LAPORAN MATA-MATA

Sementara itu Yura tiba-tiba terbangun dari tidurnya, dia tidak tahu rencana mantan Ibu Suri, tapi dia bisa merasakan badai akan datang.

Yura melirik Pangeran kecil nya yang masih terlelap, setelah itu Yura memilih beranjak, dan dia kemabli memeriksa setiap sudut ruangan dengan sangat teliti.

Dia menemukan sebuah kotak kecil tersembunyi di balik lemari pakaian, kotak itu milik Calista yang asli.

Di dalam kotak itu terdapat beberapa surat usang dan sebuah kalung perak murah.

"Jadi ini alasan Calista yang asli selalu ketakutan," gumam Yura setelah membaca salah satu surat yang berisi ancaman dari pihak yang tidak dikenal untuk membunuh keluarganya di desa jika dia tidak memberikan informasi tentang gerak-gerik Jayden.

"Calista ternyata adalah mata-mata paksaan. Tapi dia terlalu lemah untuk melakukan tugasnya dengan benar," simpul Yura.

Yura membakar surat-surat itu di atas nyala lilin hingga menjadi abu, karena dia tidak butuh kelemahan seperti itu.

"Jika mereka mengira aku masih Calista yang bisa diancam melalui keluarga, mereka salah besar," batin Yura, tersenyum dingin.

"Keluarga Calista bukan keluargaku, tapi aku bisa menggunakan mereka sebagai umpan balik," batin Yura, lagi.

Tiba-tiba, telinga tajam Yura mendengar bisikan halus dari balik dinding kayu kamarnya, ada sebuah lubang intip kecil yang disamarkan dengan sangat rapi.

Yura tidak menoleh, dia justru berpura-pura sedang menimang bayi Lorenzo yang sudah tertidur, namun matanya melirik ke arah cermin rias untuk melihat pantulan lubang intip tersebut.

Di sana, sebuah mata sedang mengawasinya.

Yura sengaja menggumamkan sesuatu dengan nada rendah, seolah-olah sedang berbicara pada bayi itu.

"Jangan takut, Lorenzo... pamanmu Jayden akan segera memberikan tahta itu padamu, meskipun dia harus menyingkirkan siapa pun yang menghalangi, termasuk wanita tua itu..." gumam Yura, dengan sengaja.

Yura sengaja melemparkan umpan balik, dia tahu mata-mata itu akan melaporkan kata-katanya. Dia ingin mengadu domba Jayden dengan Ibu Suri lebih jauh lagi.

"Permainan dimulai, Ibu Suri. Mari kita lihat siapa yang lebih pandai menenun jaring laba-laba," batin Seringai tipis muncul di wajah Yura.

Mungkin semua orang tidak tahu, bahwa kekacauan yang terjadi di istana ini karena ulah wanita tua itu, mantan ibu suri yang sudah di copot gelar nya.

Tapi dari ingatan Calista yang Yura terima, Yura mengetahui semua kebusukan wanita tua itu selama ini.

"Aku tidak yakin, kalau Jayden tidak mengetahui hal ini, entah apa rencana pria itu, mengingat wanita tua itu adalah ibu kandung nya sendiri," batin Yura, duduk di pinggir ranjang.

Yura memandangi bayi kecil itu, Pangeran Lorenzo masih berumur lima bulan, tapi tubuh nya masih kecil, seperti nya Calista yang asli sulit memberikan Asi pada bayi ini, mengingat setiap detik selalu ada ancaman yang ingin membunuh nya.

Di ruang kerja nya, Jayden saat ini sedang mengerjakan beberapa laporan istana dan wilayahnya sendiri sebagai Grand Duke.

Walaupun Jayden tidak naik tahta, tapi dia yang bertanggung jawab atas istana dan kerajaan Florist, sampai nanti Pangeran Lorenzo siap naik tahta.

Sementara ini posisi Raja kosong, hal itu banyak pro kontrak yang terjadi antara para bangsawan, yang meminta posisi Raja harus segera di isi.

Seperti yang kalian tahu, Jayden bukan orang yang haus akan kekuasaan, dia dengan keras menolak untuk naik tahta, karena itu memang bukan haknya.

"Yang Mulia, ini sudah sangat larut malam, sebaiknya Anda istirahat," ucap Owen, untuk kesekian kalinya.

"Aku tidak punya waktu untuk itu Owen, ke keamanan Lorenzo dan kestabilan Istan jauh lebih penting dari pada istirahat yang kau sebutkan itu," jawab Jayden dingin, tanpa mengalihkan pandangan nya.

Jayden memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.

Di atas meja kerjanya yang terbuat dari kayu jati hitam, tumpukan perkamen dari Dewan Penasihat Kerajaan menuntut hal yang sama. Penobatan Raja Baru.

"Berapa lama lagi mereka akan mendesak ku, Owen?" tanya Jayden, suaranya parau karena kurang tidur.

"Para bangsawan itu seperti burung pemakan bangkai, Yang Mulia," jawab Owen, yang sedang menuangkan air ke dalam gelas perak, berhenti sejenak.

"Mereka mencium kekosongan kekuasaan dan mereka ingin segera hinggap, dan sebagian besar dari mereka khawatir jika tahta terlalu lama kosong, pemberontakan di wilayah perbatasan akan pecah," lanjut Owen, meletakkan gelas berisi air itu, ke atas meja Jayden.

"Atau mereka hanya ingin aku naik tahta agar mereka bisa menjilat kakiku untuk mendapatkan konsesi pajak," ucap Jayden, mendengus sinis.

Jayden sudah sangat hapal dengan orang-orang seperti mereka, yang hanya memikirkan tahta dan kekuasaan, bahkan dengan cara kotor sekalipun.

Sangat menjijikan!.

Tok

Tok

Tok

Tiba-tiba, pintu ruang kerja diketuk dengan terburu-buru.

"Masuk!" perintah Jayden, dingin.

Ceklekk.

Seorang prajurit bayangan, prajurit intelijen pribadi Jayden masuk dan membungkuk hormat.

"Salam Yang Mulia Grand Duke Jayden," ucap prajurit itu, membungkuk sopan.

"Hem"

Gumam Jayden, mengibaskan tangannya.

"Lapor, Yang Mulia, mata-mata kita yang berada di dinding paviliun Ibu Susu baru saja kembali," ucap pria itu, tegas.

Jayden seketika menegakkan punggungnya. Ketertarikannya pada, Calista yang baru ini jauh melampaui rasa curiganya.

"Katakan!" perintah Jayden, dingin.

"Nona Calista, dia menyadari keberadaan pengintai. Namun, alih-alih melapor atau merasa takut, dia sengaja menggumamkan sesuatu yang kami yakini sebagai pesan untuk Anda atau untuk..." jawab prajurit itu, sedikit ragu.

"Untuk siapa? Katakan dengan jelas!" perintah Jayden, menatap pria itu, tajam.

Pria itu menunduk kan kepala nya, karena dia juga tidak tahu siapa yang di maksud oleh Calista.

Mulai sekarang kita panggil Yura. Calista.

"Apa yang dia katakan?" tanya Jayden, dingin.

"Nona Calista berkata. Jangan takut, Lorenzo, pamanmu Jayden akan segera memberikan tahta itu padamu, meskipun dia harus menyingkirkan siapa pun yang menghalangi, termasuk wanita tua itu," jawab pria itu, sesuai laporan dari mata-mata yang dia terima.

Hening seketika menyelimuti ruangan itu, suhu di ruangan itu tuba-tiba berubah drastis, dingin dan mencekam.

Glek

Owen menelan ludah dengan susah payah, sementara Jayden perlahan menyandarkan punggungnya ke kursi, sebuah tawa dingin keluar dari tenggorokannya.

"Wanita tua itu?" gumam Jayden.

"Dia merujuk pada ibuku?" gumam Jayden, tidak yakin.

Apa mungkin Iya Calista mengetahui Ibu nya, pikir Jayden, karena sejauh yang dia tahu Calista tidak pernah bertemu dengan ibu nya.

"Yang Mulia, ini berbahaya, jika kata-kata itu sampai ke telinga para pengikut Ibu Suri, mereka akan menuduh Anda merencanakan makar terhadap Ibu Suri sendiri, atau lebih buruk lagi, mereka akan menganggap Calista sedang menghasut Anda," ucap Owen menyela dengan nada khawatir.

Terpopuler

Comments

Yaayaaa🌸

Yaayaaa🌸

suka banget cewe dingin dan kuat gini thor yuhuuu

2026-03-21

1

Ima Kristina

Ima Kristina

Yura... wonder woman... keren

2026-08-17

0

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Ibu mu yang Sudah jelas jahat saja masih kamu lindungi Jayden, baru di sentil Yura (Calista) sedikit saja sudah sensi.🤣🤣

2026-03-30

1

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN SANG AGEN
2 BERUBAH
3 FAKTA BARU
4 MANTAN IBU SURI
5 LAPORAN MATA-MATA
6 MAKANAN BERACUN
7 KERIBUTAN PAGI
8 RENCANA SELANJUTNYA
9 KETAHUAN
10 KEBERANIAN CALISTA
11 MATI KUTU
12 KESEPAKATAN
13 TRIK MURAHAN
14 KEBAKARAN
15 PENGORBANAN CALISTA
16 RENCANA LICIK
17 DI OBATI JAYDEN
18 INTEROGASI
19 MULAI PERHATIAN
20 JEBAKAN CALISTA
21 DIAM-DIAM KHAWATIR
22 KECERDASAN CALISTA
23 PENANGKAPAN ISABELLA
24 RENCANA PEMBERSIHAN
25 PENANGKAPAN TIKUS GOT
26 KETERGANTUNGAN
27 CANGGUNG
28 MENGUNJUNGI HAMA
29 MALAM TERKAHIR
30 EKSEKUSI PENGKHIANAT
31 MENENANGKAN JAYDEN
32 TRAUMA
33 LUKA MASA LALU
34 DEMAM
35 TERKEJUT
36 FAKTA BARU
37 MENYIMPAN RAHASIA
38 MANTAN TUNANGAN
39 RAPUH
40 MENGUSIR PENGGANGGU
41 PERINGATAN KERAS
42 MENYATAKAN PERASAAN
43 RACUN
44 MAMPIR YUK
45 KABAR KEMATIAN
46 PURA-PURA MATI
47 MALAM TANPA BEBAN
48 TERBONGKAR
49 KAMU BERHARGA
50 TERLUKA
51 PEMBANTAIAN
52 DI RANTAI
53 KACAU
54 IKATAN BATIN
55 CURHATAN OWEN
56 SADAR
57 BUKAN ILUSI
58 POSESIF
59 MANJA
60 JANJI STATUS MASA DEPAN
61 KEDATANGAN ULAR BARU
62 KEMARAHAN TESSA
63 PENYUSUP
64 RAPAT DEWAN
65 PANIK
66 TEH BERACUN
67 TERTIPU
68 MAINAN CALISTA
69 CINTA JAYDEN
70 MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71 KEHANCURAN SIMON
72 CAIRAN KEJUJURAN
73 SAMA-SAMA BERGERAK
74 DERMAGA
75 MEMBAWA PENGKHIANAT
76 MENUNGGU
77 KHAWATIR TAPI GENGSI
78 DI SOGOK
79 HADIAH MISTERIUS
80 LATIHAN BERSAMA
81 CINTA TAPI GENGSI
82 OBROLAN PRIA JOMBLO
83 MISI JAYDEN
84 ADA KEMAJUAN
85 KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86 PEMBERSIHAN TERAKHIR
87 SEMUA ORANG SIBUK
88 HARI BESAR
89 CINTA YANG MENYATU
90 BONCHAP I
91 BONCHAP II
92 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
KEBANGKITAN SANG AGEN
2
BERUBAH
3
FAKTA BARU
4
MANTAN IBU SURI
5
LAPORAN MATA-MATA
6
MAKANAN BERACUN
7
KERIBUTAN PAGI
8
RENCANA SELANJUTNYA
9
KETAHUAN
10
KEBERANIAN CALISTA
11
MATI KUTU
12
KESEPAKATAN
13
TRIK MURAHAN
14
KEBAKARAN
15
PENGORBANAN CALISTA
16
RENCANA LICIK
17
DI OBATI JAYDEN
18
INTEROGASI
19
MULAI PERHATIAN
20
JEBAKAN CALISTA
21
DIAM-DIAM KHAWATIR
22
KECERDASAN CALISTA
23
PENANGKAPAN ISABELLA
24
RENCANA PEMBERSIHAN
25
PENANGKAPAN TIKUS GOT
26
KETERGANTUNGAN
27
CANGGUNG
28
MENGUNJUNGI HAMA
29
MALAM TERKAHIR
30
EKSEKUSI PENGKHIANAT
31
MENENANGKAN JAYDEN
32
TRAUMA
33
LUKA MASA LALU
34
DEMAM
35
TERKEJUT
36
FAKTA BARU
37
MENYIMPAN RAHASIA
38
MANTAN TUNANGAN
39
RAPUH
40
MENGUSIR PENGGANGGU
41
PERINGATAN KERAS
42
MENYATAKAN PERASAAN
43
RACUN
44
MAMPIR YUK
45
KABAR KEMATIAN
46
PURA-PURA MATI
47
MALAM TANPA BEBAN
48
TERBONGKAR
49
KAMU BERHARGA
50
TERLUKA
51
PEMBANTAIAN
52
DI RANTAI
53
KACAU
54
IKATAN BATIN
55
CURHATAN OWEN
56
SADAR
57
BUKAN ILUSI
58
POSESIF
59
MANJA
60
JANJI STATUS MASA DEPAN
61
KEDATANGAN ULAR BARU
62
KEMARAHAN TESSA
63
PENYUSUP
64
RAPAT DEWAN
65
PANIK
66
TEH BERACUN
67
TERTIPU
68
MAINAN CALISTA
69
CINTA JAYDEN
70
MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71
KEHANCURAN SIMON
72
CAIRAN KEJUJURAN
73
SAMA-SAMA BERGERAK
74
DERMAGA
75
MEMBAWA PENGKHIANAT
76
MENUNGGU
77
KHAWATIR TAPI GENGSI
78
DI SOGOK
79
HADIAH MISTERIUS
80
LATIHAN BERSAMA
81
CINTA TAPI GENGSI
82
OBROLAN PRIA JOMBLO
83
MISI JAYDEN
84
ADA KEMAJUAN
85
KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86
PEMBERSIHAN TERAKHIR
87
SEMUA ORANG SIBUK
88
HARI BESAR
89
CINTA YANG MENYATU
90
BONCHAP I
91
BONCHAP II
92
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!