MANTAN IBU SURI

Tak

Dengan sengaja Yura menjatuhkan sisirnya ke lantai, lalu membungkuk dengan gerakan yang sangat anggun namun waspada, sengaja memperlihatkan pada siapapun yang mengintai bahwa dia bukanlah mangsa yang mudah.

"Rahasiaku sebagai transmigran adalah senjataku yang paling mematikan," batin Yura, dengan mata berkilat tajam.

"Biarlah mereka mengira aku adalah ibu susu yang gila, itu akan membuat mereka lengah," lanjut Yura, berjalan ke arah ranjang.

Yura mematikan lilin terakhir di ruangan itu, membuat kamar jatuh ke dalam kegelapan total. Namun, di dalam kegelapan itu, indra pendengarannya tetap aktif, memetakan setiap detak jantung di sekitar paviliun.

Yura merebahkan tubuhnya, di samping Pangeran Lorenzo yang sedang tertidur pulas.

"Selamat malam, Pangeran Kecil," bisik Yura

sambil memejamkan mata, namun tangannya tetap menggenggam erat belati hasil rampasan tadi di bawah selimut.

"Besok, kita akan mulai membersihkan sarang ular ini," batin Yura, sebelum akhirnya pergi ke alam mimpi nya, menyusul anak susu nya.

Di waktu yang sama, di tempat yang berbeda., di sebuah paviliun megah namun tersembunyi di sudut paling gelap ibu kota Kerajaan Florist, suasana mencekam menyelimuti sebuah ruangan beraroma dupa yang menyengat.

Seorang wanita dengan gaun sutra berwarna merah darah duduk di balik tirai tipis. Jemarinya yang lentik dengan kuku panjang berwarna hitam sedang mengelus seekor kucing persia putih yang mengeong gelisah.

BRAK

Seorang pria berpakaian zirah ringan masuk dengan terengah-engah, langsung berlutut hingga dahinya menyentuh lantai yang dingin.

"Ampun, Yang Mulia, rencana i-itu, rencana itu gagal," ucap pria itu dengan suara gemetar hebat.

Gerakan tangan wanita di balik tirai itu terhenti, suasana seketika menjadi begitu sunyi hingga suara tetesan lilin pun terdengar jelas.

"Gagal?" tanya wanita itu lembut, namun dinginnya sanggup membekukan sumsum tulang.

"Bagaimana bisa lima pembunuh bayaran terbaik dari klan bayangan gagal menghabisi seorang bayi dan seorang ibu susu yang bahkan takut melihat darahnya sendiri?" tanya wanita itu, dengan suara dingin nya.

"I-itu... ada sesuatu yang salah, Yang Mulia," jawab pria itu tanpa berani mengangkat kepala.

"Laporan dari mata-mata kita mengatakan bahwa Calista... ibu susu itu... dia bukan lagi manusia biasa. Dia membantai mereka semua dalam hitungan detik, tanpa bantuan pengawal. Hanya dengan sebuah tusuk konde," lanjut pria itu, dengan tubuh bergetar.

Wanita itu berdiri, bayangannya terpantul panjang di dinding akibat cahaya lilin yang bergoyang.

"Ibu susu itu? Calista yang malang itu? Kau bercanda?" tanya wanita itu, mengeram rendah.

"Tidak, Yang Mulia! Mata-mata kita yang menyamar sebagai pelayan melihatnya sendiri sebelum dia tertangkap oleh Grand Duke. Dia bilang, mata wanita itu seperti mata iblis yang keluar dari neraka. Dia bergerak secepat kilat dan tidak memiliki rasa takut," jawab pria itu, menggeleng kan kepala nya.

PRANG.

Wanita itu melempar cangkir teh porselennya hingga hancur berkeping-keping tepat di depan wajah sang utusan.

"Jayden pasti sudah melatihnya secara rahasia!" gumam wanita itu, geram.

"Pantas saja dia begitu tenang meskipun aku menyebarkan rumor bahwa dialah pembunuh kakak iparnya sendiri. Ternyata dia sudah menyiapkan bidak tersembunyi di samping Lorenzo!" ucap wanita itu, dengan mata berkilat tajam.

Wanita itu berjalan mendekati jendela, menatap ke arah istana utama yang terlihat megah di kejauhan.

"Calista... jika dia benar-benar sudah berubah, maka dia adalah ancaman yang lebih besar daripada Jayden. Seorang pelindung yang berada tepat di jantung musuh, yang bisa menyerang kapan saja..." gumam wanita itu, lirih.

Wanita itu kemudian berbalik, menatap pria yang masih berlutut itu dengan tatapan haus darah.

"Siapkan racun Anggrek hitam, jika pedang gagal karena kelincahannya, maka biarkan udara yang dia hirup membunuhnya!" perintah wanita itu dingin.

"Aku tidak peduli berapa banyak pelayan di paviliun itu yang harus mati, pastikan Lorenzo dan wanita jalang itu tidak melihat matahari terbit dua hari lagi!"lanjut wanita itu, penuh penekan.

"Baik, Yang Mulia! Segera laksanakan!" jawab pria itu, mengangguk patuh.

"Jayden, kau pikir kau bisa menyembunyikan kartu as-mu selamanya? Mari kita lihat, seberapa hebat Calista milikmu itu saat dia harus menghadapi kematian yang tidak terlihat," gumam wanita itu, tersenyum miring.

Wanita di balik tirai itu adalah mantan Ibu Suri Isabella, ibu kandung Jayden, dia sedang dalam pengasingan dari sepuluh tahun yang lalu, karena telah membunuh Raja, suaminya sendiri.

Isabella hanya lah seorang Selir Raja, tapi walaupun begitu, Raja sangat mencintai Isabella, membuat Isabella memanfaatkan perasaan cinta Raja, untuk menguasai kerajaan Florist, segala cara dia lakukan untuk melenyapkan Putra Mahkota, tapi semua nya gagal, hingga akhir beberapa tahun yang lalu dia kembali memanfaatkan seorang gadis, untuk membunuh Pengeran Mahkota, dan wanita itu berhasil membunuh Putra Mahkota, dan sialnya wanita itu memiliki anak dengan Pangeran Mahkota.

Isabella menyandarkan tubuhnya pada kursi sutra, menatap kuku-kukunya yang hitam legam dengan pandangan kosong yang mematikan.

"Rencana racun itu simpan dulu," ucap Isabella tiba-tiba, membatalkan perintah sebelumnya.

"Jika aku meracuni mereka malam ini, Jayden yang sedang dalam mode waspada akan langsung tahu itu perbuatanku. Aku tidak ingin putraku yang keras kepala itu semakin menjauh dariku," lanjut Isabella, melirik pria yang tadi masih berdiri di sana.

Pelayan setianya, seorang wanita tua bernama Maria, mendekat dengan langkah tanpa suara.

"Lalu apa rencana Anda selanjutnya, Yang Mulia? Jika ibu susu itu benar-benar memiliki kemampuan bertarung, dia akan menjadi benteng yang sulit ditembus di samping bayi itu," tanya Maria, hati-hati.

Isabella tersenyum miring, senyum yang tidak mencapai matanya.

"Seorang petarung sehebat apa pun akan kalah oleh opini publik dan hukum istana," bisik Isabella, menyeringai

"Calista itu hanya seorang pelayan rendahan. Jika dia tiba-tiba menjadi jago bertarung, bukankah itu mencurigakan? Aku akan menggunakan kegilaan ini untuk menjatuhkannya," lanjut Isabella, tersenyum licik.

Wanita paruh baya itu kemudian mengambil sebuah surat kecil yang tersegel lilin merah.

"Besok pagi, sebarkan berita di seluruh paviliun pelayan dan telinga para menteri bahwa Calista telah kerasukan roh jahat atau menggunakan sihir hitam untuk membunuh para penyusup," ucap Isabella, melirik Maria.

"Di Kerajaan Florist, menggunakan sihir terlarang hukumannya adalah dibakar hidup-hidup," lanjut Isabella tersenyum dingin.

"Baik Yang Mulia," jawab Maria, mengangguk paham.

"Mari kita lihat bagaimana Jayden melindunginya jika seluruh tetua kuil menuntut kepala ibu susu itu. Dan saat Calista ditarik paksa dari kamar Lorenzo, saat itulah kita ambil bayi itu dan melenyapkannya tanpa ada yang menghalangi," ucap Isabella tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam.

Terpopuler

Comments

Juansaja

Juansaja

itu ada bayi loh kegelapan total setidaknya sisakan sedikit cahaya kasihan bayinya

2026-08-13

0

Ima Kristina

Ima Kristina

Demi harta dan tahta sampai rela ingin membunuh seorang bayi....keju sekali

2026-08-17

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

HALU MU TERLALU TINGGI MAK LAMPIR,COBA AJA KALAU KAMU BISA..

2026-04-29

0

lihat semua
Episodes
1 KEBANGKITAN SANG AGEN
2 BERUBAH
3 FAKTA BARU
4 MANTAN IBU SURI
5 LAPORAN MATA-MATA
6 MAKANAN BERACUN
7 KERIBUTAN PAGI
8 RENCANA SELANJUTNYA
9 KETAHUAN
10 KEBERANIAN CALISTA
11 MATI KUTU
12 KESEPAKATAN
13 TRIK MURAHAN
14 KEBAKARAN
15 PENGORBANAN CALISTA
16 RENCANA LICIK
17 DI OBATI JAYDEN
18 INTEROGASI
19 MULAI PERHATIAN
20 JEBAKAN CALISTA
21 DIAM-DIAM KHAWATIR
22 KECERDASAN CALISTA
23 PENANGKAPAN ISABELLA
24 RENCANA PEMBERSIHAN
25 PENANGKAPAN TIKUS GOT
26 KETERGANTUNGAN
27 CANGGUNG
28 MENGUNJUNGI HAMA
29 MALAM TERKAHIR
30 EKSEKUSI PENGKHIANAT
31 MENENANGKAN JAYDEN
32 TRAUMA
33 LUKA MASA LALU
34 DEMAM
35 TERKEJUT
36 FAKTA BARU
37 MENYIMPAN RAHASIA
38 MANTAN TUNANGAN
39 RAPUH
40 MENGUSIR PENGGANGGU
41 PERINGATAN KERAS
42 MENYATAKAN PERASAAN
43 RACUN
44 MAMPIR YUK
45 KABAR KEMATIAN
46 PURA-PURA MATI
47 MALAM TANPA BEBAN
48 TERBONGKAR
49 KAMU BERHARGA
50 TERLUKA
51 PEMBANTAIAN
52 DI RANTAI
53 KACAU
54 IKATAN BATIN
55 CURHATAN OWEN
56 SADAR
57 BUKAN ILUSI
58 POSESIF
59 MANJA
60 JANJI STATUS MASA DEPAN
61 KEDATANGAN ULAR BARU
62 KEMARAHAN TESSA
63 PENYUSUP
64 RAPAT DEWAN
65 PANIK
66 TEH BERACUN
67 TERTIPU
68 MAINAN CALISTA
69 CINTA JAYDEN
70 MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71 KEHANCURAN SIMON
72 CAIRAN KEJUJURAN
73 SAMA-SAMA BERGERAK
74 DERMAGA
75 MEMBAWA PENGKHIANAT
76 MENUNGGU
77 KHAWATIR TAPI GENGSI
78 DI SOGOK
79 HADIAH MISTERIUS
80 LATIHAN BERSAMA
81 CINTA TAPI GENGSI
82 OBROLAN PRIA JOMBLO
83 MISI JAYDEN
84 ADA KEMAJUAN
85 KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86 PEMBERSIHAN TERAKHIR
87 SEMUA ORANG SIBUK
88 HARI BESAR
89 CINTA YANG MENYATU
90 BONCHAP I
91 BONCHAP II
92 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
KEBANGKITAN SANG AGEN
2
BERUBAH
3
FAKTA BARU
4
MANTAN IBU SURI
5
LAPORAN MATA-MATA
6
MAKANAN BERACUN
7
KERIBUTAN PAGI
8
RENCANA SELANJUTNYA
9
KETAHUAN
10
KEBERANIAN CALISTA
11
MATI KUTU
12
KESEPAKATAN
13
TRIK MURAHAN
14
KEBAKARAN
15
PENGORBANAN CALISTA
16
RENCANA LICIK
17
DI OBATI JAYDEN
18
INTEROGASI
19
MULAI PERHATIAN
20
JEBAKAN CALISTA
21
DIAM-DIAM KHAWATIR
22
KECERDASAN CALISTA
23
PENANGKAPAN ISABELLA
24
RENCANA PEMBERSIHAN
25
PENANGKAPAN TIKUS GOT
26
KETERGANTUNGAN
27
CANGGUNG
28
MENGUNJUNGI HAMA
29
MALAM TERKAHIR
30
EKSEKUSI PENGKHIANAT
31
MENENANGKAN JAYDEN
32
TRAUMA
33
LUKA MASA LALU
34
DEMAM
35
TERKEJUT
36
FAKTA BARU
37
MENYIMPAN RAHASIA
38
MANTAN TUNANGAN
39
RAPUH
40
MENGUSIR PENGGANGGU
41
PERINGATAN KERAS
42
MENYATAKAN PERASAAN
43
RACUN
44
MAMPIR YUK
45
KABAR KEMATIAN
46
PURA-PURA MATI
47
MALAM TANPA BEBAN
48
TERBONGKAR
49
KAMU BERHARGA
50
TERLUKA
51
PEMBANTAIAN
52
DI RANTAI
53
KACAU
54
IKATAN BATIN
55
CURHATAN OWEN
56
SADAR
57
BUKAN ILUSI
58
POSESIF
59
MANJA
60
JANJI STATUS MASA DEPAN
61
KEDATANGAN ULAR BARU
62
KEMARAHAN TESSA
63
PENYUSUP
64
RAPAT DEWAN
65
PANIK
66
TEH BERACUN
67
TERTIPU
68
MAINAN CALISTA
69
CINTA JAYDEN
70
MEMBUNGKAM PENGKHIANAT
71
KEHANCURAN SIMON
72
CAIRAN KEJUJURAN
73
SAMA-SAMA BERGERAK
74
DERMAGA
75
MEMBAWA PENGKHIANAT
76
MENUNGGU
77
KHAWATIR TAPI GENGSI
78
DI SOGOK
79
HADIAH MISTERIUS
80
LATIHAN BERSAMA
81
CINTA TAPI GENGSI
82
OBROLAN PRIA JOMBLO
83
MISI JAYDEN
84
ADA KEMAJUAN
85
KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN
86
PEMBERSIHAN TERAKHIR
87
SEMUA ORANG SIBUK
88
HARI BESAR
89
CINTA YANG MENYATU
90
BONCHAP I
91
BONCHAP II
92
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
93
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!