tipe pria yang sangat menjunjung tinggi kehormatan dan janji, namun hatinya penuh luka.

"Setidak nya pria ini pria yang jujur, dan tidak haus kekuasaan," batin Yura, sedikit kagum dengan pendirian Jayden.

"Baiklah, Anda boleh keluar, aku ingin tidur," ucap Yura, berjalan ke arah ranjang.

Jayden menatap tajam, punggung kecil Yura, seumur hidup dia tidak pernah di perlakukan seperti ini, di tinggal begitu saja, entah kenapa ada bagian dari dalam dirinya sedikit terusik.

"Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" tanya Owen, hati-hati.

"Hem"

Gumam Jayden berbalik, dan keluar dari kamar Yura, di ikuti oleh Owen di belakang nya.

Kamar Yura kembali tertutup rapat, di lorong istana Jayden berjalan dengan langkah tegap, dengan pikiran yang berkelana pada kejadian malam ini.

"Bagaimana menurut mu Owen?" tanya Jayden, melirik tangan kanannya.

"Maksud Anda?" tanya Owen, tidak paham.

"Ck, wanita itu, ibu Susu Lorenzo," jawab Jayden, berdecak kesal.

"Oh, Nona Calista? Malam ini Nona Calista tampak berbeda," jawab Owen, jujur.

"Begitu?" gumam Jayden, masuk ke dalam ruang kerja nya.

Di dalam ruang kerja yang remang-remang, Jayden menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran nya.

Jayden menuangkan wine ke dalam gelas kristal, namun matanya tetap terpaku pada tumpukan dokumen yang tak lagi menarik perhatiannya.

"Bukan hanya berbeda, Owen. Dia seperti orang yang berbeda total," gumam Jayden, suaranya parau.

"Gerakannya tadi itu bukan gerakan seorang pelayan yang panik, tapi itu adalah teknik membunuh yang sangat profesional, tidak ada gerakan sia-sia," lanjut Jayden, meneguk wine nya.

Glek

"Benar, Yang Mulia, dan cara dia menatap Anda tadi, seolah-olah dia sedang menilai apakah Anda layak menjadi sekutunya atau justru harus dieliminasi," jawab Owen mengangguk setuju.

Owen masih ingat dengan jelas, bagaimana tusuk konde itu menancap sempurna di saraf leher penyerang pertama.

Jayden kembali menyesap wine-nya, merasakan sensasi pahit yang menjalar di tenggorokannya.

"Awasi dia, jangan lepaskan pandanganmu darinya walau sedetik pun! Aku tidak peduli jika dia menyelamatkan Lorenzo malam ini, aku harus tahu siapa yang melatihnya menjadi monster secantik itu!" perintah Jayden, penuh penekanan.

"Di mengerti Yang Mulia," jawab Owen, mengangguk tegas.

Sementara itu, di dalam kamar yang masih berbau anyir darah, Yura tidak langsung tidur, meskipun tadi dia mengusir Jayden dengan kasar, kewaspadaannya justru berada di level tertinggi.

Yura berjalan-jalan mengelilingi kamar baru nya, hingga kaki nya melangkah menuju sudut ruangan, mengambil beberapa helai benang sutra dari kotak jahit tua milik Calista.

Dengan cekatan, Yura merentangkan benang-benang tipis itu di depan pintu dan jendela, menghubungkannya dengan beberapa lonceng kecil yang dia sembunyikan di balik tirai. Sebuah jebakan alarm sederhana namun efektif.

"Tubuh ini benar-benar payah," keluh Yura sambil memijat bahunya yang terasa kaku.

"Hanya melawan beberapa amatir tadi saja ototku sudah menjerit, aku butuh latihan fisik secepatnya," gumam Yura, memikirkan langkah selanjutnya.

Yura kembali duduk di sisi ranjang, menatap bayi Lorenzo yang tertidur pulas.

Tangan Yura bergerak menyentuh luka kecil di lehernya sendiri, bekas cengkeraman Jayden tadi.

"Grand Duke Jayden..." gumam Yura tersenyum sinis.

"Pria yang menarik. Dia punya kebencian yang murni, tapi juga kesetiaan yang bodoh. Tipe pria yang sangat mudah dimanipulasi jika kau tahu tombol mana yang harus ditekan," gumam Yura, mengingat sosok Jayden tadi.

Tiba-tiba, Yura merasakan denyut aneh di kepalanya, beberapa ingatan Calista kembali muncul, potongan-potongan memori tentang hari di mana ibu kandung Lorenzo tewas.

Dalam ingatan itu, Calista bersembunyi di balik lemari, gemetar hebat saat melihat sesosok bayangan memegang belati beracun.

"Tunggu... bayangan itu bukan Jayden," gumam Yura membelalakkan matanya.

Setelah beberapa ingatan Calista berhasil masuk ke otak Yura, kemudahan dia bangkit berdiri, berjalan mendekati jendela yang baru saja dia tutup, menatap ke arah menara barat istana yang gelap.

"Jadi selama ini semua orang mengira Jayden yang membunuh ibu bayi ini? Dan Jayden membiarkan rumor itu beredar demi menutupi pelakunya yang sebenarnya?" batin Yura terkekeh rendah, sebuah tawa yang terdengar berbahaya di kesunyian malam.

"Menarik sekali. Sepertinya aku terdampar di tengah-tengah drama keluarga kerajaan yang sangat busuk," batin Yura, tersenyum sinis.

Yura mengambil sepotong kain sisa dan mulai mengasah tusuk konde peraknya yang masih menyisakan noda merah.

Cahaya bulan memantul di permukaan perak itu, memproyeksikan kilatan di mata Yura yang haus akan tantangan.

"Siapapun yang mengirim pembunuh tadi, mereka pasti akan mengirim gelombang kedua setelah tahu bidak mereka gagal kembali," gumam Yura, yang sudah sangat hafal dengan permainan seperti ini.

Setelah cukup lama berdiri di dekat Jendela, menatap kegelapan malam dengan pikiran yang berkelana, Yura sedikit melirik ke arah pintu, dia ahu, di balik dinding itu, mata-mata Jayden pasti sedang mengintip.

Terpopuler

Comments

MataPanda?_

MataPanda?_

bagus kk trus semangat😄

2025-12-28

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Oh Ternyata anak SELIR tho..Untungnya dia baik ke baby gemoy itu, Pewaris SAH itu..

2026-04-29

0

R@3f@d lov3😘

R@3f@d lov3😘

jayden😏kamu salah pilih lawan 🤣🤣🤣sy Yura sang agen rahasia bukan si wanita lemah lembut

2026-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN SANG AGEN
2 BERUBAH
3 FAKTA BARU
4 MANTAN IBU SURI
5 LAPORAN MATA-MATA
6 MAKANAN BERACUN
7 KERIBUTAN PAGI
8 RENCANA SELANJUTNYA
9 KETAHUAN
10 KEBERANIAN CALISTA
11 MATI KUTU
12 KESEPAKATAN
13 TRIK MURAHAN
14 KEBAKARAN
15 PENGORBANAN CALISTA
16 RENCANA LICIK
17 DI OBATI JAYDEN
18 INTEROGASI
19 MULAI PERHATIAN
20 JEBAKAN CALISTA
21 DIAM-DIAM KHAWATIR
22 KECERDASAN CALISTA
23 PENANGKAPAN ISABELLA
24 RENCANA PEMBERSIHAN
25 PENANGKAPAN TIKUS GOT
26 KETERGANTUNGAN
27 CANGGUNG
28 MENGUNJUNGI HAMA
29 MALAM TERKAHIR
30 EKSEKUSI PENGKHIANAT
31 MENENANGKAN JAYDEN
32 TRAUMA
33 LUKA MASA LALU
34 DEMAM
35 TERKEJUT
36 FAKTA BARU
37 MENYIMPAN RAHASIA
38 MANTAN TUNANGAN
39 RAPUH
40 MENGUSIR PENGGANGGU
41 PERINGATAN KERAS
42 MENYATAKAN PERASAAN
43 RACUN
44 MAMPIR YUK
45 KABAR KEMATIAN
46 PURA-PURA MATI
47 MALAM TANPA BEBAN
48 TERBONGKAR
49 KAMU BERHARGA
50 TERLUKA
51 PEMBANTAIAN
52 DI RANTAI
53 KACAU
54 IKATAN BATIN
55 CURHATAN OWEN
56 SADAR
57 BUKAN ILUSI
58 POSESIF
59 MANJA
60 JANJI STATUS MASA DEPAN
61 KEDATANGAN ULAR BARU
62 KEMARAHAN TESSA
63 PENYUSUP
64 RAPAT DEWAN
65 PANIK
66 TEH BERACUN
67 TERTIPU
68 MAINAN CALISTA
69 CINTA JAYDEN
70 MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71 KEHANCURAN SIMON
72 CAIRAN KEJUJURAN
73 SAMA-SAMA BERGERAK
74 DERMAGA
75 MEMBAWA PENGKHIANAT
76 MENUNGGU
77 KHAWATIR TAPI GENGSI
78 DI SOGOK
79 HADIAH MISTERIUS
80 LATIHAN BERSAMA
81 CINTA TAPI GENGSI
82 OBROLAN PRIA JOMBLO
83 MISI JAYDEN
84 ADA KEMAJUAN
85 KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86 PEMBERSIHAN TERAKHIR
87 SEMUA ORANG SIBUK
88 HARI BESAR
89 CINTA YANG MENYATU
90 BONCHAP I
91 BONCHAP II
92 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
KEBANGKITAN SANG AGEN
2
BERUBAH
3
FAKTA BARU
4
MANTAN IBU SURI
5
LAPORAN MATA-MATA
6
MAKANAN BERACUN
7
KERIBUTAN PAGI
8
RENCANA SELANJUTNYA
9
KETAHUAN
10
KEBERANIAN CALISTA
11
MATI KUTU
12
KESEPAKATAN
13
TRIK MURAHAN
14
KEBAKARAN
15
PENGORBANAN CALISTA
16
RENCANA LICIK
17
DI OBATI JAYDEN
18
INTEROGASI
19
MULAI PERHATIAN
20
JEBAKAN CALISTA
21
DIAM-DIAM KHAWATIR
22
KECERDASAN CALISTA
23
PENANGKAPAN ISABELLA
24
RENCANA PEMBERSIHAN
25
PENANGKAPAN TIKUS GOT
26
KETERGANTUNGAN
27
CANGGUNG
28
MENGUNJUNGI HAMA
29
MALAM TERKAHIR
30
EKSEKUSI PENGKHIANAT
31
MENENANGKAN JAYDEN
32
TRAUMA
33
LUKA MASA LALU
34
DEMAM
35
TERKEJUT
36
FAKTA BARU
37
MENYIMPAN RAHASIA
38
MANTAN TUNANGAN
39
RAPUH
40
MENGUSIR PENGGANGGU
41
PERINGATAN KERAS
42
MENYATAKAN PERASAAN
43
RACUN
44
MAMPIR YUK
45
KABAR KEMATIAN
46
PURA-PURA MATI
47
MALAM TANPA BEBAN
48
TERBONGKAR
49
KAMU BERHARGA
50
TERLUKA
51
PEMBANTAIAN
52
DI RANTAI
53
KACAU
54
IKATAN BATIN
55
CURHATAN OWEN
56
SADAR
57
BUKAN ILUSI
58
POSESIF
59
MANJA
60
JANJI STATUS MASA DEPAN
61
KEDATANGAN ULAR BARU
62
KEMARAHAN TESSA
63
PENYUSUP
64
RAPAT DEWAN
65
PANIK
66
TEH BERACUN
67
TERTIPU
68
MAINAN CALISTA
69
CINTA JAYDEN
70
MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71
KEHANCURAN SIMON
72
CAIRAN KEJUJURAN
73
SAMA-SAMA BERGERAK
74
DERMAGA
75
MEMBAWA PENGKHIANAT
76
MENUNGGU
77
KHAWATIR TAPI GENGSI
78
DI SOGOK
79
HADIAH MISTERIUS
80
LATIHAN BERSAMA
81
CINTA TAPI GENGSI
82
OBROLAN PRIA JOMBLO
83
MISI JAYDEN
84
ADA KEMAJUAN
85
KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86
PEMBERSIHAN TERAKHIR
87
SEMUA ORANG SIBUK
88
HARI BESAR
89
CINTA YANG MENYATU
90
BONCHAP I
91
BONCHAP II
92
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!