Dicerai Saat Mengandung

Dicerai Saat Mengandung

Jebakan licik

Malam itu, apartemen mewah di pusat kota Jakarta dihiasi cahaya temaram. Hana menatap kalender digital di ponselnya dengan senyum merekah. Dua tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk mempertahankan cinta di tengah badai ketidaksukaan ibu mertuanya.

Sebuah paket tiba di depan pintu. Tanpa curiga, Hana membawanya masuk. "Pasti dari Mas Cakra," gumamnya senang. Ia segera membukanya. Di dalam kotak beludru sedang itu, terdapat sebuah lilin aromaterapi dengan wadah kaca yang cantik. Begitu sumbunya dinyalakan, aroma lavender yang sangat kuat namun menyegarkan langsung memenuhi indra penciumannya.

Namun, hanya dalam hitungan menit, dunia Hana mulai berputar. Pandangannya mengabur, detak jantungnya melambat, dan rasa pening yang hebat menyerang kepalanya. Sebelum ia sempat mematikan api lilin itu, tubuhnya ambruk, tak sadarkan diri di atas lantai dingin sebelum kemudian semuanya menjadi gelap.

Tiga puluh menit kemudian, Cakra melangkah tegap di lorong apartemen. Di tangan kanannya ada sebuket mawar putih, bunga favorit Hana dan di saku jasnya tersimpan kotak perhiasan mahal. Ia ingin menebus rasa bersalahnya karena tidak mengangkat telepon Hana seharian.

Saat pintu terbuka, keheningan menyambutnya. "Hana? Sayang?"

Langkahnya terhenti. Matanya tertuju pada rak sepatu. Ada sepasang sepatu pria yang tertata rapi. Bukan miliknya. Amarah mulai membakar dadanya. Isu miring tentang kedekatan Hana dengan Riko, sepupunya, yang selama ini ia tepis, mendadak berputar di kepalanya seperti kaset yang rusak.

Cakra mempercepat langkah menuju kamar utama. Saat pintu terbuka, dunianya runtuh. Di atas ranjang mereka, Hana dan Riko terbaring diam di bawah satu selimut tebal yang sama.

"DASAR BRENGSEK KAU RIKO! KAU... BERANI BERSELINGKUH DENGAN ISTRIKU!"

Suara Cakra menggelegar. Ia menarik Riko dan menghajarnya membabi buta. Hana tersentak bangun, matanya mengerjap linglung melihat kekacauan di depannya. Ia menyadari dirinya hanya terbalut selimut, berdampingan dengan pria lain. Hana berteriak histeris, suaranya parau oleh ketakutan.

"Mas Cakra... Ini tidak seperti yang kamu lihat, aku... Aku dijebak, Mas!" Hana berusaha bangkit, namun tubuhnya masih lemas luar biasa.

Cakra menoleh, tatapannya penuh kebencian dan rasa jijik yang mendalam. "Enyahlah kau dari sini, dasar wanita jal*ng, wanita pel*cur...!"

"Mas, tolong dengarkan aku dulu!" Hana mencoba meraih tangan suaminya dengan sisa tenaga yang ada.

PLAK!

Cakra menepis tangan Hana dengan kasar hingga wanita itu tersungkur ke lantai.

Di tengah kemelut itu, pintu kamar terbuka lebar. Nyonya Inggit masuk bersama Jesika, wanita yang sejak dulu dijodohkan dengan Cakra.

"Ya ampun, ada apa ini?" ucap Nyonya Inggit dengan nada terkejut yang dibuat-buat, meski matanya berkilat puas. "Cakra, jadi ini alasan istrimu bersikeras pindah dari rumah Mama? Supaya bisa bebas berzina?"

Hana hanya bisa menunduk, air matanya tumpah membasahi lantai. Ia ingat ancaman ibu mertuanya setahun lalu: 'Aku akan menghancurkan mu sampai Cakra sendiri yang membuang mu ke tempat sampah.' Dan malam ini, sumpah itu menjadi nyata.

Hana meremas perutnya yang masih terasa mual. Di balik kehancuran ini, ada satu rahasia yang ia simpan rapat sebagai kado anniversary malam ini. Ia baru saja akan menunjukkan hasil tes kehamilan yang telah ia tunggu selama dua tahun. Namun kini, kado terindah itu terkubur di bawah puing-puing fitnah yang sempurna.

Nyonya Inggit melangkah mendekat, aroma parfum mahalnya seolah mencekik udara yang sudah terasa berat. Ia menatap Hana dengan sudut mata merendahkan, lalu beralih menyentuh bahu Cakra yang masih gemetar karena amarah.

"Lihatlah, Cakra. Inikah wanita yang kamu bela mati-matian di depan Mama?" suara Nyonya Inggit terdengar prihatin, namun penuh racun. "Wanita kalau sudah berani membawa pria lain ke atas ranjang suaminya, tidak akan pernah bisa berubah. Tidak ada maaf untuk pengkhianatan sekeji ini. Dia sudah menginjak-injak harga dirimu sebagai laki-laki!"

'Matilah kau Hana, wanita rendahan seperti mu tidak pantas menjadi menantu keluarga Ardiwinata, sekarang kau akan menjadi sampah, bersiaplah Putraku menendang mu dari kehidupannya.' batinnya puas

Jesika menimpali dengan nada lembut yang dibuat-buat, "Sabar, Tante. Mungkin Hana hanya... khilaf. Tapi memang sulit dipercaya, di hari anniversary kalian, dia justru bersama Riko."

Riko menyeringai licik, ia pun sangat puas karena rencananya telah berhasil.

'Coba kau dulu tidak menolak ku Hana, mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi, dan aku sengaja mendekati mu agar Cakra percaya kalau kita memiliki hubungan yang spesial.' ucapnya dalam hati.

Cakra, yang logikanya sudah lumpuh oleh ledakan emosi dan provokasi ibunya, menatap Hana dengan tatapan yang lebih dingin dari es. Rasa cinta yang selama dua tahun ia pupuk, mendadak layu dan membusuk menjadi kebencian yang amat sangat.

"Hana Zakiyah," suara Cakra rendah, namun bergetar hebat. "Mulai malam ini aku ceraikan kamu, dan sekarang kau bukan lagi istriku!"

"Mas! Jangan, Mas!" teriak Hana histeris, mencoba menggapai kaki Cakra.

Namun Cakra menepisnya dengan kasar. "Jangan sentuh aku dengan tangan kotor itu! Aku tak sudi melihat wajahmu lagi!"

Cakra berbalik, melangkah lebar meninggalkan kamar tanpa menoleh sedikit pun. Nyonya Inggit dan Jesika saling melempar senyum kemenangan yang tipis sebelum akhirnya mengikuti langkah Cakra keluar dari apartemen itu.

Apartemen yang tadinya disiapkan untuk perayaan cinta, kini menjadi saksi bisu hancurnya sebuah martabat. Hana jatuh terduduk di atas lantai, tubuhnya bergetar hebat karena tangis yang tak lagi bersuara. Ia menatap lilin aromaterapi yang kini sudah padam di atas meja nakas, bukti bisu yang mungkin tidak akan pernah dipercayai oleh siapa pun saat ini.

Ia teringat betapa keras usahanya membujuk Cakra pindah demi menghindari "neraka" di rumah mertuanya, namun ternyata iblis itu tetap bisa menjangkaunya di sini.

Perlahan, Hana menghapus air matanya dengan kasar. Rasa sakit di hatinya perlahan mengeras menjadi batu karang yang dingin. Ia mengepalkan kedua tangannya hingga kuku-kukunya memutih.

"Cukup..." bisiknya pada kesunyian.

Hana bangkit berdiri dengan sisa tenaga yang ada. Ia tidak akan lagi memohon. Jika pria yang ia sebut suami lebih memilih percaya pada sandiwara busuk ibunya daripada kesetiaan istrinya, maka pria itu tidak layak mendapatkan dirinya, apalagi masa depan mereka.

Hana mengusap perutnya yang masih rata, tempat di mana sebuah kehidupan baru, baru saja dimulai. Sebuah kado yang seharusnya membawa tawa, kini menjadi alasan baginya untuk menjadi kuat dan kejam.

"Mas Cakra, kau akan menyesali semua keputusanmu ini," desis Hana dengan tatapan mata yang kini berubah tajam dan penuh dendam. "Akan kubawa pergi buah cinta kita, seorang anak yang selama ini sangat kau dambakan. Jangan pernah berharap kau bisa melihatnya, bahkan untuk sedetik pun di sisa hidupmu."

Malam itu, Hana tidak meninggalkan apartemen sebagai wanita yang kalah. Ia pergi sebagai wanita yang telah mati rasa, siap untuk merancang pembalasannya sendiri.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Baru juga ngintip udah adegan yang bikin dag dig dug Thor..🤭🤭

2026-05-25

1

Deera__

Deera__

Sabar dan ikhlaskan ya... SEMANGAT HANA. KAMU TIDAK SENDIRI DN LEMAH. Ayo kamu hebat, kamu bisa bangkit dan pergi jauhh bangun rumah bahgiamu bersama calon anakmu😘

2026-03-17

1

Isabela Devi

Isabela Devi

ya itulah kalo suami sudah tidak mendengarkan penjelasan dan laki-laki kaya gitu tidak perlu dinowetahankan

2026-04-06

1

lihat semua
Episodes
1 Jebakan licik
2 Kenyataan yang pahit
3 Mencari Hana
4 Lahirnya sang pewaris dan penyesalan Cakra
5 Si jenius El-Barack
6 Terkena musibah
7 Rahasia di masalalu
8 Masalalu yang datang kembali
9 Kenyataan pahit
10 Luka yang belum bisa pulih
11 Runtuhnya dinding ego demi menyelamatkan diri
12 Mengungkap kisah pilu Hana
13 Rumah baru dan kehidupan baru Hana dimulai
14 Pertemuan tidak terduga
15 Rencana Pak Sutoyo
16 Sekolah baru untuk El
17 Jabatan CEO untuk Hana
18 Roti Pizza dan momen yang manis
19 Penampilan Hana yang berbeda
20 Hari pertama menjadi CEO
21 Mengapa harus bertemu denganmu?
22 Rencana Hana
23 Ancaman Cakra
24 Rencana Cakra untuk bertemu dengan El-Barack
25 Pertemuan pertama yang berkesan
26 Nasi goreng Spesial untuk Ayah
27 Pertemuan yang tidak di duga
28 Peringatan Cakra terhadap ibunya
29 Cakra yang nekat dan Hana yang menggila
30 Keputusan yang sudah bulat
31 Membawa El pergi
32 Rencana yang gagal
33 Mengikhlaskan Hana
34 Pernikahan kedua untuk Hana
35 Batasan di malam pertama
36 Kado spesial untuk pengantin baru
37 Hana sakit part 1
38 Hana sakit Part 2
39 Duo lampir mencelakai Hana
40 Menyelematkan mu, belahan jiwa ku
41 Benih cinta yang mulai tumbuh
42 Pengakuan Tama
43 Cinta yang terbalaskan
44 Bahagia bersamamu
45 Kecemasan di tengah badai
46 Merindukanmu
47 Akhirnya berkata jujur
48 Jalan-jalan ke taman safari
49 Bertemu dengan pengagum rahasia
50 Permintaan El yang mengejutkan
51 Api cemburu Tama
52 Tama yang protektif
53 Kejutan untuk suami tercinta
54 Kabar bahagia yang sedang menanti
55 Menjadi suami siaga
56 Tamu tidak di duga
57 Sikap yang mencurigakan
58 Tetap waspada
59 pergi menemui Cakra
60 Sikap Tama yang bijak
61 Cakra yang berulah
62 Rencana Tama
63 Acara ulangtahun El-Barack
64 El Barak yang tersakiti, Tama mulai meradang
65 Skandal Cakra
66 Rencana busuk
67 Kecurigaan Tama
68 Mengintrogasi Ratna
69 Membujuk Hana yang marah dan cemburu buta
70 Acara pelantikan yang menegangkan
71 Hukuman dan penyesalan
72 Doa yang terkabul dan kejutan yang tidak terduga
73 Keputusan Tuan Ardiwinata
74 Pernikahan Cakra dan Ratna
75 Pulang ke kampung halaman
76 Transaksi membayar hutang yang mengejutkan
77 Mancing di sungai
78 Perpisahan yang mengharukan
79 Rasa syukur tiada tara
80 Acara tujuh bulanan
81 Kado terindah untuk Ratna
82 Kontraksi di Mall
83 Lahirnya si kembar
84 Ararya dan Aishara
85 Kontraksi Ratna di acara aqiqah si kembar
86 Dua keluarga yang bahagia selamanya
87 Pengumuman karya terbaruku
88 Pengumuman karya terbaruku di bulan April
89 pengumuman karya terbaruku di bulan Mei
90 Pengumuman karya terbaruku di bulan Juni 2026
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Jebakan licik
2
Kenyataan yang pahit
3
Mencari Hana
4
Lahirnya sang pewaris dan penyesalan Cakra
5
Si jenius El-Barack
6
Terkena musibah
7
Rahasia di masalalu
8
Masalalu yang datang kembali
9
Kenyataan pahit
10
Luka yang belum bisa pulih
11
Runtuhnya dinding ego demi menyelamatkan diri
12
Mengungkap kisah pilu Hana
13
Rumah baru dan kehidupan baru Hana dimulai
14
Pertemuan tidak terduga
15
Rencana Pak Sutoyo
16
Sekolah baru untuk El
17
Jabatan CEO untuk Hana
18
Roti Pizza dan momen yang manis
19
Penampilan Hana yang berbeda
20
Hari pertama menjadi CEO
21
Mengapa harus bertemu denganmu?
22
Rencana Hana
23
Ancaman Cakra
24
Rencana Cakra untuk bertemu dengan El-Barack
25
Pertemuan pertama yang berkesan
26
Nasi goreng Spesial untuk Ayah
27
Pertemuan yang tidak di duga
28
Peringatan Cakra terhadap ibunya
29
Cakra yang nekat dan Hana yang menggila
30
Keputusan yang sudah bulat
31
Membawa El pergi
32
Rencana yang gagal
33
Mengikhlaskan Hana
34
Pernikahan kedua untuk Hana
35
Batasan di malam pertama
36
Kado spesial untuk pengantin baru
37
Hana sakit part 1
38
Hana sakit Part 2
39
Duo lampir mencelakai Hana
40
Menyelematkan mu, belahan jiwa ku
41
Benih cinta yang mulai tumbuh
42
Pengakuan Tama
43
Cinta yang terbalaskan
44
Bahagia bersamamu
45
Kecemasan di tengah badai
46
Merindukanmu
47
Akhirnya berkata jujur
48
Jalan-jalan ke taman safari
49
Bertemu dengan pengagum rahasia
50
Permintaan El yang mengejutkan
51
Api cemburu Tama
52
Tama yang protektif
53
Kejutan untuk suami tercinta
54
Kabar bahagia yang sedang menanti
55
Menjadi suami siaga
56
Tamu tidak di duga
57
Sikap yang mencurigakan
58
Tetap waspada
59
pergi menemui Cakra
60
Sikap Tama yang bijak
61
Cakra yang berulah
62
Rencana Tama
63
Acara ulangtahun El-Barack
64
El Barak yang tersakiti, Tama mulai meradang
65
Skandal Cakra
66
Rencana busuk
67
Kecurigaan Tama
68
Mengintrogasi Ratna
69
Membujuk Hana yang marah dan cemburu buta
70
Acara pelantikan yang menegangkan
71
Hukuman dan penyesalan
72
Doa yang terkabul dan kejutan yang tidak terduga
73
Keputusan Tuan Ardiwinata
74
Pernikahan Cakra dan Ratna
75
Pulang ke kampung halaman
76
Transaksi membayar hutang yang mengejutkan
77
Mancing di sungai
78
Perpisahan yang mengharukan
79
Rasa syukur tiada tara
80
Acara tujuh bulanan
81
Kado terindah untuk Ratna
82
Kontraksi di Mall
83
Lahirnya si kembar
84
Ararya dan Aishara
85
Kontraksi Ratna di acara aqiqah si kembar
86
Dua keluarga yang bahagia selamanya
87
Pengumuman karya terbaruku
88
Pengumuman karya terbaruku di bulan April
89
pengumuman karya terbaruku di bulan Mei
90
Pengumuman karya terbaruku di bulan Juni 2026

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!