bab 3 takdir terikat

​"Kak... lepasin. Aku mau ke kelas, sebentar lagi bel masuk," rengek Vanya dengan nada manja yang biasanya sanggup meluluhkan siapa pun, namun tidak bagi cowok di depannya ini.

​Aiden tidak bergeming sedikit pun. Ia justru memajukan wajahnya, memangkas jarak hingga Vanya bisa merasakan hembusan napasnya.

Aiden berbisik tepat di telinga Vanya dengan suara rendah yang menggetarkan.

"Lo pikir gue bakal lepasin lo gitu aja setelah lo bikin seragam dan hoodie gue penuh dengan aroma tubuh lo yang... mengganggu konsentrasi gue ini?"

​Vanya mengerucutkan bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca karena merasa terpojok.

"Kan aku udah minta maaf! Lagian siapa suruh Kakak narik-narik aku tadi? Aku kan lagi beneran kepedasan, Kak!"

​"Lo itu beneran ceroboh atau memang nggak punya rasa waspada?" Aiden melirik dingin ke arah noda lembap yang kini semakin membayang di balik kain hoodie-nya.

"Gadis SMA mana yang nggak sadar kalau kondisi fisiknya sedang tidak aman kayak gitu, hah...Kalau bukan gue yang menutupi lo tadi, mungkin sekarang satu sekolah sudah membicarakan rahasia lo"

​Vanya menunduk dalam, tangannya meremas ujung hoodie Aiden yang kebesaran, menyembunyikan jemarinya yang gemetar.

"Aku nggak sengaja, Kak. Aku juga nggak mau punya kondisi langka kayak gini. Ini... ini rasanya sesak dan sakit taukk!" cicit Vanya jujur.

​Mendengar kata sakit, ekspresi Aiden sedikit melunak selama sedetik sebelum kembali ke mode dingin dan datar. Ada dorongan aneh dalam dirinya untuk melindungi gadis manja ini, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​"Makanya jangan makan sambal berlebihan. Perubahan suhu tubuh lo bikin kondisi itu makin parah," ucap Aiden lebih tenang namun tetap tegas.

"Pulang sekolah nanti, lo tunggu di parkiran belakang. Gue yang anter."

​"Eh? Nggak usah, Kak! Aku dijemput sopir kok!" tolak Vanya cepat.

​"Gue nggak suka dibantah, Vanya," potong Aiden mutlak, memberikan tatapan yang tidak menerima penolakan.

"Gue bakal bilang ke orang tua gue buat koordinasi sama bokap lo. Lo lebih aman kalau balik bareng gue dengan kondisi baju kayak gitu."

​Sepanjang sisa jam pelajaran, Vanya tidak bisa fokus sama sekali. Ia hanya duduk termenung menatap papan tulis sambil sesekali mengobrol singkat dengan Elsa yang terus menghujaninya dengan pertanyaan tentang bagaimana ia bisa mendadak dekat dengan sang Ketua OSIS.

​Begitu bel pulang berbunyi nyaring, Vanya dengan ragu melangkah ke parkiran belakang yang cenderung sepi sesuai instruksi Aiden. Di sana, sebuah mobil sport berwarna abu-abu gelap sudah menunggu dengan mesin yang menderu halus. Aiden bersandar di pintunya, terlihat sangat tenang namun tetap memiliki aura yang kuat.

​"Masuk," perintah Aiden singkat saat melihat Vanya mendekat.

​Di dalam kabin mobil yang dingin karena AC, keheningan sempat terjadi. Vanya hanya diam, menatap ke luar jendela mengamati kemacetan Jakarta. Tiba-tiba, tangan Aiden meraih tangan Vanya yang diletakkan di atas pangkuan, menggenggamnya dengan mantap.

​"Lo..." Aiden menggantung kalimatnya. Ia meremas pelan tangan Vanya, matanya tetap lurus ke arah jalanan di depan namun rahangnya tampak mengeras.

"Besok-besok, pakai lapisan pakaian yang lebih aman. Gue nggak mau liat seragam lo basah lagi di hadapan cowok lain."

​"Kenapa Kak Aiden jadi posesif banget sih? Kita kan baru kenal tadi pagi!" Vanya menoleh dengan wajah cemberut yang bagi Aiden justru terlihat sangat menggemaskan.

​Aiden tiba-tiba menginjak rem karena lampu lalu lintas berubah merah. Ia memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Vanya. Matanya menatap intens ke arah wajah Vanya yang masih nampak sedikit pucat namun bibirnya merah akibat efek pedas.

Aiden mendekat, membuat Vanya reflek menyenderkan punggungnya ke kursi mobil sampai tidak bisa bergerak lagi.

​"Karena lo itu... berbeda," desis Aiden dalam. Tangannya naik, mengusap pipi Vanya dengan ibu jarinya secara perlahan.

"Gue selalu merasa kehilangan ketenangan, dan entah kenapa, kehadiran lo memberikan rasa tenang yang selama ini gue cari. Paham?"

​Vanya hanya bisa menelan ludah, jantungnya seolah mau melompat keluar.

Wajah Aiden begitu dekat sampai ia bisa mencium wangi mint dan parfum mewah cowok itu. "Kak... jangan terlalu dekat..."

​Aiden menyeringai miring, memperlihatkan sisi dominannya yang selama ini tersembunyi.

"Ini baru awal, Vanya. Jadi, siap-siap saja karena gue nggak akan melepaskan tanggung jawab ini."

​Mobil berhenti tepat di depan gerbang megah rumah keluarga Saputra. Begitu Vanya turun, ibunya, Olivia Sari, sudah menunggu di teras dengan wajah sumringah dan senyum penuh arti.

​"Vanya! Loh, itu siapa yang antar? Teman baru ya?" tanya Olivia saat melihat mobil sport mewah itu berlalu dari pandangan.

​"Kak Aiden, Mam. Kakak kelas di sekolah," jawab Vanya singkat sambil mencium tangan ibunya, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.

​"Aiden? Aiden anaknya Pak Andi Mahesa itu Wah, kebetulan sekali!" Olivia menepuk tangannya senang, seolah baru saja mendengar kabar gembira.

"Vanya, mandi yang bersih ya. Malam ini kita mau makan malam resmi sama keluarga Mahesa di restoran. Mama tadi sudah teleponan lama sama Jeng Bella. Kayaknya ada sesuatu yang sangat penting mau diomongin soal kalian berdua."

​Vanya tertegun di tempatnya berdiri. Makan malam? Bareng Aiden lagi? "Mam, aku capek banget... harus banget ikut ya?" rengek Vanya manja.

​"Harus ikut, Sayang! Ini soal masa depan kamu dan hubungan antar keluarga juga. Udah, buruan masuk dan dandan yang cantik!"

​Vanya hanya bisa mendesah pasrah.

Ia masuk ke kamarnya, melepas hoodie hitam milik Aiden yang kini terasa semakin lembap. Ia menatap cermin, menyentuh dadanya yang terasa berdenyut.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nah kan nah kan.. pasti udah diJODOHIN nih dari orok,Mungkin cuman Aiden yang tau Perjodohan itu.

2026-07-17

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Oh berarti mereka udah kenal nih,Alden juga udah tau kondisinya yang udah punya ASI..

2026-07-17

0

Aidil Kenzie Zie

Aidil Kenzie Zie

apa ortu Vanya nggak tau tentang kelainan itu y tor 🤔🤔🤔

2026-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 bab. 1 hari pertama
2 bab 2
3 bab 3 takdir terikat
4 bab 4 first kiss
5 bab 5 terpaksa setuju
6 bab 6 kena hukum
7 bab 7 keributan
8 bab 8 dapat Surat cinta
9 bab 9 minta as*
10 bab 10 menguping
11 bab 11
12 bab 12
13 bab. 13
14 bab. 14
15 bab. 15
16 bab. 16
17 bab. 17
18 bab. 18
19 bab.19 1 kamar
20 bab. 20
21 bab. 21 A&V
22 bab. 22 malam
23 bab. 23
24 bab. 24
25 bab. 25
26 bab. 26
27 bab. 27
28 bab. 28
29 bab. 29
30 bab. 30
31 bab.31
32 bab. 32
33 bab.34 penentuan to USA
34 bab.35
35 bab. 36
36 bab. 37
37 bab. 38
38 bab.39
39 bab.40
40 bab. 41
41 bab. 42
42 bab. 43
43 bab. 44
44 bab.45
45 bab. 46
46 bab.47
47 bab.48
48 bab. 49
49 bab. 50
50 bab. 51
51 bab. 52
52 bab. 53
53 bab. 54
54 bab. 55
55 bab. 56
56 bab. 57
57 bab. 58
58 bab. 59
59 bab. 60
60 bab. 61
61 bab. 62
62 bab. 63
63 bab. 64
64 bab. 65
65 bab. 66
66 bab. 67
67 bab. 68
68 bab. 69
69 bab. 70
70 bab. 71
71 bab. 72
72 bab. 73
73 bab. 74
74 bab. 75
75 bab. 76
76 bab. 77
77 bab. 78
78 bab. 79
79 bab. 80
80 bab. 81
81 bab. 82
82 bab. 83
83 bab. 84
84 bab. 85
85 bab. 86
86 bab. 87
87 bab. 88
88 bab. 89
89 bab. 90
90 bab. 91
91 bab. 92
92 bab. 93
93 bab. 94
94 bab. 95
95 bab. 96
96 bab. 97
97 bab. 98
98 bab. 99
99 bab. 100
100 bab.101
101 bab. 102
102 bab. 103
103 bab. 104
104 bab. 105
105 bab. 106
106 bab. 107
107 bab. 107.(2)
108 bab. 108
109 bab. 109
110 bab. 110
111 bab.111
112 bab. 112.
113 bab. 113
114 bab. 114 yg sabar den );
115 bab. 115
116 bab. 116
117 bab. 117. kecelakaan
118 bab. 118
119 bab. 119
120 bab. 120
121 bab. 121
122 bab.122
123 bab. 123
124 bab. 124
125 bab. 125
126 bab. 126 (;
127 bab. 127
128 bab. 128
129 bab. 129
130 bab. 130
131 bab.131
132 bab.132
133 bab. 133
134 bab. 134 perpisahan.
135 bab. 135
136 bab. 136
137 bab. 137
138 bab.138
139 bab.139
140 bab.140 udah boleh tamat??
141 bab.141
142 bab.142
143 bab. 143 lanjutan
144 bab. 144
145 bab. 145
146 bab. 146
147 bab. 147
148 bab. 148
149 bab. 149
150 bab. 150
151 bab. 151
152 bab. 152
153 bab. 153
154 bab. 154
155 bab. 155
156 bab. 156
157 bab. 157
158 bab. 158
159 bab. 159
160 bab. 160
161 bab. 161
162 bab. 162
163 bab. 163
164 bab. 164
165 bab. 165
166 bab. 166
167 bab. 167
168 bab. 168
169 bab. 169
170 bab. 170
171 bab. 171
172 bab. 172 keluarga idaman sih ini!!
173 bab. 173
174 bab. 174
175 bab. 175
176 bab.176
177 bab. 177
178 bab. 178
179 bab. 179
180 bab 180
181 bab. 181
182 Bab 182
Episodes

Updated 182 Episodes

1
bab. 1 hari pertama
2
bab 2
3
bab 3 takdir terikat
4
bab 4 first kiss
5
bab 5 terpaksa setuju
6
bab 6 kena hukum
7
bab 7 keributan
8
bab 8 dapat Surat cinta
9
bab 9 minta as*
10
bab 10 menguping
11
bab 11
12
bab 12
13
bab. 13
14
bab. 14
15
bab. 15
16
bab. 16
17
bab. 17
18
bab. 18
19
bab.19 1 kamar
20
bab. 20
21
bab. 21 A&V
22
bab. 22 malam
23
bab. 23
24
bab. 24
25
bab. 25
26
bab. 26
27
bab. 27
28
bab. 28
29
bab. 29
30
bab. 30
31
bab.31
32
bab. 32
33
bab.34 penentuan to USA
34
bab.35
35
bab. 36
36
bab. 37
37
bab. 38
38
bab.39
39
bab.40
40
bab. 41
41
bab. 42
42
bab. 43
43
bab. 44
44
bab.45
45
bab. 46
46
bab.47
47
bab.48
48
bab. 49
49
bab. 50
50
bab. 51
51
bab. 52
52
bab. 53
53
bab. 54
54
bab. 55
55
bab. 56
56
bab. 57
57
bab. 58
58
bab. 59
59
bab. 60
60
bab. 61
61
bab. 62
62
bab. 63
63
bab. 64
64
bab. 65
65
bab. 66
66
bab. 67
67
bab. 68
68
bab. 69
69
bab. 70
70
bab. 71
71
bab. 72
72
bab. 73
73
bab. 74
74
bab. 75
75
bab. 76
76
bab. 77
77
bab. 78
78
bab. 79
79
bab. 80
80
bab. 81
81
bab. 82
82
bab. 83
83
bab. 84
84
bab. 85
85
bab. 86
86
bab. 87
87
bab. 88
88
bab. 89
89
bab. 90
90
bab. 91
91
bab. 92
92
bab. 93
93
bab. 94
94
bab. 95
95
bab. 96
96
bab. 97
97
bab. 98
98
bab. 99
99
bab. 100
100
bab.101
101
bab. 102
102
bab. 103
103
bab. 104
104
bab. 105
105
bab. 106
106
bab. 107
107
bab. 107.(2)
108
bab. 108
109
bab. 109
110
bab. 110
111
bab.111
112
bab. 112.
113
bab. 113
114
bab. 114 yg sabar den );
115
bab. 115
116
bab. 116
117
bab. 117. kecelakaan
118
bab. 118
119
bab. 119
120
bab. 120
121
bab. 121
122
bab.122
123
bab. 123
124
bab. 124
125
bab. 125
126
bab. 126 (;
127
bab. 127
128
bab. 128
129
bab. 129
130
bab. 130
131
bab.131
132
bab.132
133
bab. 133
134
bab. 134 perpisahan.
135
bab. 135
136
bab. 136
137
bab. 137
138
bab.138
139
bab.139
140
bab.140 udah boleh tamat??
141
bab.141
142
bab.142
143
bab. 143 lanjutan
144
bab. 144
145
bab. 145
146
bab. 146
147
bab. 147
148
bab. 148
149
bab. 149
150
bab. 150
151
bab. 151
152
bab. 152
153
bab. 153
154
bab. 154
155
bab. 155
156
bab. 156
157
bab. 157
158
bab. 158
159
bab. 159
160
bab. 160
161
bab. 161
162
bab. 162
163
bab. 163
164
bab. 164
165
bab. 165
166
bab. 166
167
bab. 167
168
bab. 168
169
bab. 169
170
bab. 170
171
bab. 171
172
bab. 172 keluarga idaman sih ini!!
173
bab. 173
174
bab. 174
175
bab. 175
176
bab.176
177
bab. 177
178
bab. 178
179
bab. 179
180
bab 180
181
bab. 181
182
Bab 182

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!