bab 5 terpaksa setuju

Suasana di dalam ruang privat restoran itu mendadak hening setelah Vanya dan Aiden kembali dari area taman. Vanya berjalan menunduk, mencoba menyembunyikan wajahnya yang masih memerah dan bibirnya yang terasa sedikit perih sebuah tanda nyata dari ciuman tegas Aiden yang merampas napasnya tadi.

​Aiden, di sisi lain, berjalan dengan langkah santai seolah tidak terjadi hal besar apa pun, meski tatapan matanya berkilat penuh kemenangan yang sulit disembunyikan.

​"Gimana, Vanya? Sudah tenang pikirannya?" tanya Papa Airlangga sambil menatap putrinya dengan tatapan menyelidik, mencoba membaca apa yang terjadi selama mereka di luar tadi.

​Vanya meremas ujung gaun putihnya dengan gugup. Ia melirik Aiden yang berdiri di sampingnya dengan wajah dingin yang menyebalkan, namun penuh kuasa.

"I-iya, Pa. Vanya setuju. menikah dengan Kak Aiden," ucap Vanya pelan, nyaris berbisik.

​Ia benar-benar merasa tidak punya pilihan lain. Ancaman Aiden tentang rahasia kondisi fisiknya jauh lebih menakutkan daripada ide pernikahan privat di usia muda ini. Setidaknya dengan Aiden, ia merasa ada seseorang yang paham situasinya.

​Mami Bella langsung bertepuk tangan ceria, wajahnya tampak sangat lega.

"Duh, pinter banget calon menantu Mami! Tenang saja, Vanya, urusan sekolah dan apartemen sudah Papi Mahesa atur dengan rapi. Kalian tinggal bawa badan dan fokus sekolah saja nanti."

​"Iya, yang penting Aiden bisa lebih stabil dan Vanya juga merasa nyaman," tambah Papa Andi Mahesa sambil menyesap kopinya dengan tenang.

"Malam ini kalian bisa mulai pendekatan lebih jauh. Aiden, kamu mau ajak Vanya ke mana?"

​Aiden melirik jam tangan mewahnya sejenak.

"Aiden minta izin bawa Vanya jalan-jalan sebentar, Pi. Mau cari beberapa keperluan pribadi untuk di apartemen nanti."

​"Boleh, boleh! Papa izinkan.

Hati-hati bawa mobilnya," sahut Papa Airlangga semangat.

​Tiba-tiba, sebuah suara mungil memecah percakapan serius orang dewasa itu. Vino, sang adik kecil Aiden, menarik-narik ujung kemeja kakaknya. Wajahnya yang bulat menggemaskan mendongak dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

​"Abwang... Abwang Aden... Iwuttt... Nino mau iwuttt awama Tata Anyaaa!" racau Vino dengan bahasa cadel khas anak kecil. Tata Anya adalah caranya yang unik memanggil Kakak Vanya.

​Vanya yang dasarnya memang sangat manja dan sangat menyukai anak kecil, langsung berlutut di depan Vino. "Duh, sayang... Vino mau ikut Kakak jalan-jalan ya?"

​"Nggak bisa, Vino," potong Aiden dengan suara dingin yang mutlak.

"Abang mau ada urusan orang dewasa. Kamu di sini saja sama Mami."

​"Nggak mawu! Mau iwut Tata Anyaaa! Huwaaaa!" Vino langsung meledak dalam tangisan yang kencang, kakinya menghentak-hentak lantai restoran yang mewah itu.

"Abwang Aden jahattt! Mami, bwang aden jahattt!"

​"Cup cup, Sayang. Sama Mami saja yuk, kita beli mainan baru lewat ponsel Papi," bujuk Mami Bella sambil menggendong Vino yang masih sesenggukan.

"Aiden, buruan pergi sana sebelum Vino makin histeris"

​Aiden segera menarik tangan Vanya menuju parkiran. Di dalam mobil sport berwarna abu-abu gelapnya, Aiden melajukan kendaraan membelah jalanan Jakarta yang masih cukup padat.

Sesekali, saat berhenti di lampu merah, Aiden melirik ke arah Vanya. Di pikirannya, ada rasa posesif yang semakin tumbuh kuat.

​Ia memikirkan bagaimana caranya agar Vanya bisa selalu berada di dekatnya tanpa harus merasa kesakitan akibat kondisi fisiknya itu.

Aroma manis dan segar yang dihasilkan tubuh Vanya kembali memenuhi kabin mobil, membuat Aiden merasa jauh lebih tenang dari biasanya. Ia merasa sangat beruntung karena hanya ia yang boleh merasakan kehadiran gadis ini sedekat ini.

​"Kak, kok liatin aku terus sih? Nyetir yang bener dong!" protes Vanya dengan sifat barbarnya, mencoba menutupi rasa gugup karena terus diperhatikan.

​"Gue cuma lagi mikir, gaun lo itu terlihat kurang nyaman. Apa nggak terlalu menekan di bagian... dada?" tanya Aiden sambil memberikan lirikan yang penuh arti.

​"Ih! Mesum banget sih" Vanya memukul lengan Aiden cukup keras, wajahnya kembali memanas.

​Mereka sampai di salah satu mal kelas atas di kawasan Jakarta Pusat. Karena hari sudah beranjak malam, suasana di sana terasa lebih elegan dan tenang.

Saat Vanya sibuk melihat-lihat deretan baju tidur dan perlengkapan wanita di sebuah butik mewah, Aiden memisahkan diri sejenak menuju area perlengkapan kesehatan yang lebih tertutup.

​Aiden berdiri di depan rak yang cukup tersembunyi. Matanya mencari sesuatu yang ia butuhkan sebagai bentuk tanggung jawabnya nanti setelah menikah.

Ia tahu, setelah mereka tinggal satu atap minggu depan, ia harus memastikan keamanan Vanya dalam segala hal. Ia mengambil beberapa perlengkapan kesehatan dan pelindung dengan berbagai varian, lalu membayarnya di kasir dengan wajah tanpa ekspresi, seolah-olah sedang membeli keperluan biasa.

​Setelah itu, ia kembali menghampiri Vanya yang sedang tampak bingung memilih pakaian tidur. Namun, saat berjalan di koridor dekat sebuah kafe, seorang wanita dengan pakaian minim mencoba mencegat langkahnya.

​"Hei, Tampan... sendirian saja? Mau ditemani?" goda wanita itu sambil mencoba menyentuh lengan Aiden.

​Aiden hanya melirik wanita itu dengan tatapan sangat dingin dan penuh penghinaan.

Ia menepis tangan wanita itu dengan kasar sebelum kulit mereka bersentuhan. "Pergi sebelum gue panggil keamanan untuk menyeret lo keluar dari gedung ini," desis Aiden tajam.

​Tanpa menoleh lagi, Aiden langsung masuk ke butik dan menghampiri Vanya yang sedang memegang dua stel baju.

"Mana yang lebih bagus, Kak? Yang pink atau yang putih?" tanya Vanya polos.

​"Ambil dua-duanya. Biar gue yang bayar," sahut Aiden pendek. Ia langsung mengambil baju-baju itu dan membawanya ke kasir, membuat Vanya melongo senang.

​"Gitu dong, baru namanya Papi Aiden!" canda Vanya manja, yang hanya dibalas dengan dengusan kecil oleh Aiden.

​Selesai belanja, mereka berjalan menuju stan es krim terkenal. Vanya memesan es krim cokelat ukuran besar dengan berbagai topping, sementara Aiden hanya berdiri memperhatikannya dengan tangan bersedekap.

​"Aaaaa... Kak, cobain dikit! Enak tahu!" Vanya menyodorkan sesendok es krim ke arah mulut Aiden.

​Aiden awalnya ingin menolak, tapi melihat wajah Vanya yang begitu ceria dan tulus, ia akhirnya membuka mulutnya.

"Manis,"

gumam Aiden setelah menelan es krim itu.

​"Iya kan? Es krimnya beneran enak banget!"

​"Bukan es krimnya. Maksud gue... lo yang manis," bisik Aiden sambil mendekatkan wajahnya tepat di samping telinga Vanya.

"Ingat ya, setelah ini kita pulang. Dan gue nggak mau melihat lo merasa kesakitan sendirian lagi. Mulai minggu depan, semua beban itu... biar gue yang bantu tangani langsung."

​Vanya tersedak es krimnya seketika, wajahnya memerah padam sampai ke telinga.

"Kak Aiden!!! Berhenti ngomong begituan!" teriak Vanya manja sambil memukul dada Aiden pelan, sementara Aiden hanya terkekeh dingin melihat calon istrinya yang sangat menggemaskan itu.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭

2026-07-17

0

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

nikah muda karena perjodohan...

2026-03-16

1

Aidil Kenzie Zie

Aidil Kenzie Zie

ternyata ortunya udah tau 🤭🤭🤭

2026-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 bab. 1 hari pertama
2 bab 2
3 bab 3 takdir terikat
4 bab 4 first kiss
5 bab 5 terpaksa setuju
6 bab 6 kena hukum
7 bab 7 keributan
8 bab 8 dapat Surat cinta
9 bab 9 minta as*
10 bab 10 menguping
11 bab 11
12 bab 12
13 bab. 13
14 bab. 14
15 bab. 15
16 bab. 16
17 bab. 17
18 bab. 18
19 bab.19 1 kamar
20 bab. 20
21 bab. 21 A&V
22 bab. 22 malam
23 bab. 23
24 bab. 24
25 bab. 25
26 bab. 26
27 bab. 27
28 bab. 28
29 bab. 29
30 bab. 30
31 bab.31
32 bab. 32
33 bab.34 penentuan to USA
34 bab.35
35 bab. 36
36 bab. 37
37 bab. 38
38 bab.39
39 bab.40
40 bab. 41
41 bab. 42
42 bab. 43
43 bab. 44
44 bab.45
45 bab. 46
46 bab.47
47 bab.48
48 bab. 49
49 bab. 50
50 bab. 51
51 bab. 52
52 bab. 53
53 bab. 54
54 bab. 55
55 bab. 56
56 bab. 57
57 bab. 58
58 bab. 59
59 bab. 60
60 bab. 61
61 bab. 62
62 bab. 63
63 bab. 64
64 bab. 65
65 bab. 66
66 bab. 67
67 bab. 68
68 bab. 69
69 bab. 70
70 bab. 71
71 bab. 72
72 bab. 73
73 bab. 74
74 bab. 75
75 bab. 76
76 bab. 77
77 bab. 78
78 bab. 79
79 bab. 80
80 bab. 81
81 bab. 82
82 bab. 83
83 bab. 84
84 bab. 85
85 bab. 86
86 bab. 87
87 bab. 88
88 bab. 89
89 bab. 90
90 bab. 91
91 bab. 92
92 bab. 93
93 bab. 94
94 bab. 95
95 bab. 96
96 bab. 97
97 bab. 98
98 bab. 99
99 bab. 100
100 bab.101
101 bab. 102
102 bab. 103
103 bab. 104
104 bab. 105
105 bab. 106
106 bab. 107
107 bab. 107.(2)
108 bab. 108
109 bab. 109
110 bab. 110
111 bab.111
112 bab. 112.
113 bab. 113
114 bab. 114 yg sabar den );
115 bab. 115
116 bab. 116
117 bab. 117. kecelakaan
118 bab. 118
119 bab. 119
120 bab. 120
121 bab. 121
122 bab.122
123 bab. 123
124 bab. 124
125 bab. 125
126 bab. 126 (;
127 bab. 127
128 bab. 128
129 bab. 129
130 bab. 130
131 bab.131
132 bab.132
133 bab. 133
134 bab. 134 perpisahan.
135 bab. 135
136 bab. 136
137 bab. 137
138 bab.138
139 bab.139
140 bab.140 udah boleh tamat??
141 bab.141
142 bab.142
143 bab. 143 lanjutan
144 bab. 144
145 bab. 145
146 bab. 146
147 bab. 147
148 bab. 148
149 bab. 149
150 bab. 150
151 bab. 151
152 bab. 152
153 bab. 153
154 bab. 154
155 bab. 155
156 bab. 156
157 bab. 157
158 bab. 158
159 bab. 159
160 bab. 160
161 bab. 161
162 bab. 162
163 bab. 163
164 bab. 164
165 bab. 165
166 bab. 166
167 bab. 167
168 bab. 168
169 bab. 169
170 bab. 170
171 bab. 171
172 bab. 172 keluarga idaman sih ini!!
173 bab. 173
174 bab. 174
175 bab. 175
176 bab.176
177 bab. 177
178 bab. 178
179 bab. 179
180 bab 180
181 bab. 181
182 Bab 182
Episodes

Updated 182 Episodes

1
bab. 1 hari pertama
2
bab 2
3
bab 3 takdir terikat
4
bab 4 first kiss
5
bab 5 terpaksa setuju
6
bab 6 kena hukum
7
bab 7 keributan
8
bab 8 dapat Surat cinta
9
bab 9 minta as*
10
bab 10 menguping
11
bab 11
12
bab 12
13
bab. 13
14
bab. 14
15
bab. 15
16
bab. 16
17
bab. 17
18
bab. 18
19
bab.19 1 kamar
20
bab. 20
21
bab. 21 A&V
22
bab. 22 malam
23
bab. 23
24
bab. 24
25
bab. 25
26
bab. 26
27
bab. 27
28
bab. 28
29
bab. 29
30
bab. 30
31
bab.31
32
bab. 32
33
bab.34 penentuan to USA
34
bab.35
35
bab. 36
36
bab. 37
37
bab. 38
38
bab.39
39
bab.40
40
bab. 41
41
bab. 42
42
bab. 43
43
bab. 44
44
bab.45
45
bab. 46
46
bab.47
47
bab.48
48
bab. 49
49
bab. 50
50
bab. 51
51
bab. 52
52
bab. 53
53
bab. 54
54
bab. 55
55
bab. 56
56
bab. 57
57
bab. 58
58
bab. 59
59
bab. 60
60
bab. 61
61
bab. 62
62
bab. 63
63
bab. 64
64
bab. 65
65
bab. 66
66
bab. 67
67
bab. 68
68
bab. 69
69
bab. 70
70
bab. 71
71
bab. 72
72
bab. 73
73
bab. 74
74
bab. 75
75
bab. 76
76
bab. 77
77
bab. 78
78
bab. 79
79
bab. 80
80
bab. 81
81
bab. 82
82
bab. 83
83
bab. 84
84
bab. 85
85
bab. 86
86
bab. 87
87
bab. 88
88
bab. 89
89
bab. 90
90
bab. 91
91
bab. 92
92
bab. 93
93
bab. 94
94
bab. 95
95
bab. 96
96
bab. 97
97
bab. 98
98
bab. 99
99
bab. 100
100
bab.101
101
bab. 102
102
bab. 103
103
bab. 104
104
bab. 105
105
bab. 106
106
bab. 107
107
bab. 107.(2)
108
bab. 108
109
bab. 109
110
bab. 110
111
bab.111
112
bab. 112.
113
bab. 113
114
bab. 114 yg sabar den );
115
bab. 115
116
bab. 116
117
bab. 117. kecelakaan
118
bab. 118
119
bab. 119
120
bab. 120
121
bab. 121
122
bab.122
123
bab. 123
124
bab. 124
125
bab. 125
126
bab. 126 (;
127
bab. 127
128
bab. 128
129
bab. 129
130
bab. 130
131
bab.131
132
bab.132
133
bab. 133
134
bab. 134 perpisahan.
135
bab. 135
136
bab. 136
137
bab. 137
138
bab.138
139
bab.139
140
bab.140 udah boleh tamat??
141
bab.141
142
bab.142
143
bab. 143 lanjutan
144
bab. 144
145
bab. 145
146
bab. 146
147
bab. 147
148
bab. 148
149
bab. 149
150
bab. 150
151
bab. 151
152
bab. 152
153
bab. 153
154
bab. 154
155
bab. 155
156
bab. 156
157
bab. 157
158
bab. 158
159
bab. 159
160
bab. 160
161
bab. 161
162
bab. 162
163
bab. 163
164
bab. 164
165
bab. 165
166
bab. 166
167
bab. 167
168
bab. 168
169
bab. 169
170
bab. 170
171
bab. 171
172
bab. 172 keluarga idaman sih ini!!
173
bab. 173
174
bab. 174
175
bab. 175
176
bab.176
177
bab. 177
178
bab. 178
179
bab. 179
180
bab 180
181
bab. 181
182
Bab 182

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!