Conquer Me

Conquer Me

Bab 1 🩷 Bullying (prolog)

Bab 1 🩷 Victim blaming (Dia, si sayap kupu-kupu yang patah)

...----------------...

Bukan karena tak cantik, bukan karena tak mampu, namun ia tak pernah bisa melawan dengan segala kekurangannya.

Lemah, adalah alasan terbesar tekanan yang didapatkan. Dan karena sisi lemahnya itu, ia selalu menjadi yang paling dikucilkan, ditekan dan dirundung. Tak ada teman yang membantu, sebab....berteman artinya ikut menerima apa yang dirasakan.

"Eitss! Mau ngelawan? Mau ngelawan?! Atau gue ambil ininya!"

Tangannya meraih-raih udara dengan gelengan kepala yang kencang, "jangan please!"

Hahahahah!

Sudah kali kesekiannya semenjak mereka tau jika ia memiliki riwayat asma, mereka mempermainkan tangisnya.

Gadis berkucir satu itu meraih kotak makan dimana bekalnya sudah tidak lagi utuh, sebab diambil paksa, setelah berhasil mengejar sebuah benda sumber nafasnya yang dilempar dan masuk ke bawah bangku, hingga kepalanya sempat terbentur beberapa kali.

Bekal mama yang seharusnya ia makan, justru harus ia relakan dimakan teman-teman yang biasa melakukan itu. Belum lagi tugas-tugas sekolah, yang harus selalu ia bagi bersama, dan sukarela ia kerjakan milik mereka demi tak dikucilkan untuk beberapa waktu.

Mereka, mengikrarkan diri, lewat pesona, pertemanan, dan power sebagai penguasa kelas---lingkungan sekolah tidak tertulis. Bukan pengurus organisasi intra sekolah, bukan pula MPK atau majelis perwakilan kelas, namun jaringan 'teman' mereka berada di dalamnya. Di dalam organisasi yang begitu disegani siswa.

Ia berjalan diantara koridor sekolah yang telah hampir sepi, sebab jam pulang sekolah sudah sejak tadi. Seharusnya jadwal piketnya bukan hari ini, melainkan telah terlewat 3 hari yang lalu. Tapi khusus untuknya, dalam satu pekan bisa jadi 4 hari jadwal piket. Sebab, ia sering di tahan untuk mengerjakan piket mereka.

Ting!

Mas Elok

De, dimana? Mas udah di depan gerbang?

Ia berlarian dengan gema ayunan langkah sepatu yang mengisi sudut-sudut kelas dimana pintunya tertutup.

Stop bullying!

Katakan tidak pada perundungan!

Mulai dari sekolah lalu ke dunia, hentikan bibit bullying sejak dini!

Dan poster-poster yang ditempel pihak OSIS serta para pengurus mading sekolah, hanya akan jadi suara nyaring tanpa makna berarti, hanya akan menjadi suara sumbang yang tertiup angin saja bersama harapan sekolah, sebab sayapnya telah patah....

Bukan tidak pernah melapor, bukan tidak pernah melawan. Namun saat ia mencoba mengadu yang didapatkan adalah....

Taktik manipulatif----gaslighting, membuatnya merasa meragukan persepsinya sendiri, dengan memutar balikan fakta. Guilt tripping, membuatnya merasa bersalah agar melakukan apa yang diinginkan mereka dengan mengungkit jika, mereka sering mengajaknya bicara, tidak membeda-bedakan teman.

Manipulasi emosional, memanfaatkan kelemahan emosionalnya dengan mengancam, memaksa agar bisa mengendalikan. Serta, victim blaming....dimana ia justru disalahkan atas kejadian buruk yang dialaminya bahkan tak segan dimintai pertanggungjawaban pula.

Suruh siapa dianya bengong!

Lagian dia kan punya asma, udah tau punya asma, alat inhaler nya dimainin jatoh sendiri repot sendiri!

Orang pendiem terus mojok-an gitu siapa yang mau temenan.

Mana saya tau kalo dia ngga mau, kan saya juga ngga maksa. Lagian juga saya ikut jatoh, gara-gara dia.

Terkadang, mereka juga playing victim dan menghasut teman lain demi memperkuat ancamannya, mengintimidasi agar tak mampu melawan dan tak memiliki teman. Sejak awal, ia tau....jika akan menjadi sasaran empuk sebab, tidak ada yang se-diam dirinya, tidak ada yang se-baik dirinya, tidak ada yang se-CUPU dirinya, dan se-penyakitan dirinya. Dan aksi ini, sudah terjadi sekian lama.

Ia menyeka keringat saat berhasil lolos dari koridor yang terasa pengap, hingga meloloskan nafasnya tepat di depan parkiran.

Mas Elok, ia masih menunggu dengan helm yang masih terpasang di kepala, "Mas!" sapanya.

"Kok lama, ngapain dulu? Jangan bilang nongki-nongki...dibilangin mending tidur di rumah." Ia menarik kepala sang adik, yang kemudian membuatnya notice jika disana ada sarang laba-laba menempel, "ngapain sih? Emang ada ekskul kuda lumping ya? Sampe kotoran nempel-nempel begini di rambut?" tawanya renyah membuat gadis ini manyun, "udah yu ah! Aku ngga mau bahas, pulang aja!"

Ia berkata jujur, memang tak ingin membahas apapun tentang sekolah. Jika biasanya siapapun anak sekolah akan begitu riang bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah, namun dirinya....seolah ingin menghapus ingatan itu.

Ia begitu lahap menyantap makan siang. Masakan mama memang paling the best, cukup magic menghapus sedikit rasa sedihnya siang itu, menghilangkan bunyi kruyukk di perutnya.

"Bekalnya habis?" tanya mama membuat ia diam sejenak demi mengambil nafas yang menyerbu tiba-tiba mengisi paru-paru namun mampu membuat detakan jantung itu diam sejenak, "abis, ma." tangan lentik itu mendorong kacamata agar lebih nyaman dan melekat kuat, tak pergi kemanapun.

/

Ia berjalan ke arah kamar, menatap dalam-dalam dirinya lewat pantulan cermin dan melepas kacamata. Tidak ada yang berubah di pandangannya, wajahnya itu tetap seperti biasanya, pandangannya juga. Hanya saja ia ia mundur beberapa langkah, maka wajahnya akan terasa berbayang.

Ting!

Rere

Asma, tugas makalah seni rupa jangan lupa punya gue.

Bahkan ia diam saja saat namanya diganti seenak jidat, dengan mencibir apa yang dideritanya. Ia menghela nafas, menatap kalender demi menghitung sisa nafasnya berada di sekolah menengah pertama itu. Berharap besok, di sekolah baru...semua belenggu itu bebas. Mungkin ia juga harus membuat perubahan di dirinya terutama penampilan, menutup semua kekurangan dari pengetahuan orang lain, agar nasib buruk ini tak kembali menimpanya.

Rere

Heh asma, denger ngga Lo? Jangan di read doang. Udah bosen baik-baik aja?

Oke. Balasnya.

Ia datang seperti biasanya, yang tak biasa adalah ia membawa tiga buah makalah, bukan karena ia terlalu rajin, namun hanya memastikan jika besok ia akan baik-baik saja menghirup nafas di sekolah ini.

Hasil kerja otaknya, hasil lelahnya semalam ia serahkan dalam bentuk makalah berjilid tugas seni rupa.

Ada senyum puas dari mereka, "good girl. Ntar SMA dimana?" tanya nya digelengi, "ngga tau. Kayanya pesantren."

Ia berdecih, namun kemudian mendorongnya untuk enyah. Lantas obrolan tentang lawan jenis kembali menghiasi pojok bangkunya. Sementara dirinya, harus puas dengan menghirup alat inhaler.

Sore ini...ia memutuskan untuk mulai melakukan latihan pernafasan, menjalani terapi dan olahraga mengolah nafas yang mama programkan untuknya agar asma yang dideritanya tidak terlalu mengganggu. Atau setidaknya mengurangi intensitas pemakaian inhaler pada waktu-waktu tertentu seperti sekarang, cuaca dingin, udara, alergen, aktivitas berat, stress, asap rokok, emosi, flu/pilek, asam lambung dan posisi tidur tertentu di malam hari.

.

.

.

Welcome di ceritaku yang selanjutnya. Well, cerita lama yang sudah bertahun-tahun ada di list baru kali ini bisa terealisasikan. Karena ini cerita yang sudah lama sekali, jadi jangan heran atau bertanya-tanya jika nanti ke depan ada sesuatu yang beda dari alur cerita yang dulu dan hanya beberapa bab itu. Anggap saja ini bentuk upgrade dan penyegaran. Termasuk demi *taste* tersendiri di karya ini 🙏🙏

Karya ini juga kubuat, agar se-aman dan senyaman mungkin jikalau pembaca baru tidak membaca cerita sebelumnya. Karena aku akan menyuguhkan dengan alur baru meski mencatat dan mengikuti poin-poin alur di cerita sebelumnya. 🤗

Tak bosan mengingatkan ya, silahkan melipir bagi pembaca yang hanya ingin melihat-lihat saja tanpa membaca sampai tuntas. Karena jika kamu sudah membaca bab 1 maka kamu sudah teken kontrak sama aku untuk membaca sampai karya end. Hargailah usaha kami, para penulis 🙏

Oh ya, sempat di cerita kemarin. Entah pembaca baru atau lama tapi tidak menyadari. Beliau bertanya, "thor, kenapa tulisanmu miring-miring sih?!" komentnya, lalu menghilang bagai asap. Next, jika beliau datang ke cerita ini, Monggo...pembaca lain yang mungkin sudah menemani saya berkarya barang 1 dan 2 karya sebelumnya bisa bantu saya menjelaskan, arti tulisan yang saya buat miring, atau tebal itu apa maksudnya. 🤗

Jangan membebaniku juga ya... dengan pernyataan, "teh cerita ini ngga kocak, ngga ngakak," sumpeehhh itu jadi beban buatku, ngga boleh ya dek, Kaka, mbak, sistah. Ini cerita, bukan naskah stand up comedy. Bijaklah berkomentar.

Happy reading all 💞💞

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

🦋⃞⃟𝓬🧸Nadhiraafifa_Riri

🦋⃞⃟𝓬🧸Nadhiraafifa_Riri

ntahlah bingung juga menanggapi perundungan, soal nya makin ksni makin marakk ajaa

2026-01-07

1

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ini mau masak kedenger notifikasi balek lagi intip hp... Alhamdulillah teh Sinta launching novel batu🥰🥰🥰🥰🥰
tapi bab 1 diawali perudungan ini ya🥺🥺🥺... yaahhh mewek pagi² dong aku

2026-01-07

8

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

sialannn kerjain sendiri Napa.

ngelawan di bully diam aja makin semena mena, ini yg bikin gak betah sekolah kan ya... sebenarnya semua anak bisa sepintar anak yg selalu peringkat pertama , tapi sebagian gk bisa meraih posisi itu... cara main Masih sama seperti jaman dahulu kala. kasta tertinggi ada di posisi anak org kaya, yg memiliki power dan yg paling pinter. posisi selanjutnya si paling jahil, pembuat onar dan para penjilat... yg paling bawah mereka² yg gk punya apa² untuk dibanggakan dan yg paling lemah. sebenarnya kalau dikasih kesempatan mereka juga bisa berprestasi tapi terhalang pembullyan. Dan anehnya si yg paling pinter di kelas yg sifatnya kayak peri saat posisi nya di geser dari yg paling lemah dikelas... si peri itu bisa berubah jadi iblisss.
gak heran sih... emang ini kejamnya dunia.

2026-01-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 🩷 Bullying (prolog)
2 Bab 2 🩷 Si pemilik mata kelam (prolog)
3 Bab 3 🩷 Efek domino perundungan (prolog)
4 bab 4🩷 Memantik api (prolog)
5 Bab 5🩷 Denial
6 Bab 6 🩷 First kiss
7 Bab 7 🩷 Revenge porn
8 Bab 8🩷 Perselingkuhan membawa petaka
9 Bab 9 🩷 Baby, i hunt you down
10 Bab 10🩷 Menghindar
11 Bab 11🩷 Ventolin
12 Bab 12🩷 Penasaran
13 Bab 13🩷 Ditodong
14 Bab 14🩷 Shock therapy
15 Bab 15🩷 Kriminalitas
16 Bab 16🩷 Kekerasan dalam rumah tangga
17 Bab 17🩷 Semakin kesini semakin kesana
18 Bab 18🩷 Kepercayaan itu mahal
19 Bab 19🩷 Informan
20 Bab 20🩷 Peran Rifal
21 Bab 21🩷 Stalkerin kamu
22 Bab 22🩷 Berdamai dengan keadaan
23 Bab 23🩷 Semakin kencang gosipnya
24 Bab 24🩷 Bukan siapa-siapa
25 Bab 25🩷 Arti sahabat
26 Bab 26🩷 Calon mamahnya anak-anak
27 Bab 27🩷 serangan jantung
28 Bab 28🩷 Podcast horor
29 Bab 29🩷 Ujian pertemanan
30 Bab 30🩷 Keterbukaan
31 Bab 31🩷 Sehari bersama MIPA 3
32 Bab 32🩷 Perdebatan pertama
33 Bab 33🩷 Tak pernah main-main
34 Bab 34🩷 Thunderbolt
35 Bab 35🩷 Hati yang patah
36 Bab 36🩷 Saling menyakiti
37 Bab 37🩷 Tentangnya yang tak orang mengerti
38 Bab 38🩷 Thunderbolt 2
39 Bab 39🩷 Rumah untuk pulang
40 Bab 40🩷 Gue percaya Dea
41 Bab 41🩷 Hay, aku Dea....
42 Bab 42🩷 Tabir MIPA 3
43 Bab 43🩷 Keluarga idaman
44 Bab 44🩷 Solid
45 Bab 45🩷 Mesin waktu
46 Bab 46🩷 Anak Bima
47 Bab 47🩷Sejarah papa
48 Bab 48🩷 Buah jatuh?
49 Bab 49🩷 Touch me, Rifal.
50 Bab 50🩷 Anak papa Wibi
51 Bab 51🩷 Papa butuh waktu
52 Bab 52🩷 Fase Lashing Out
53 Bab 53🩷 Bicara dari hati
54 Bab 54🩷 Sejoli
55 Bab 55🩷 Bima dan Wibi
56 Bab 56🩷 Sakit
57 Bab 57🩷 Saling memaafkan
58 Bab 58🩷 Model pacaran apa?
59 Bab 59🩷 Recovery
60 Bab 60🩷 Ujian
61 Bab 61🩷 Day by day
62 Bab 62🩷 Sampai jumpa di lain hari
63 Bab 63🩷 Sambut masa depan
64 Bab 64🩷 Konco Dolan 13
65 Bab 65🩷 Menemani
66 Bab 66🩷 Aku disini dan kau disana
67 Bab 67🩷 Godaan
68 Bab 68🩷 Miss you like crazy
69 Bab 69🩷 Sugeng rawuh ing Ngayogyakarta
70 Bab 70🩷 Terharu
71 Bab 71🩷 Tumpah ruah
72 Bab 72🩷 Sepupu Dea
73 Bab 73🩷 Putus---putus--putus.
74 Bab 74🩷 Pacaran rasa kembang api
75 Bab 75🩷 Kutitip rindu
76 Bab 76🩷 Restu Elok
77 Bab 77🩷 Tak tahan lagi
78 Bab 78🩷 KM 389
79 Bab 79🩷 Bahaya
80 Bab 80🩷 Masa lalu yang datang menyapa
81 Bab 81🩷 Every piece of happiness
82 Bab 82🩷 Kamu tempatku untuk pulang
83 Epilog 🩷
84 Epilog 🩷
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Bab 1 🩷 Bullying (prolog)
2
Bab 2 🩷 Si pemilik mata kelam (prolog)
3
Bab 3 🩷 Efek domino perundungan (prolog)
4
bab 4🩷 Memantik api (prolog)
5
Bab 5🩷 Denial
6
Bab 6 🩷 First kiss
7
Bab 7 🩷 Revenge porn
8
Bab 8🩷 Perselingkuhan membawa petaka
9
Bab 9 🩷 Baby, i hunt you down
10
Bab 10🩷 Menghindar
11
Bab 11🩷 Ventolin
12
Bab 12🩷 Penasaran
13
Bab 13🩷 Ditodong
14
Bab 14🩷 Shock therapy
15
Bab 15🩷 Kriminalitas
16
Bab 16🩷 Kekerasan dalam rumah tangga
17
Bab 17🩷 Semakin kesini semakin kesana
18
Bab 18🩷 Kepercayaan itu mahal
19
Bab 19🩷 Informan
20
Bab 20🩷 Peran Rifal
21
Bab 21🩷 Stalkerin kamu
22
Bab 22🩷 Berdamai dengan keadaan
23
Bab 23🩷 Semakin kencang gosipnya
24
Bab 24🩷 Bukan siapa-siapa
25
Bab 25🩷 Arti sahabat
26
Bab 26🩷 Calon mamahnya anak-anak
27
Bab 27🩷 serangan jantung
28
Bab 28🩷 Podcast horor
29
Bab 29🩷 Ujian pertemanan
30
Bab 30🩷 Keterbukaan
31
Bab 31🩷 Sehari bersama MIPA 3
32
Bab 32🩷 Perdebatan pertama
33
Bab 33🩷 Tak pernah main-main
34
Bab 34🩷 Thunderbolt
35
Bab 35🩷 Hati yang patah
36
Bab 36🩷 Saling menyakiti
37
Bab 37🩷 Tentangnya yang tak orang mengerti
38
Bab 38🩷 Thunderbolt 2
39
Bab 39🩷 Rumah untuk pulang
40
Bab 40🩷 Gue percaya Dea
41
Bab 41🩷 Hay, aku Dea....
42
Bab 42🩷 Tabir MIPA 3
43
Bab 43🩷 Keluarga idaman
44
Bab 44🩷 Solid
45
Bab 45🩷 Mesin waktu
46
Bab 46🩷 Anak Bima
47
Bab 47🩷Sejarah papa
48
Bab 48🩷 Buah jatuh?
49
Bab 49🩷 Touch me, Rifal.
50
Bab 50🩷 Anak papa Wibi
51
Bab 51🩷 Papa butuh waktu
52
Bab 52🩷 Fase Lashing Out
53
Bab 53🩷 Bicara dari hati
54
Bab 54🩷 Sejoli
55
Bab 55🩷 Bima dan Wibi
56
Bab 56🩷 Sakit
57
Bab 57🩷 Saling memaafkan
58
Bab 58🩷 Model pacaran apa?
59
Bab 59🩷 Recovery
60
Bab 60🩷 Ujian
61
Bab 61🩷 Day by day
62
Bab 62🩷 Sampai jumpa di lain hari
63
Bab 63🩷 Sambut masa depan
64
Bab 64🩷 Konco Dolan 13
65
Bab 65🩷 Menemani
66
Bab 66🩷 Aku disini dan kau disana
67
Bab 67🩷 Godaan
68
Bab 68🩷 Miss you like crazy
69
Bab 69🩷 Sugeng rawuh ing Ngayogyakarta
70
Bab 70🩷 Terharu
71
Bab 71🩷 Tumpah ruah
72
Bab 72🩷 Sepupu Dea
73
Bab 73🩷 Putus---putus--putus.
74
Bab 74🩷 Pacaran rasa kembang api
75
Bab 75🩷 Kutitip rindu
76
Bab 76🩷 Restu Elok
77
Bab 77🩷 Tak tahan lagi
78
Bab 78🩷 KM 389
79
Bab 79🩷 Bahaya
80
Bab 80🩷 Masa lalu yang datang menyapa
81
Bab 81🩷 Every piece of happiness
82
Bab 82🩷 Kamu tempatku untuk pulang
83
Epilog 🩷
84
Epilog 🩷

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!