Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Prolog

Senja di Desa Sukamaju selalu membawa ketenangan bagi orang lain, namun tidak bagi Amara. Gadis berusia sembilan belas tahun itu duduk bersimpuh di atas dipan kayu yang sudah reyot. Tangannya meremas pinggiran baju kurungnya yang terasa semakin sesak di bagian dada. Ada rasa nyeri yang berdenyut-denyut, seolah-olah ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam tubuhnya.

Sejak sebulan lalu, tubuh Amara mengalami perubahan aneh. Meski ia masih suci dan belum pernah disentuh lelaki manapun, kelenjar di dadanya terus memproduksi cairan kehidupan. Setiap pagi, ia harus diam-diam mengganti kain penutup dadanya yang basah kuyup. Ia merasa seperti sebuah anomali, sebuah rahasia medis yang ia simpan rapat-rapat karena takut dianggap aneh oleh orang-orang desa.

Namun, rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya saat melihat sang ibu, Sumiyati, menangis di dapur. Utang peninggalan mendiang ayahnya sudah menumpuk, dan para penagih utang mulai berdatangan dengan ancaman kasar. Amara melihat kedua adiknya, Sekar dan Bimo, yang sedang berbagi satu piring nasi jagung tanpa lauk. Hati Amara hancur berkeping-keping melihat pemandangan itu.

"Ibu, Amara akan berangkat ke Jakarta besok," ucapnya dengan suara yang bergetar namun tegas. Ia tahu, kecantikannya yang polos dan tubuhnya yang ranum bisa menjadi beban di desa, tapi di kota besar, ia berharap itu bisa menjadi jalan untuk mencari nafkah yang layak.

Perjalanan menuju ibu kota terasa seperti mimpi buruk yang panjang. Amara duduk di dalam bus ekonomi yang sesak, memeluk tas ranselnya erat-erat. Sepanjang jalan, ia hanya bisa memandang ke luar jendela, melihat sawah-sawah hijau berganti menjadi deretan pabrik, lalu akhirnya berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit yang angkuh. Jakarta menyambutnya dengan hawa panas dan kebisingan yang mencekik.

Sesampainya di sebuah mansion megah di kawasan elit, Amara merasa sangat kecil. Bangunan itu begitu besar, seolah-olah bisa menelan dirinya bulat-bulat. Di sanalah ia bertemu dengan Arlan Aditama, seorang pria yang memiliki segalanya kecuali kebahagiaan. Arlan adalah sosok yang dingin, dengan tatapan mata yang sekeras baja dan hati yang sudah membatu sejak istrinya pergi demi pria lain.

Di rumah mewah itu, suasana terasa mencekam. Tangisan bayi berusia tiga bulan, Kenzo, menggema di setiap sudut koridor. Bayi malang itu adalah korban dari pengkhianatan ibunya sendiri. Kenzo menolak semua susu formula yang diberikan. Ia merindukan kehangatan manusia yang asli, bukan plastik botol yang steril dan dingin. Arlan, yang frustrasi melihat putranya menderita, hampir kehilangan akal sehatnya.

Saat Amara pertama kali melangkah masuk ke kamar bayi, sesuatu yang aneh terjadi. Dada Amara berdenyut hebat. Aroma bayi yang khas itu memicu reaksi hormonal yang luar biasa di tubuhnya. Amara merasa dadanya kencang dan berat, seolah-olah tubuhnya mengenali kebutuhan bayi itu. Ada sebuah koneksi primitif yang tiba-tiba terjalin antara gadis perawan dari desa dan bayi yang haus akan kasih sayang ibu itu.

Amara tahu ia berada di ambang keputusan yang berbahaya. Jika ia memberikan apa yang ia miliki kepada Kenzo, ia mungkin akan menyelamatkan nyawa bayi itu, namun ia juga akan terjerat dalam hubungan yang rumit dengan Arlan. Arlan yang penuh luka, Arlan yang penuh amarah, dan Arlan yang kini menatapnya dengan penuh kecurigaan namun juga dengan ketertarikan yang tidak ia sadari.

Gairah yang akan tumbuh di mansion ini bukan hanya tentang sentuhan kulit, melainkan tentang pertemuan dua kutub yang berbeda. Amara adalah kehidupan yang mengalir jernih, sementara Arlan adalah kekosongan yang gelap. Di tengah kemewahan yang sunyi, rahasia tentang cairan manis yang keluar dari tubuh Amara akan menjadi jembatan sekaligus jurang di antara mereka.

Kini, Amara berdiri di depan pintu kamar bayi, bersiap untuk menghadapi takdirnya. Ia bukan hanya datang untuk menjadi seorang pengasuh yang mengganti popok atau mengayun buaian. Ia datang sebagai sumber kehidupan. Ia datang untuk memadamkan dahaga Kenzo, dan tanpa ia sadari, ia juga akan memadamkan kekosongan di hati sang tuan rumah yang selama ini mati rasa.

Prolog ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang. Sebuah kisah tentang pengabdian seorang anak kepada keluarganya di desa, yang menyeretnya ke dalam pusaran gairah di ibu kota. Di bawah lampu kristal mansion Aditama, tetesan pertama itu akan segera jatuh, mengubah hidup Amara, Kenzo, dan Arlan untuk selamanya. Dan perjalanan penuh gairah itu, baru saja dimulai.

...✨ Dear Readers, ✨...

...Selamat datang di cerita pertamaku. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan membaca. Semoga kalian menikmati setiap alur dan emosi yang ada di dalam cerita ini ya, guys 🤍...

...Perlu aku sampaikan, cerita ini murni fiksi. Apabila terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata, itu hanyalah ketidaksengajaan semata....

...📌 Penting:...

...Novel ini diperuntukkan khusus untuk usia 21+. Mohon bijak dalam membaca dan pastikan kamu merasa nyaman dengan isi ceritanya....

...Dukung karya ini dengan cara sederhana tapi berarti:...

...💬 tinggalkan like, komen, dan jangan lupa follow ya, guys....

...⚠️ Info penting lainnya, mohon tidak melompat bab, karena hal tersebut sangat mempengaruhi alur cerita dan retensi buku ini. Nikmati ceritanya secara berurutan agar pesan yang ingin disampaikan bisa terasa utuh....

...✨ Selamat membaca dan semoga terhanyut dalam ceritanya. ✨...

...— Your Grace 🤍...

Terpopuler

Comments

Fazriani Amini

Fazriani Amini

Dari pertama baca alur cerita ny sudah sangat menarik, menyentuh hati, makin terus ingin membaca ny, good luck y penulis.. 💪

2026-04-27

0

Sony Soeharsono

Sony Soeharsono

cerita yang bagus dan mengguah hati
pengorbanan sang anak untuk kelangsungan hidup keluarganya
perbuatan mulia

2026-03-29

0

Nurul Hayati

Nurul Hayati

sepertinya cerita ini menarik ,aku tidak sabar ingin menuntaskan bab demi bab ,terimakasih buat penulis semoga sukses💪

2026-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 BAB 1: Tiket Menuju Harapan
3 BAB 2: Pertemuan di Tengah Tangis
4 BAB 3: Keheningan yang Mencurigakan
5 BAB 4: Rahasia di Balik Remang Malam
6 BAB 5: Ketahuan
7 Bab 6 : Apa yang Akan Terjadi???
8 BAB 7: Perjanjian Di Balik Pintu Tertutup
9 BAB 8: Kamar di Balik Pintu Rahasia
10 BAB 9: Dahaga Sang Tuan (Revisi)
11 BAB 10: Dalam Jeratan Sang Tuan
12 BAB 11
13 BAB 12: Jejak yang Tertinggal
14 BAB 13: Prioritas Sang Tuan
15 BAB 14
16 BAB 15: Godaan di Tengah Malam (Revisi)
17 BAB 16
18 BAB 17: Ritual di Balik Toilet
19 BAB 18
20 BAB 19: Urusan yang Tertunda
21 BAB 20
22 BAB 21: Penyatuan Sang Tuan (Revisi)
23 BAB 22: Hak Milik Sang Tuan (Revisi)
24 BAB 23: Jejak yang Terbakar (Revisi)
25 BAB 24
26 BAB 25
27 BAB 26 : Hanya Pelampiasan?
28 BAB 27: Sisa Amarah dan Penyesalan
29 BAB 28
30 BAB 29: Kenikmatan di Atas Awan (Revisi)
31 BAB 30: Salju Pertama di London
32 BAB 31
33 BAB 32: Dominasi Tanpa Batas
34 BAB 33
35 BAB 34: Sisi Lain Sang Tuan
36 BAB 35: Pertemuan yang Tak Diinginkan
37 BAB 36: Kedatangan Sang Mantan
38 BAB 37: Pembelaan Arlan
39 BAB 38: Bertemu Orangtua Arlan
40 BAB 39: Menikah?
41 BAB 40: Cek Kosong
42 BAB 41: Jebakan dan Hilangnya Sang Pengasuh
43 BAB 42: Amarah Sang Tuan
44 BAB 43:
45 BAB 44: Panggil Aku Mas
46 BAB 45: Honeymoon (Revisi)
47 BAB 46: Ingin Selalu Seperti Ini
48 BAB 47: Racun???
49 BAB 48: Merasa Tak Pantas
50 BAB 49: Senyum Palsu
51 BAB 50: Pemujaan Sang Suami di Atas Ranjang (Revisi)
52 BAB 51: Ingin Pindah Rumah
53 BAB 52: Keluar dari Mansion
54 BAB 53: Pindah ke Apartemen
55 BAB 54: Hari Pertama di Apartemen
56 BAB 55: Sederhana yang Sempurna
57 BAB 56: Bekal Cinta untuk Sang Tuan
58 BAB 57: Makan Siang???
59 BAB 58: Bermain Cinta di Kantor (Revisi)
60 BAB 59: Sisa Gåïråh dan Gangguan Kecil
61 BAB 60
62 BAB 61: Kebenaran Terungkap
63 BAB 62: Oh Tidak Amara???
64 BAB 63: Flashback
65 BAB 64: Kehilangan yang Tak Terduga
66 BAB 65: Luka yang Tersembunyi
67 BAB 66: Penjara Tanpa Jeruji
68 BAB 67: Pemulihan
69 BAB 68: Sisa-Sisa Penyesalan
70 BAB 69: Terbongkar
71 BAB 70: Pusara Tanpa Nama dan Dendam yang Memudar
72 BAB 71: Perayaan Kecil dan Penantian yang Tabah
73 BAB 72: Tamu dari Masa Lalu
74 BAB 73
75 BAB 74 : Hamil
76 BAB 75: Gema Kegilaan dan Pembangunan Benteng Cinta
77 BAB 76: Protektif
78 BAB 77: Langkah Pertama
79 BAB 78: Pusat Komando di Kamar Utama
80 BAB 79: Menanti Sang Fajar di Aditama
81 BAB 80: Happy Ending
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Prolog
2
BAB 1: Tiket Menuju Harapan
3
BAB 2: Pertemuan di Tengah Tangis
4
BAB 3: Keheningan yang Mencurigakan
5
BAB 4: Rahasia di Balik Remang Malam
6
BAB 5: Ketahuan
7
Bab 6 : Apa yang Akan Terjadi???
8
BAB 7: Perjanjian Di Balik Pintu Tertutup
9
BAB 8: Kamar di Balik Pintu Rahasia
10
BAB 9: Dahaga Sang Tuan (Revisi)
11
BAB 10: Dalam Jeratan Sang Tuan
12
BAB 11
13
BAB 12: Jejak yang Tertinggal
14
BAB 13: Prioritas Sang Tuan
15
BAB 14
16
BAB 15: Godaan di Tengah Malam (Revisi)
17
BAB 16
18
BAB 17: Ritual di Balik Toilet
19
BAB 18
20
BAB 19: Urusan yang Tertunda
21
BAB 20
22
BAB 21: Penyatuan Sang Tuan (Revisi)
23
BAB 22: Hak Milik Sang Tuan (Revisi)
24
BAB 23: Jejak yang Terbakar (Revisi)
25
BAB 24
26
BAB 25
27
BAB 26 : Hanya Pelampiasan?
28
BAB 27: Sisa Amarah dan Penyesalan
29
BAB 28
30
BAB 29: Kenikmatan di Atas Awan (Revisi)
31
BAB 30: Salju Pertama di London
32
BAB 31
33
BAB 32: Dominasi Tanpa Batas
34
BAB 33
35
BAB 34: Sisi Lain Sang Tuan
36
BAB 35: Pertemuan yang Tak Diinginkan
37
BAB 36: Kedatangan Sang Mantan
38
BAB 37: Pembelaan Arlan
39
BAB 38: Bertemu Orangtua Arlan
40
BAB 39: Menikah?
41
BAB 40: Cek Kosong
42
BAB 41: Jebakan dan Hilangnya Sang Pengasuh
43
BAB 42: Amarah Sang Tuan
44
BAB 43:
45
BAB 44: Panggil Aku Mas
46
BAB 45: Honeymoon (Revisi)
47
BAB 46: Ingin Selalu Seperti Ini
48
BAB 47: Racun???
49
BAB 48: Merasa Tak Pantas
50
BAB 49: Senyum Palsu
51
BAB 50: Pemujaan Sang Suami di Atas Ranjang (Revisi)
52
BAB 51: Ingin Pindah Rumah
53
BAB 52: Keluar dari Mansion
54
BAB 53: Pindah ke Apartemen
55
BAB 54: Hari Pertama di Apartemen
56
BAB 55: Sederhana yang Sempurna
57
BAB 56: Bekal Cinta untuk Sang Tuan
58
BAB 57: Makan Siang???
59
BAB 58: Bermain Cinta di Kantor (Revisi)
60
BAB 59: Sisa Gåïråh dan Gangguan Kecil
61
BAB 60
62
BAB 61: Kebenaran Terungkap
63
BAB 62: Oh Tidak Amara???
64
BAB 63: Flashback
65
BAB 64: Kehilangan yang Tak Terduga
66
BAB 65: Luka yang Tersembunyi
67
BAB 66: Penjara Tanpa Jeruji
68
BAB 67: Pemulihan
69
BAB 68: Sisa-Sisa Penyesalan
70
BAB 69: Terbongkar
71
BAB 70: Pusara Tanpa Nama dan Dendam yang Memudar
72
BAB 71: Perayaan Kecil dan Penantian yang Tabah
73
BAB 72: Tamu dari Masa Lalu
74
BAB 73
75
BAB 74 : Hamil
76
BAB 75: Gema Kegilaan dan Pembangunan Benteng Cinta
77
BAB 76: Protektif
78
BAB 77: Langkah Pertama
79
BAB 78: Pusat Komando di Kamar Utama
80
BAB 79: Menanti Sang Fajar di Aditama
81
BAB 80: Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!