Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

KEBANGKITAN SANG AGEN

Bau amis darah mendadak menusuk indra penciuman Yura.

Sebagai mantan agen rahasia, instingnya bereaksi lebih cepat daripada kesadarannya.

Yura menatap ke sekeliling nya, dimana dia terbangun di tempat asing, tapi itu bukan masalah baginya.

Telinga tajam Yura mendengar langkah kaki yang diseret, dan berat, insting membunuhnya langsung aktif, dia menatap dingin ke pintu kayu yang masih tertutup

"Cari perempuan itu! Jangan biarkan pewaris suci itu hidup lebih lama lagi!"

Sebuah suara serak memerintah dari balik lorong.

Yura menoleh ke arah bayi di sampingnya. Bayi itu menggeliat, hendak menangis, jika suara tangisan pecah, posisi mereka tamat.

Dengan gerakan cepat yang bahkan mengejutkan dirinya sendiri, Yura menyumpal mulut botol susu kosong ke dekat bibir bayi untuk mengalihkan perhatiannya, sementara tangan kirinya meraba bawah bantal.

Nihil! Tidak ada pistol, tidak ada pisau lipat.

"Sial, aku benar-benar berada di zaman kuno," desis Yura, mengetahui kenyataan dia telah mengalami Transmigrasi jiwa.

Tidak kehabisan akal, Yura dengan mata setajam elang, memindai semua isi yang ada di dalam ruangan itu, matanya terjatuh pada sebuah tusuk konde perak panjang yang tergeletak di atas meja rias kusam.

Yura menyambar tusuk konde itu, teksturnya ringan, tapi di tangan Yura, benda tumpul pun bisa menjadi senjata mematikan.

BRAK

Pintu kamar ditendang hingga terbuka, dua pria dengan pakaian hitam dan penutup wajah merangsek masuk. Pedang mereka berkilat tertimpa cahaya bulan.

Tidak ada raut wajah ketakutan di wajah Yura, atau bisa kita sebut dengan Calista, seorang ibu susu dari Pangeran Mahkota.

"Hanya seorang ibu susu?"

Ucap salah satu dari mereka tertawa meremehkan saat melihat Yura yang berdiri diam di samping tempat tidur.

"Serahkan bayinya, dan aku akan membuat kematianmu tidak menyakitkan," ucap mereka, terlalu percaya diri.

Yura tidak menjawab, dia menyesuaikan kuda-kudanya.

Tubuh Calista ini lemah dan kekurangan nutrisi, tapi ingatannya tentang titik vital manusia masih terekam sempurna di otak genius Yura.

"Kau terlalu banyak bicara untuk ukuran seorang tikus," ucap Yura dingin, matanya yang tajam menatap lurus ke arah tenggorokan lawan.

Mendengar perkataan Yura, membuat mereka tersinggung, salah satu pria itu mengayunkan pedangnya.

BLES

Yura tidak menghindar ke belakang, justru dia maju ke depan, merunduk di bawah jangkauan pedang, dan dalam satu gerakan secepat kilat, dia menghujamkan tusuk konde perak itu tepat ke saraf di bawah telinga lawan.

JLEP

Pria itu mematung, matanya melotot sebelum tubuhnya ambruk tanpa sempat berteriak.

Rekan pria itu yang ada di belakangnya tertegun.

"K-kau... apa yang kau lakukan?!" tanya salah satu mereka, mulai takut.

Belum sempat pria kedua mengangkat pedang, Yura sudah memutar tubuh, menggunakan momentum jatuhnya lawan pertama untuk merebut pedang miliknya. Dengan sekali tebasan ujung pedang itu membelah dada si penyerang kedua.

BLESS

Darah segar menciprat ke pipi pucat Yura, dia berdiri tegak di antara dua mayat, napasnya sedikit terengah karena tubuh ini tidak terbiasa dengan gerakan eksplosif seperti itu.

"Apa yang kau lakukan!"

Teriak pria yang masih tersisa dengan wajah memerah padam, menghunus kan pedang nya pada Yura.

TRANG

Yura yang sudah menegang pedang milik pria yang baru saja dia bunuh, langsung mengkis serangan dari mereka.

TRANG

TRANG

TRANG

Perkelahian itu terlihat sangat tidak seimbang, Yura dengan tubuh barunya dengan segala kekuatan yang dia memiliki, bergerak dengan lincah.

TRANG

BRAS

DUK

BLAS

DUK

Dua kepala musuh jatuh menggelinding di lantai, ruangan, membuat satu pria yang masih tersisa bergetar ketakutan.

"Kenapa? Takut?" tanya Yura, tersenyum mengejek.

"A-aku-"

BLES

DUK

"Tidak ada yang menyuruh mu berbicara bodoh!" ucap Yura, memenggal kepala pria terakhir.

Setelah melihat mereka semua terbujur kekurangan dengan kepala terpisah dan darah dimana-mana, mata tajam Yura memindai mereka satu-persatu, seolah sedang mencari siapa orang dibalik mereka itu.

"Siapa yang mengirim kalian?" gumam Yura meski ia tahu mayat tidak bisa bicara.

Belum sempat Yura melihat ke arah Bayi yang ada di ranjang, tiba-tiba, suara langkah kaki yang jauh lebih dingin terdengar mendekat ke ruangan nya.

Bukan langkah serampangan seperti pembunuh tadi, melainkan langkah teratur pasukan tempur.

DRAP

DRAP

DRAP

Yura masih berdiri tegak, dengan pedang panjang yang berlumuran darah di tangan nya, seolah sedang menunggu musuh yang selanjutnya, tanpa rasa takut sedikitpun.

Ceklekk

Pintu kamar kembali terbuka lebar, kali ini yang datang, adalah sosok pria bertubuh tegap dengan jubah hitam berlambang singa emas berdiri di sana.

Kedatangan pria itu, membawa aura dingin dan dominan yang terpancar darinya.

Pria yang baru datang itu adalah Grand Duke Jayden, sang Panglima Tertinggi Kerajaan Florist sekaligus paman dari bayi yang Yura jaga.

Jayden terpaku di ambang pintu, matanya beralih dari lima mayat di lantai menuju wanita yang berdiri memegang pedang dengan darah yang menetes dari wajahnya.

"Apa yang terjadi di sini?" tanya Jayden, suaranya berat dan penuh kecurigaan.

"Kau! Apakah kau mencoba membunuh keponakanku?" tanya Jayden dingin, mata menatap Yura dengan kebencian yang nyata.

Yura menyeka darah di pipinya dengan punggung tangan, lalu menatap Jayden tanpa rasa takut sedikit pun, dia bukan lagi Calista, di tubuh ibu Susu yang lemah itu, sekarang di ganti dengan jiwa Yura, sang agen rahasia dari dunia lain, dengan kemampuan jauh diatas pembunuh bayaran.

"Jika aku ingin membunuhnya, dia sudah mati sejak tadi, Tuan yang Terhormat," jawab Yura dengan nada sinis.

TRANG

Yura melemparkan pedangnya ke lantai hingga menimbulkan suara denting yang keras.

"Daripada menuduhku, sebaiknya kau urus keamanan istanamu yang bocor seperti saringan ini," lanjut Yura dingin.

Dari ingatan yang Yura terima sebelum dia membuka mata, pria ini adalah orang yang selama ini melindungi bayi kecil itu, yang merupakan Putra Mahkota Kerajaan Florist, Pria dingin yang selalu menatap Calista asli dengan tajam.

Mendengar respon dari perempuan yang menjadi ibu Susu dari keponakan nya, Jayden tertegun.

Wanita di depannya ini memiliki terlihat berbeda, karena biasnya dia tidak pernah berani mengangkat kepala nya, apa lagi menjawab perkataan nya.

Tapi sekarang, Jayden melihat tatapan mata yang biasa nya sayu penuh ketakutan, kini berubah menjadi tatapan yang dingin dan berani, seperti tatapan seorang prajurit yang telah melewati ribuan medan perang.

"Berani sekali kau bicara seperti itu padaku, Ibu Susu," ucap Jayden melangkah maju, mencengkeram rahang Yura dengan kasar.

"Kau hanyalah pelayan di sini. Nyawamu ada di tanganku!" desis Jayden, mengeram rendah.

Yura malah tersenyum tipis, sebuah seringai yang membuat bulu kuduk pengawal di belakang Jayden meremang.

Terpopuler

Comments

Gee

Gee

Dari sisi keamanan pun lemah tapi kamu bisa2nya menghardik Calista, kalau dia mau mencelakakan bayi pejam mata pun bisa dilakukan 😌

2026-07-06

0

Alvia Vi

Alvia Vi

hahh aku baru tau kalau ini karya author..
aku sering baca cerita novel mu thor..
aku jarang koment2 sih🙏
mungkin terlalu seru,JD lupaa

2026-05-19

0

𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)

𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)

Uh, aku mampir kak 😊😊

2026-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN SANG AGEN
2 BERUBAH
3 FAKTA BARU
4 MANTAN IBU SURI
5 LAPORAN MATA-MATA
6 MAKANAN BERACUN
7 KERIBUTAN PAGI
8 RENCANA SELANJUTNYA
9 KETAHUAN
10 KEBERANIAN CALISTA
11 MATI KUTU
12 KESEPAKATAN
13 TRIK MURAHAN
14 KEBAKARAN
15 PENGORBANAN CALISTA
16 RENCANA LICIK
17 DI OBATI JAYDEN
18 INTEROGASI
19 MULAI PERHATIAN
20 JEBAKAN CALISTA
21 DIAM-DIAM KHAWATIR
22 KECERDASAN CALISTA
23 PENANGKAPAN ISABELLA
24 RENCANA PEMBERSIHAN
25 PENANGKAPAN TIKUS GOT
26 KETERGANTUNGAN
27 CANGGUNG
28 MENGUNJUNGI HAMA
29 MALAM TERKAHIR
30 EKSEKUSI PENGKHIANAT
31 MENENANGKAN JAYDEN
32 TRAUMA
33 LUKA MASA LALU
34 DEMAM
35 TERKEJUT
36 FAKTA BARU
37 MENYIMPAN RAHASIA
38 MANTAN TUNANGAN
39 RAPUH
40 MENGUSIR PENGGANGGU
41 PERINGATAN KERAS
42 MENYATAKAN PERASAAN
43 RACUN
44 MAMPIR YUK
45 KABAR KEMATIAN
46 PURA-PURA MATI
47 MALAM TANPA BEBAN
48 TERBONGKAR
49 KAMU BERHARGA
50 TERLUKA
51 PEMBANTAIAN
52 DI RANTAI
53 KACAU
54 IKATAN BATIN
55 CURHATAN OWEN
56 SADAR
57 BUKAN ILUSI
58 POSESIF
59 MANJA
60 JANJI STATUS MASA DEPAN
61 KEDATANGAN ULAR BARU
62 KEMARAHAN TESSA
63 PENYUSUP
64 RAPAT DEWAN
65 PANIK
66 TEH BERACUN
67 TERTIPU
68 MAINAN CALISTA
69 CINTA JAYDEN
70 MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71 KEHANCURAN SIMON
72 CAIRAN KEJUJURAN
73 SAMA-SAMA BERGERAK
74 DERMAGA
75 MEMBAWA PENGKHIANAT
76 MENUNGGU
77 KHAWATIR TAPI GENGSI
78 DI SOGOK
79 HADIAH MISTERIUS
80 LATIHAN BERSAMA
81 CINTA TAPI GENGSI
82 OBROLAN PRIA JOMBLO
83 MISI JAYDEN
84 ADA KEMAJUAN
85 KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86 PEMBERSIHAN TERAKHIR
87 SEMUA ORANG SIBUK
88 HARI BESAR
89 CINTA YANG MENYATU
90 BONCHAP I
91 BONCHAP II
92 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
KEBANGKITAN SANG AGEN
2
BERUBAH
3
FAKTA BARU
4
MANTAN IBU SURI
5
LAPORAN MATA-MATA
6
MAKANAN BERACUN
7
KERIBUTAN PAGI
8
RENCANA SELANJUTNYA
9
KETAHUAN
10
KEBERANIAN CALISTA
11
MATI KUTU
12
KESEPAKATAN
13
TRIK MURAHAN
14
KEBAKARAN
15
PENGORBANAN CALISTA
16
RENCANA LICIK
17
DI OBATI JAYDEN
18
INTEROGASI
19
MULAI PERHATIAN
20
JEBAKAN CALISTA
21
DIAM-DIAM KHAWATIR
22
KECERDASAN CALISTA
23
PENANGKAPAN ISABELLA
24
RENCANA PEMBERSIHAN
25
PENANGKAPAN TIKUS GOT
26
KETERGANTUNGAN
27
CANGGUNG
28
MENGUNJUNGI HAMA
29
MALAM TERKAHIR
30
EKSEKUSI PENGKHIANAT
31
MENENANGKAN JAYDEN
32
TRAUMA
33
LUKA MASA LALU
34
DEMAM
35
TERKEJUT
36
FAKTA BARU
37
MENYIMPAN RAHASIA
38
MANTAN TUNANGAN
39
RAPUH
40
MENGUSIR PENGGANGGU
41
PERINGATAN KERAS
42
MENYATAKAN PERASAAN
43
RACUN
44
MAMPIR YUK
45
KABAR KEMATIAN
46
PURA-PURA MATI
47
MALAM TANPA BEBAN
48
TERBONGKAR
49
KAMU BERHARGA
50
TERLUKA
51
PEMBANTAIAN
52
DI RANTAI
53
KACAU
54
IKATAN BATIN
55
CURHATAN OWEN
56
SADAR
57
BUKAN ILUSI
58
POSESIF
59
MANJA
60
JANJI STATUS MASA DEPAN
61
KEDATANGAN ULAR BARU
62
KEMARAHAN TESSA
63
PENYUSUP
64
RAPAT DEWAN
65
PANIK
66
TEH BERACUN
67
TERTIPU
68
MAINAN CALISTA
69
CINTA JAYDEN
70
MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71
KEHANCURAN SIMON
72
CAIRAN KEJUJURAN
73
SAMA-SAMA BERGERAK
74
DERMAGA
75
MEMBAWA PENGKHIANAT
76
MENUNGGU
77
KHAWATIR TAPI GENGSI
78
DI SOGOK
79
HADIAH MISTERIUS
80
LATIHAN BERSAMA
81
CINTA TAPI GENGSI
82
OBROLAN PRIA JOMBLO
83
MISI JAYDEN
84
ADA KEMAJUAN
85
KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86
PEMBERSIHAN TERAKHIR
87
SEMUA ORANG SIBUK
88
HARI BESAR
89
CINTA YANG MENYATU
90
BONCHAP I
91
BONCHAP II
92
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!