bab 2

Vanya berjalan menyusuri koridor kelas XI dengan langkah yang sedikit canggung. Hoodie hitam milik Aiden yang ia kenakan terasa sangat besar, menutupi hingga setengah pahanya dan menenggelamkan tubuh mungilnya.

Aroma maskulin yang tajam, dingin, namun entah kenapa terasa menenangkan khas Aiden terus menusuk indra penciumannya. Hal itu membuat jantung Vanya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya.

​"Anak-anak, kita kedatangan siswi pindahan baru hari ini. Vanya, silakan perkenalkan diri kamu," ucap Bu Lastri, guru Bahasa Inggris yang menyambutnya dengan ramah.

​Vanya berdiri di depan kelas, meremas ujung lengan hoodie yang kepanjangan dengan gugup. "Halo semua... nama aku Vanya Gabriella. Pindahan dari sekolah internasional di Jakarta Selatan.

Salam kenal ya," ucap Vanya dengan nada manja yang natural, membuat seisi kelas langsung riuh.

​Para siswa laki-laki bersiul melihat kecantikan Vanya yang nampak seperti boneka porselen, sementara para siswi sibuk berbisik-bisik, terutama saat mereka menyadari logo OSIS di dada hoodie yang dipakai Vanya. Itu adalah barang milik sang penguasa sekolah.

​"Vanya? Lo... Vanya yang dulu sering nangis kalau es krimnya jatuh?!" teriak seorang gadis dari bangku tengah dengan heboh.

​Vanya membelalakkan matanya.

"Elsa?!"

​Elsa, sahabat lama Vanya sejak zaman SD yang terkenal ceplas-ceplos, langsung berdiri dan memeluk Vanya erat.

"Gila! Lo makin cantik banget! Tapi bentar... ini kan hoodie si ketos? Kok bisa ada di lo?!"

​Vanya refleks membekap mulut Elsa dengan panik.

"Ssshhh! Nanti gue ceritain, jangan berisik!"

​Bel istirahat pertama berbunyi dengan nyaring.

Elsa langsung menyeret Vanya menuju kantin yang sudah seperti lautan manusia. Bau gorengan, aroma soto, dan riuh rendah suara siswa bercampur jadi satu.

​"Pokoknya lo harus makan Bakso Bang Jago. Ini kuliner paling legendaris seantero Global Cendekia," cerocos Elsa sambil memesan dua porsi besar.

​Vanya duduk dengan gelisah. Area dadanya terasa semakin sesak dan berat. Hoodie Aiden memang menutupi noda lembap di seragamnya, tapi rasa kencang di dadanya benar-benar menyiksa akibat kondisi medis uniknya.

"Sa, ada toilet yang sepi nggak ya? Gue butuh ke sana sebentar."

​"Nggak ada! Semua toilet antre kayak mau dapet bansos. Udah, makan dulu nih!" Elsa menyodorkan semangkok bakso dengan kuah merah pekat yang terlihat seperti lava gunung berapi.

​Vanya, yang dasarnya memang memiliki sisi barbar di balik tampang manjanya, langsung menuangkan lima sendok sambal tambahan.

"Kurang nendang kalau nggak bikin bibir dower!"

​"Gila lo ya, Vanya! Itu sambal apa cat merah!" Elsa bergidik ngeri melihat aksi sahabatnya.

​Vanya mulai melahap baksonya dengan brutal. Kepedasan yang luar biasa mulai membakar lidahnya, membuat wajahnya memerah dan keringat mulai bercucuran.

Namun, di tengah aksi makan itu, rasa pedas yang ekstrem memicu reaksi aneh di tubuhnya. Kelenjar di dadanya merespons rasa panas itu, membuatnya merasa semakin sesak.

​"Uhuk! Uhuk!" Vanya tersedak, matanya mulai berair bukan hanya karena sambal, tapi karena rasa sakit yang menekan.

​"Eh, minum nih!" Elsa panik menyodorkan es teh manis.

​Tanpa mereka sadari, di meja pojok kantin, Aiden Raditya sedang duduk bersama Bagas dan anggota OSIS lainnya.

Tatapan Aiden tidak pernah lepas dari sosok Vanya yang sedang kepayahan itu. Ada ketertarikan misterius di matanya yang dingin saat melihat wajah Vanya yang memerah.

​"Aiden, lo liat apaan sih?" tanya Bagas heran.

​Aiden tidak menjawab. Ia bangkit dan berjalan mendekati meja Vanya dengan langkah tegap yang membuat suasana kantin mendadak senyap.

Penguasa sekolah itu berdiri tepat di depan Vanya yang sedang sibuk mengipasi mulutnya.

​"Ikut gue sekarang," ucap Aiden dingin.

​Vanya mendongak dengan bibir yang sudah merah merekah. "Akhh... Kak... pedassss banget, bentar dulu,"

rengek Vanya dengan nada manja yang membuat beberapa siswa di sana menahan napas.

​Aiden tidak sabar. Ia menarik tangan Vanya, memaksa gadis itu berdiri.

"Gue bilang ikut, ya ikut!"

​"Eh, Kak Aiden! Mau dibawa ke mana temen saya?!" Elsa mencoba protes, tapi satu tatapan tajam dari Aiden langsung membuatnya terdiam seribu bahasa.

​Aiden menarik Vanya menjauh dari kantin menuju area belakang perpustakaan yang sangat sepi. Vanya terus mengeluh sepanjang jalan.

"Kak, air... minta air... panas banget bibir aku," keluh Vanya manja sambil mencoba menarik-narik ujung baju Aiden karena kegerahan.

​Aiden berhenti mendadak, membuat Vanya menabrak punggung kokohnya. Aiden berbalik, memojokkan Vanya ke dinding beton yang tertutup tanaman rambat.

​"Lo tahu apa yang paling gue benci?" bisik Aiden dengan suara sangat rendah. Ia mendekatkan wajahnya ke leher Vanya, menghirup aroma manis yang kini tercium semakin kuat karena suhu tubuh Vanya meningkat akibat sambal.

​"Apa, Kak?" tanya Vanya polos dengan mata berkaca-kaca.

​"Gue benci merasa tergantung... tapi aroma tubuh lo adalah satu-satunya yang bisa meredakan sakit di kepala gue," gumam Aiden penuh teka-teki.

Ia menyentuh leher Vanya, merasakan denyut nadi gadis itu yang tidak beraturan.

"Lo nggak ngerasa sesuatu di balik hoodie ini, Vanya?"

​Vanya tersentak.

Ia sadar, hoodie itu sekarang sudah terasa lembap karena kondisi dadanya yang tidak bisa dikompromi. Vanya menunduk malu, wajahnya semakin panas.

"Maaf, Kak... aku... aku punya kelainan medis."

​Aiden menyeringai miring.

Tatapan dinginnya berganti dengan sorot mata yang posesif.

"Kelainan lo itu... akan menjadi alasan kenapa lo nggak akan pernah bisa lepas dari gue. Karena hanya gue yang..."

​Tiba-tiba, Aiden merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan bersih yang sudah dibasahi air dingin.

Ia mengusap bibir Vanya yang kepedasan dengan sangat lembut, sangat kontras dengan sikap pemarahnya tadi.

​"Jangan makan pedas lagi kalau lo nggak mau rahasia ini terbongkar di depan semua orang," bisik Aiden sambil menatap tajam ke arah Vanya. "Mulai sekarang, lo adalah tanggung jawab gue."

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

lha kenal kagak,ketemu juga kagak pernah,main klaim aja🤣

2026-07-17

0

Deera__

Deera__

gila.. claim hak paten 😌/Speechless/

2026-04-30

0

Evi Lusiana

Evi Lusiana

woww br ktmu udh posesif kak ketos

2026-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 bab. 1 hari pertama
2 bab 2
3 bab 3 takdir terikat
4 bab 4 first kiss
5 bab 5 terpaksa setuju
6 bab 6 kena hukum
7 bab 7 keributan
8 bab 8 dapat Surat cinta
9 bab 9 minta as*
10 bab 10 menguping
11 bab 11
12 bab 12
13 bab. 13
14 bab. 14
15 bab. 15
16 bab. 16
17 bab. 17
18 bab. 18
19 bab.19 1 kamar
20 bab. 20
21 bab. 21 A&V
22 bab. 22 malam
23 bab. 23
24 bab. 24
25 bab. 25
26 bab. 26
27 bab. 27
28 bab. 28
29 bab. 29
30 bab. 30
31 bab.31
32 bab. 32
33 bab.34 penentuan to USA
34 bab.35
35 bab. 36
36 bab. 37
37 bab. 38
38 bab.39
39 bab.40
40 bab. 41
41 bab. 42
42 bab. 43
43 bab. 44
44 bab.45
45 bab. 46
46 bab.47
47 bab.48
48 bab. 49
49 bab. 50
50 bab. 51
51 bab. 52
52 bab. 53
53 bab. 54
54 bab. 55
55 bab. 56
56 bab. 57
57 bab. 58
58 bab. 59
59 bab. 60
60 bab. 61
61 bab. 62
62 bab. 63
63 bab. 64
64 bab. 65
65 bab. 66
66 bab. 67
67 bab. 68
68 bab. 69
69 bab. 70
70 bab. 71
71 bab. 72
72 bab. 73
73 bab. 74
74 bab. 75
75 bab. 76
76 bab. 77
77 bab. 78
78 bab. 79
79 bab. 80
80 bab. 81
81 bab. 82
82 bab. 83
83 bab. 84
84 bab. 85
85 bab. 86
86 bab. 87
87 bab. 88
88 bab. 89
89 bab. 90
90 bab. 91
91 bab. 92
92 bab. 93
93 bab. 94
94 bab. 95
95 bab. 96
96 bab. 97
97 bab. 98
98 bab. 99
99 bab. 100
100 bab.101
101 bab. 102
102 bab. 103
103 bab. 104
104 bab. 105
105 bab. 106
106 bab. 107
107 bab. 107.(2)
108 bab. 108
109 bab. 109
110 bab. 110
111 bab.111
112 bab. 112.
113 bab. 113
114 bab. 114 yg sabar den );
115 bab. 115
116 bab. 116
117 bab. 117. kecelakaan
118 bab. 118
119 bab. 119
120 bab. 120
121 bab. 121
122 bab.122
123 bab. 123
124 bab. 124
125 bab. 125
126 bab. 126 (;
127 bab. 127
128 bab. 128
129 bab. 129
130 bab. 130
131 bab.131
132 bab.132
133 bab. 133
134 bab. 134 perpisahan.
135 bab. 135
136 bab. 136
137 bab. 137
138 bab.138
139 bab.139
140 bab.140 udah boleh tamat??
141 bab.141
142 bab.142
143 bab. 143 lanjutan
144 bab. 144
145 bab. 145
146 bab. 146
147 bab. 147
148 bab. 148
149 bab. 149
150 bab. 150
151 bab. 151
152 bab. 152
153 bab. 153
154 bab. 154
155 bab. 155
156 bab. 156
157 bab. 157
158 bab. 158
159 bab. 159
160 bab. 160
161 bab. 161
162 bab. 162
163 bab. 163
164 bab. 164
165 bab. 165
166 bab. 166
167 bab. 167
168 bab. 168
169 bab. 169
170 bab. 170
171 bab. 171
172 bab. 172 keluarga idaman sih ini!!
173 bab. 173
174 bab. 174
175 bab. 175
176 bab.176
177 bab. 177
178 bab. 178
179 bab. 179
180 bab 180
181 bab. 181
182 Bab 182
Episodes

Updated 182 Episodes

1
bab. 1 hari pertama
2
bab 2
3
bab 3 takdir terikat
4
bab 4 first kiss
5
bab 5 terpaksa setuju
6
bab 6 kena hukum
7
bab 7 keributan
8
bab 8 dapat Surat cinta
9
bab 9 minta as*
10
bab 10 menguping
11
bab 11
12
bab 12
13
bab. 13
14
bab. 14
15
bab. 15
16
bab. 16
17
bab. 17
18
bab. 18
19
bab.19 1 kamar
20
bab. 20
21
bab. 21 A&V
22
bab. 22 malam
23
bab. 23
24
bab. 24
25
bab. 25
26
bab. 26
27
bab. 27
28
bab. 28
29
bab. 29
30
bab. 30
31
bab.31
32
bab. 32
33
bab.34 penentuan to USA
34
bab.35
35
bab. 36
36
bab. 37
37
bab. 38
38
bab.39
39
bab.40
40
bab. 41
41
bab. 42
42
bab. 43
43
bab. 44
44
bab.45
45
bab. 46
46
bab.47
47
bab.48
48
bab. 49
49
bab. 50
50
bab. 51
51
bab. 52
52
bab. 53
53
bab. 54
54
bab. 55
55
bab. 56
56
bab. 57
57
bab. 58
58
bab. 59
59
bab. 60
60
bab. 61
61
bab. 62
62
bab. 63
63
bab. 64
64
bab. 65
65
bab. 66
66
bab. 67
67
bab. 68
68
bab. 69
69
bab. 70
70
bab. 71
71
bab. 72
72
bab. 73
73
bab. 74
74
bab. 75
75
bab. 76
76
bab. 77
77
bab. 78
78
bab. 79
79
bab. 80
80
bab. 81
81
bab. 82
82
bab. 83
83
bab. 84
84
bab. 85
85
bab. 86
86
bab. 87
87
bab. 88
88
bab. 89
89
bab. 90
90
bab. 91
91
bab. 92
92
bab. 93
93
bab. 94
94
bab. 95
95
bab. 96
96
bab. 97
97
bab. 98
98
bab. 99
99
bab. 100
100
bab.101
101
bab. 102
102
bab. 103
103
bab. 104
104
bab. 105
105
bab. 106
106
bab. 107
107
bab. 107.(2)
108
bab. 108
109
bab. 109
110
bab. 110
111
bab.111
112
bab. 112.
113
bab. 113
114
bab. 114 yg sabar den );
115
bab. 115
116
bab. 116
117
bab. 117. kecelakaan
118
bab. 118
119
bab. 119
120
bab. 120
121
bab. 121
122
bab.122
123
bab. 123
124
bab. 124
125
bab. 125
126
bab. 126 (;
127
bab. 127
128
bab. 128
129
bab. 129
130
bab. 130
131
bab.131
132
bab.132
133
bab. 133
134
bab. 134 perpisahan.
135
bab. 135
136
bab. 136
137
bab. 137
138
bab.138
139
bab.139
140
bab.140 udah boleh tamat??
141
bab.141
142
bab.142
143
bab. 143 lanjutan
144
bab. 144
145
bab. 145
146
bab. 146
147
bab. 147
148
bab. 148
149
bab. 149
150
bab. 150
151
bab. 151
152
bab. 152
153
bab. 153
154
bab. 154
155
bab. 155
156
bab. 156
157
bab. 157
158
bab. 158
159
bab. 159
160
bab. 160
161
bab. 161
162
bab. 162
163
bab. 163
164
bab. 164
165
bab. 165
166
bab. 166
167
bab. 167
168
bab. 168
169
bab. 169
170
bab. 170
171
bab. 171
172
bab. 172 keluarga idaman sih ini!!
173
bab. 173
174
bab. 174
175
bab. 175
176
bab.176
177
bab. 177
178
bab. 178
179
bab. 179
180
bab 180
181
bab. 181
182
Bab 182

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!